Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Buku

Beranda / Buku / Cinta Membaca
Cinta Membaca
9 Komentar | Dibaca 2975 kali

cinta membaca

 

Buku ini merupakan hasil lomba menulis yang diselenggarakan oleh koordinator LRS Tegal, Futicha Turisqoh (Puput Happy) pada tahun 2012 dan ditulis oleh para pemenangnya, yaitu: Endang Ssn,Wicha Spicca Breeze, Abi Sabila,Tofik Rochadi,Himmah Mahmudah, Hidayatul Hasanah, Sabil Ananda, Peba, Resty Gipi, Wirasatriaji , Yuli Ariwibowo, Syifa Kamila, Ariesadhar,Dyah N. Rizky, Laksamana Handika,Ragil Kuning,Irfan Fauzi, Aida Mardiah,Nenny Makmun,Lani Pujiastuti, Kang Amroelz,Santy el-Fairuz,Felomaya Andrea, Syifa Enwa,Atiyatul Mawaddah, Syakima Arfitamma, Sandza, Sutrisno,Fransiska S. Manginsela, dan Bagas Prakoso

Buku ini menarik dan inspiratif sekali, karena mampu membangkitkan gairah pembaca untuk semakin gemar membaca. Beberapa penulis senior bahkan mengomentari buku ini:

Membaca buku ini akan membuat kita mengerti pentingnya arti membaca. Ditulis dengan bahasa yang ringan namun sarat hikmah. Jangan bermimpi jadi penulis jika kita malas membaca, sebab untuk jadi penulis yang baik yang harus dilakukan tidak hanya menulis… menulis… menulis… tapi juga membaca… membaca… membaca. Dan buku ini akan membuat kita semakin mencintai Membaca.” (Uda Agus; Pembaca buku perpustakaan sekolah terbanyak saat masih SMP, Penulis, dan seorang ayah)

 

Membaca adalah cara paling elegan “mencuri” ilmu dan pengalaman orang-orang hebat, yang membuat Anda menjadi kaya raya tanpa harus masuk penjara. Bukankah ilmu itu adalah kekayaan yang sesungguhnya? Membacalah, jika Anda ingin menjadi orang yang kaya raya.” (Joni Lis Efendi, Penulis, Founder Writing Revolution)

 

Iqro’ (bacalah), adalah kata pertama yang diucapkan Rasullulah ketika wahyu diturunkan. Maka tersirat sudah betapa pentingnya ‘pekerjaan’ membaca. Jika kepala kita adalah sebuah bilik, maka membaca adalah sebuah lentera atau pintu yang memancarkan cahaya. Khususnya bagi para penulis, saya berani bertaruh, tak ada seorang penulispun di muka bumi ini kecuali ia juga seorang pembaca. Menulis adalah mencurahkan, jika kepala kita melompong, maka, apa yang bisa kita curahkan? Membaca adalah mengisi, mengisi cahaya, mengisi pengetahuan. Sungguh beruntung siapapun Anda yang telah jatuh cinta pada pekerjaan ‘membaca’. Bacalah buku ini, dan Anda akan semakin tahu, menggebu-gebu, bahwa membaca adalah sebuah amal yang istimewa.” (Mashdar Zainal, Novelis, Cerpenis, Pecinta buku)

 

Hidup terlalu singkat untuk dapat memahami semua, tetapi dengan

membaca kita bisa mengerti pengalaman dan perasaan orang lain.”

Kutipan di atas salah satu kalimat mengispirasi dalam buku ini.

Tahukah anda bahwa penulisnya mengidap disleksia, kesulitan membedakan angka & huruf? Tetapi ia tetap berusaha membaca, mendalami makna, berkelana di samudera kehidupan menemukan kebajikan dari membaca. Temukan filosofi indah membaca dalam buku ini.” (Sinta Yudisia, Penulis The Road to The Empire & Takhta Awan)

Subhanallah……. IQRO! Bacalah! Buku yang sangat menginspirasi, membaca adalah sebuah kebutuhan. Membaca sebagai sarana untuk Ber-Transformasi & Men-Transformasi.” (Dudi “Motivator Transformasi” Mardiyansyah, International NLP Coach & Trainer, President of HRNLP International, Penulis 3 Buku.Founder Forum Transformer Indonesia)

