Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / SOBAT
SOBAT
0 Komentar | Dibaca 958 kali

Tadinya Saya kira judul pembahasan dalam mata kuliah Inter Personal Skill kali ini merupakan singkatan dari makanan favorit Saya yaitu Soto Babat, ternyata Saya salah besar karena SOBAT ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan makanan apapun! Ah, mungkin ini karena perut Saya yang sedang lapar, jadi berfikirnya agak melantur.

Kalau begitu sebenarnya apa maksud dari SOBAT ini? SOBAT itu kan artinya teman, sahabat atau kawan bukan begitu? Ya, jika Anda merupakan masyarakat masa lampau yang suka membuka-buka KBBI atau bagi Anda yang merasa masyarakat modern yang suka bertanya langsung pada Om Google tentu pengertian itu yang akan Anda peroleh. Namun pengertian sobat kali ini tidaklah sesederhana itu dan Saya akan menggalinya lebih jauh dan lebih dalam lagi! Sehingga akan ada berbagai pelajaran baru yang dapat Anda kunyah nantinya.

Oke sebagai awal Saya ingin menanyakan sesuatu hal, apakah Anda tahu apa itu kecoa atau dinosaurus? Lucu sekali ketika Dosen pengajar Saya menyandingkan antara kecoa yang merupakan serangga berkaki enam berwarna kecoklatan, dengan dinosaurus ganas pemakan daging yang cukup terkenal yaitu T-Rex.

Jika difikir secara logika tentunya T-Rex memiliki keunggulan dalam banyak hal, seperti ukuran yang lebih besar, keuatan yang lebih dahsyat serta gerakan yang lebih cepat. Sedangkan kecoa! Ya ampun, Saya benar-benar tidak tahu kelebihan apa yang dimilikinya selain jago dalam hal intip-mengintip orang yang pergi ke kamar mandi.

Anda bisa melihat bahwa kecoa tidak ada apa-apanya jika di bandingkan dengan T-REX(Siapapun yang menyukai film Jurrasic Park pasti setuju dengan hal ini!). Jika memang sedemikian rendahnya para kecoa ini jika di bandingkan dengan seekor T-REX, lalu kenapa spesies itulah yang mampu bertahan hidup hingga saat ini sedangkan T-REX justru telah terbaring kaku dan beristirahat dengan ribut di alam baka sana. Tahukah Anda bahwa kecoa juga telah hidup jauh di masa lampau sama seperti dinosaurus yang kini bisa Anda saksikan tulang-berulangnya di museum-museum kesayangan Anda.

Tunggu dulu Satria, bukahkah hewan seperti komodo,buaya atau aligator dan beberapa hewan melata lainnya merupakan keturuan dari dinosaurus yang telah punah dan mereka masih exis sampai saat ini? Oke, mungkin hal itu memang ada benarnya juga tapi karena artikel kali ini bukanlah artikel yang membahas mengenai hewan purba maka saya cukupkan masalah kecoa dan dinosaurus sampai sini. Saya tidak akan memperdebatkan lagi mengenai sejarah hidup dari kecoa dan dinosaurus itu, karena sesungguhnya Saya bukan pakarnya dalam hal ini. Namun, hal penting yang patut Anda perhatikan adalah bahwa “Bukan spesies yang terkuat yang bertahan hidup, bukan pula yang terpandai, tetapi yang paling responsif terhadap perubahan ” — Charles Darwin.

Lihatlah di sekeliling Anda, bukankah semakin lama dunia ini semakin berubah dan kita telah melewatinya tanpa pernah menyadari hal itu. Dulunya ketika Saya masih kecil dan masih unyu-unyu! Saya sering melihat Paman Saya yang suka membaca buku, laporan tugas serta dokumen-dokumen lainnya dalam bentuk fisik yang terkenal dengan teknologi ‘layar kebet-nya’. Kini hal itu telah bergeser dengan hadirnya perangkat-perangkat baru seperti I-Pad, SmartPhone yang juga cukup terkenal dengan teknologi ‘layar colek-nya’. Perangkat ini dapat di gunakan untuk membaca dokumen dalam bentuk softcopy serta kemampuan lainnya dalam hal komunikasi, pengumpulan data dalam bentuk gambar maupun video.