Apa yang tersurat maupun tersirat, menjadi mudah terbaca setelah pikiran terang, bercahaya. Apa yang ditanyakan, akan menemukan jawabannya. Apa yang dipermasalahkan, akan menemukan jalan keluarnya. Pikiran yang gelap, tidak akan bisa membacanya, walau mata melek. Membaca itu menyelamatkan hidup, meningkatkan kualitas hidup, dan membawa kepada hidup yang sesungguhnya. Membaca apa yang sudah ada, akan dibenarkan orang. Membaca apa yang belum ada, akan diikuti orang. Menuliskannya, sama dengan memancarkan cahaya ke lingkungannya.” (Dasa Candra Kusuma, penulis Tauhid Cinta, redaktur Leutika Publisher)

Ketika LRS Chapter Tegal berinisiatif mengadakan Audisi Penulis Cinta Membaca, jempol saya spontan teracung. Sebab jujur saja, saya sempat kehilangan minat membaca selama beberapa bulan terakhir dan hal tersebut membuat produktivitas penulisan saya menurun drastis. Membaca adalah basic needs bagi setiap manusia yang ingin menang dalam kehidupan, apalagi untuk seseorang yang sudah memilih jalan sebagai penulis. Tanpa membaca, seseorang tidak akan pernah bisa menulis. Buku Cinta Membaca menjadi semacam reminder yang tepat jika tiba-tiba nafsu membaca Anda hilang. Benar-benar buku inspiratif yang cocok dibaca di mana pun Anda berada” (Fatkah, Manager operasioanal LeutikaPrio)

Beberapa pembaca bahkan membuat resensi, seperti Dee Ann Rose dari Kuningan dengan judul resensinya “Cinta Membaca; Kisah Para Penemu Lentera Dunia”, Azkha Dewi Zeta dengan judul “Cinta Membaca is Supplement for Successful Readers”, Dede Abdul Hamid dari Cirebon dengan judul “Cinta Membaca, Pembasmi Epidemi Malas Membaca”. Berikut resensi mereka:

 

Cinta Membaca; Kisah Para Penemu Lentera Dunia

Judul Buku : Cinta Membaca

Penulis : Puput Happy, Endang Ssn, Dkk.

Penerbit : LeutikaPrio

Cetakan : Cetakan Pertama, Januari 2012

Isi : x + 247 Halaman; 13×19 cm.

ISBN : 978-602-225-245-0

Harga : Rp. 50.900,-

 

“Iqro!”- Kata perintah yang sakral dan fenomenal itu, bisa menjadi landasan kuat akan kelahiran buku “Cinta Membaca” ini. Tak terbantahkan, seruan sekaligus wahyu pertama itu memang berdampak dahsyat bagi menggelembungnya harta penyelamat manusia; Ilmu.

Buku ini berisi 31 kisah-kisah inspiratif para penemu lentera dunia, yakni membaca. Di dalamnya para penulis menyajikan “tuba dan susunya” pencarian cinta akan membaca. Seperti kisah penulis pengidap disleksia, penulis yang hobi bacanya “tidak direstui” orang tua serta teman-temannya, penulis yang jatuh cinta pada “membaca” karena sebuah hukuman/lomba/pertanyaan sahabat/iri terhadap teman yang berprestasi/iseng, dsb. Semua kisah itu benar-benar menampar. Bahwa, betapa meruginya mereka ketika pernah abai, bahkan “merasa benci” pada membaca. Juga betapa kelirunya orang-orang di sekitar mereka yang menganggap membaca itu tiada guna. Tapi betapa beruntungnya mereka, sebab pada akhirnya “fobia” membaca itu berubah menjadi candu yang berefek madu.

Menilik isi cerita serta beragamnya latar belakang para penulisnya, buku ini cocok untuk segala usia. Jika anda seseorang yang gemar membaca, maka buku ini akan menjadi tambahan “amunisi” bagi prinsip lurus anda saat ini. Serta, menjadi panduan untuk terus mewabahkan kenikmatan membaca. Sebaliknya jika anda belum cinta membaca, maka buku ini bisa menjadi paparan pesona membaca itu sendiri. Dan beruntunglah, sebentar lagi anda akan merasakan apa yang para penulisnya rasakan; Jatuh cinta pada membaca.

Design sampul menarik. Warna hijaunya menyegarkan dengan ilustrasi gambar yang unik, seperti tangan yang menggenggam dunia, lalu diatasnya ada anak-anak serta orang dewasa sedang membaca dengan rileks-nya. Ketebalan dan ukuran buku, serta jenis huruf pun mendukung daya tarik serta kenyamanan membaca.