Mungkin Anda pernah mendengar yang namanya Era Pertanian yang kemudian beralih ke Era Industri dan lalu akhirnya sampai pada Era Informasi saat ini, entah era-era apalagi yang akan kita hadapi nantinya yang jelas masing-masing era yang dihadapi membutuhkan cara kerja dan skill yang berbeda-beda. Bayangkan, bagaimana jika Anda yang ahli dalam hal Industri justru berada dalam Era Pertanian atau sebaliknya! Untuk menangani masalah itu maka SOBAT inilah yang akan kita gunakan sebagai panduan agar kita tidak berfikiran statik saja dan akhirnya dapat bertranformasi menjadi sesuatu yang baru dan segar sehingga kita lebih responsif terhadap perubahan.

Stop Your Paradigm
Obstacle Clearance
Basic Value
Applied Skills
Track To The Top

Aha, kini Anda telah mengetahui bahwa SOBAT merupakan singkatan dari langkah jitu yang akan membawa perubahan dalam hidup Anda atau yang akan membawa Anda pada perubahan tersebut.Anda tahu kenapa? Itu karena… Semua Orang Bisa HebAT!

1. Shift Your Paradigm

Langkah pertama, Anda harus mengubah model atau pola yang selama ini biasa Anda jalani. Dimulai dengan berhenti bergantung pada pengalaman masalalu dan mari kita coba sesuatu yang baru. “Tapi, buat apa mencoba suatu hal yang baru? Toh dengan cara sebelumnya rencana Saya berjalan lancar-lancar saja” Jika hal ini yang terbesit di benak Anda maka sebaiknya ubah cara pandang macam itu. Seperti yang sebelumnya telah saya katakan bahwa dunia ini terus berubah. Cara yang sama tidak akan selalu mampu menyelesaikan suatu masalah.

Lihatlah jalan-jalan di kota besar yang selalu di penuhi dengan kendaraan-kendaraan pribadi yang menyebabkan kemacetan. Seorang kurir yang berpengalaman tidak akan menggunakan jalur yang biasa digunakan oleh orang-orang meski mereka tahu akan berpotensi berada dalam kemacetan.
Sang kurir akan mencari jalur lain yang bisa di lewati agar paket bisa sampai di tempat tujuan dengan tepat waktu. Oke Saya mengerti, solusi yang di ambil oleh si kurir memang tidak bersifat jangka panjang dan bisa saja kedepannya kemacetan menjadi semakin parah mengingat langkah pemerintah yang dengan seenaknya mengeluarkan kebijakan mobil murah sehingga akan meningkatkan volume kendaraan di Ibu Kota. Lho, kenapa pembahasannya melenceng kesini? Ah, sudahlah.

2. Obstacle Clearance

Tidak sedikit orang yang mengeluhkan berbagai permasalahan yang kadang membuat hidup menjadi prustasi. Rasanya seperti sedang di hadapkan pada sebuah tembok besar yang menutup jalan yang dilalui sehingga kita tidak bergerak kemana-mana, hanya terdiam dan mengasihani diri sendiri(Hidup yang menyedikan..). Ketika sedang bengong-bengong tidak karuan, Saya melihat seekor semut yang sedang membawa remah-remah roti yang berukuran 3 kali lebih besar dari ukuran tubuhnya.

Dan ketika ia sampai di penghujung dinding ruangan, Anda tahu apa yang ia lakukan? Ya, ia memanjat dinding itu tanpa mengeluh sedikitpun. Semut itu seakan tidak perduli berapapun tinggi dari tembok yang ia panjat, ia tetap maju sambil membawa beban menuju tempat dimana koloninya berada. Entah karena ia terlalu lelah atau dinding tembok yang justru terlalu licin sehingga semut itu seolah-olah seperti terpeleset dan hampir jatuh! Tiba-tiba beberapa semut lain yang menghapirinya ikut membantu membawa remah-remah roti itu secara gotong royong sehingga beban yang di bawa menjadi terasa lebih ringan.

“In your life, there will always a problem! But trust me, you never alone when facing it!”