 

Dalam pemaparan isinya, para penulis berhasil mengoyak emosi dan motivasi. Mereka bercerita apa adanya tentang pengalaman perjalanan cinta menuju lentera dunia. Sering juga disisipi diksi pribadi yang luar biasa indah serta kata-kata mutiara yang asli mereka ciptakan sendiri, mencatut dari orang-orang hebat, maupun menuliskan ulasan-ulasan menggugah yang mereka dengar. Entah dari orang tua, saudara, sahabat, guru, dsb.

 

Suguhan tips dan trik di sela-sela cerita menjadi keunggulan tersendiri. Terlebih lagi tips dan trik tersebut berangkat dari pengalaman para penulisnya. Sehingga tutur katanya original dan tulus. Mudah dicerna pembacanya. Tak jarang, para penulis pun “keceplosan” membagi saran-saran cerdas untuk menjadi penulis, setelah menjadi pembaca. Sebab, mayoritas dari mereka setuju bahwa menulis dan membaca adalah suatu perpaduan yang indah. Setelah mereka jatuh pada pesona skill reseptif (membaca), mereka mengembangkannya pada skill produktif (menulis). Sebagai seorang penulis, kedua skill tersebut wajib dikolaborasikan jika mengharap kesuksesan.

 

Namun jelas buku ini bukanlah buku yang sempurna. Sajian tips dan trik yang bisa menjadi sasaran pembaca di akhir kisah, memiliki banyak persamaan antara penulis satu dengan yang lain. Sehingga, meskipun kata-katanya berbeda tapi konteksnya sama. Dan, itu memberi dampak kejenuhan juga.

 

Terlepas dari sekelumit kekurangan yang diidapnya, buku Cinta Membaca sangat dianjurkan untuk dibaca. Sebab (pada akhirnya) efek dari kecintaan kita akan membaca (jenis bacaan positif), bermuara pada peningkatan ilmu kita. ***

 

-Dee Ann Rose

 

Cinta Membaca is Supplement for Successful Readers

Buku dengan lapisan hard cover cantik berilustrasi nyentrik ini terdiri dari 31 kisah inspiratif penggugah jiwa-jiwa yang ‘belum bangkit’ . Kenapa saya katakan ‘belum bangkit’ ? Ya, karena anda mungkin sama seperti karakter-karakter dalam buku ini, memiliki kemalasan tingkat tinggi untuk membaca. Namun, jika anda hendak berevolusi jadi lebih baik, maka anda harus memiliki buku ini. Seperti halnya orang-orang sukses dalam buku ini, mereka mengawali kesuksesannya lewat membaca hal-hal kecil.

 

Berawal dari sebuah kompetisi di dunia maya, Leutika Reading Society (LRS) Chapter Tegal, berinisiatif membuat sebuah event untuk para penulis yang aktif di jejaring sosial. Dengam usaha yang istiqomah, akhirnya buku ‘Cinta Membaca’ naik cetak dan dapat dipesan online via LeutikaPrio, tentu bacaannya berasal dari naskah-naskah yang terseleksi.

 

Campur sari, itulah komentar saya terhadap buku ini. Menarik, inspiratif, unik, menggertak jiwa, dan menggugah asa untuk tetap berikhtiar dalam membaca adalah implementasi super terhadap buku ini. Latar belakang para penulis yang beraneka ragam dan pelbagai cerita penuh tantangan serta dari pelbagai sudut pandang, memang membuat jiwa saya tersentak. Beraneka ekspresi, dari senang, sedih, bangga, gemas, terharu, semuanya saya luapkan setelah membaca buku ini. Awful!

 

Iqro! Kata yang tepat sebagai fondasi dasar buku ini, ditambah kekuatan endorsment yang kuat, membuat buku ini memang layak dimiliki semua orang dari semua lapisan. Seperti berikut ini salah satu endorser berkata, ”Membaca adalah sebuah kebutuhan. Membaca sebagai sarana untuk bertransformasi dan mentransformasi”. Benar sekali. Saya acungkan jempol terhadap buku ini karena kisah-kisahnya merubah saya untuk menjadi lebih baik, dan saya yakin beberapa orang di luar sana yang telah membaca buku ‘Cinta Membaca’, pasti berniat sama, yaitu ‘ingin berubah’.

 

Beberapa kisahnya diantaranya Generasi Cinta Membaca, Agar Mimpi Menjadi Nyata, Sakit Gigi Menjalar ke Hati, Pelihara Hiu-Hiu Kecil di Hati dan Perkenalan dengan Sastra, adalah beberapa kisah yang menurut saya menarik. Lalu bagaimana cerita lainnya? Semuanya ‘menggugah’.