3. Basic Value

Tentu saja untuk menghadapi setiap permasalahan yang ada, Anda di haruskan memiliki nilai-nilai dasar yang di butuhkan, seperti komitmen, keberanian, kebenaran, mental yang kuat dan kerjasama. Sulitkah bagi kita untuk memiliki nilai-nilai tersebut? Entahlah, yang jelas Saya tidak bisa mengatakan ya atau tidak untuk menjawab pertanyaan semacam ini karena , bahkan hingga saat ini Saya tidak yakin telah memiliki seluruh nilai tersebut. Orang awam yang tidak mengetahui banyak hal akan selalu memiliki keraguan atas pendapat ataupun tindakan yang ia lakukan. Berbeda dengan orang-orang yang memang telah membuktikan kebenaran dari suatu hal.

Anda yang masih muda(Ya, termasuk Saya sendiri) mungkin tidak tahu sama sekali hal baik atau hal buruk apa yang akan terjadi kedepannya. Kita selalu menduga-duga hal yang belum menjadi kenyataan khususnya jika hal tersebut merupakan sesuatu yang berdampak buruk bagi diri Anda. So, Saya fikir selama hal tersebut baik dan benar untuk kita maka kita tidak perlu ragu dalam melakukannya. Jika gagal sekalipun, toh itu akan menjadi cerita lucu ketika Anda telah berhasil mencapai keberhasilan nantinya.

4. Applied Skills

Setelah menanamkan nilai-nilai dasar yang di butuhkan kini kita berlanjut pada menggunakan beberapa keahlian yang mendukungnya. Contohnya seperti membuka komunikasi dengan orang lain, Anda tentu menyadari bahwa hidup ini akan lebih menguntungkan jika memiliki network yang luas. Jika kita memiliki kebutuhan atau kepentingan yang sedang di kejar maka hal tersebut bisa di selesaikan dengan lebih mudah dan cepat, karena beritanya tersebar luas pada network yang telah Anda bangun sebelumnya.

Keahlian lain yang juga menurut Saya cukup penting adalah keahlian dalam membangun kepercayaan. Mengapa hal ini menjadi penting? Lihatlah para Online Entrepreneur yang banyak bertebaran di Internet, misalnya saja situs Amazon.com yang banyak bekerja sama dengan pemilik blog atau website dengan sistem komisi, dimana Anda akan dibayar atas setiap pembelian barang melalui link dari Amazon.com yang di pasang pada web atau blog seseorang.

Amazon bisa saja berbuat curang dengan tidak membayarkan komisi Anda(meskipun kemungkinannya kecil), namun apa yang kemudian akan terjadi? Tidak ada lagi orang mau bekerja sama dengan Amazon yang ini merupakan kabar buruk baginya. Bisnis dalam dunia internet memang mengutamakan Kerjasama dan Kepercayaan.

5. Tracks to the TOP

Yang terakhir adalah mari kita berjalan menuju keberhasilan! Bagaimana caranya memulai perjalan ini? Mulailah dari yang termudah! Mulai dari apa yang bisa Anda kerjakan saat ini! Anda tidak akan pernah mencapai sesuatu jika Anda tidak pernah memulainya dengan sesegera mungkin. Asal tahu saja, orang-orang besar yang ada di sekitar Anda yang berhasil membuka pintu keberhasilan juga mengawalinya dengan hal-hal kecil yang juga sedang Anda kerjakan saat ini.

Semua hal yang ada tentu membutuhkan proses dan Anda memang tidak akan bisa langsung berada di puncak kesuksesan, namun Anda tetap bisa mempercepatnya proses tersebut! Ada seorang teman yang salah mengambil matakuliah yang seharusnya hanya boleh di ambil jika matakuliah lainnya telah lulus. Dan dampaknya adalah dia kesulitan dan tidak mampu untuk lulus pada matakuliah tersebut. Untuk menangani hal ini maka pada semester berikutnya ia mengambil matakuliah itu lagi di barengi dengan matakuliah lain yang di butuhkan untuk bisa lulus pada matakuliah tersebut. Dengan begini ia tidak harus menunggu selama 1 Semester lagi.

Oke itu saja kiranya yang bisa saya sajikan untuk Anda di blog ini. Jika terdapat banyak kesalahan itu maklum saja.. karena Saya masih muda dan masih begitu hijau. Bukankah jika Anak muda salah maka itu suatu hal yang wajar?

Sumber Inspirasi :
www.humanikaconsulting.com(SOBAT)

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

Bima

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  32

Komentar Terbaru

Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0