 

Buku ini adalah nutrisi bagi seorang pembaca. Istilahnya ‘Supplement for Successful Readers’, artinya vitamin bagi pembaca-pembaca sukses, sukses karena menemukan buku ini, dan segera akan membuat mereka sukses. Great!

 

Tiada gading yang tak retak. Begitulah kata peribahasa, karena tiada kesempurnaan kecuali bagi yang diatas, buku ini memiliki beberapa kekurangan. Diantaranya adalah:

1. Ada beberapa naskah yang tidak menyertakan tips, padahal agar konsisten dengan judul, seharusnya semua naskah disertai tips.

2. Semua tips hampir sama, cuma bahasanya saja agak berbeda, sehingga jika kita teliti, kita akan jenuh dengan tips-tipsnya. Ingat lho tips! Bukan naskahnya. Hehe.

3. Biodata para penulisnya tersusun tidak sama dengan urutan naskah. Kalau pembaca penasaran, susah lho mencarinya.

 

Overall, jika dibanding kekurangannya, of course kelebihannya lebih banyak. Oleh karena itu, yuk segera miliki buku ini!

-Azkha Dewi Zeta

 

Cinta Membaca, Pembasmi Epidemi Malas Membaca

 

Sebuah terobosan anyar, menerbitkan buku dengan tema membaca. Sungguh kata baca atau bacalah yang dalam bahasa arabnya ‘Iqro’ sudah tidak asing di telinga khalayak ramai terutama bangsa Indonesia. Namun, belum maksimalnya kebudayaan membaca di kalangan rakyat kita mengakibatkan lambatnya perkembangan bangsa ini di segala bidang.

Melalui buku inilah, para penulis yang notabene telah diseleksi karyanya, hendak membuktikan bahwa kebiasaan membaca adalah hal yang dapat menuai banyak keuntungan, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Selama kegiatan membaca itu adalah membaca hal-hal yang ‘baik’ tentunya.

Leutika Reading Society (LRS) Chapter Tegal dalam rangka meningkatkan dan menelurkan karya-karya berkualitas, mencoba mengadakan sebuah lomba dan hendak menerbitkan karya-karya terseleksi tersebut dalam sebuah buku antologi kisah-kisah inspiratif. Dan alhamdulilah, buku tersebut akhirnya terbit melalui Leutikaprio berjudul ‘Cinta Membaca’.

Berisi 31 kisah inspiratif dari 31 penulis, buku ini tidak hanya menyodorkan sebuah kisah namun segala macam hikmah dan berbagai macam benefit yang akan kita dapatkan setelah membaca buku ini. Karena selain kisah-kisah yang unik dan menarik, salah satu keunggulan dari buku ini adalah menyelipkan tips dan kiat-kiat agar kita menjadi seorang pembaca yang sebenarnya. Dan hal ini jarang ditemui di buku-buku bergenre sejenis lainnya.

Cerminan malas membaca tokoh-tokoh dalam buku ini, mungkin akan sering dijumpai, karena semua orang pun tahu kalau membaca adalah hal yang malas untuk dilakukan. Namun, setelah tokoh-tokoh dalam buku ini bangkit untuk memperbaiki diri, kejutan besarlah yang mereka dapatkan. Mayoritas mereka mendapatkan keuntungan tak terduga dan bermanfaat, karena mereka dapat mengaplikasikan ‘membaca’ ke hal lain, misalnya menulis, sebagai bekal ujian, hobi, atau untuk mengikuti lomba. Semuanya telah membuktikan bahwa membaca adalah hal keren yang bisa dilakukan siapapun, kapanpun, dan dimanapun.

Bisa dibayangkan, jika semua orang Indonesia seperti orang-orang dalam buku ini, Indonesia akan maju pesat tanpa menunggu waktu yang lama.

Malas membaca dikalangan generasi muda memang sudah jadi trend (mungkin). Karena mereka lebih tertarik membaca status-status di jejaring sosial. Hanya buku pelajaran yang setia menemani mereka, padahal untuk membuka wawasan, kita perlu banyak buku dan banyak membaca. Dengan membasmi epidemi malas membaca sampai ke akar-akarnya, satu-satunya hal mutlak yang bisa didapatkan adalah kesuksesan. Cukup membaca, kau sudah keliling dunia! Seperti beberapa kisah dalam buku ini.

Inspirasi dan motivasi dalam buku ini dapat kita lihat dari kisah para penulisnya yang meraih prestasi gemilang, karena membaca. Sekali lagi, karena membaca. Diantaranya, ada yang karyanya diterbitkan dalam beberapa buku solo maupun antologi, ada yang karyanya menang dalam event blog nasional, ada yang sukses menerbitkan novel dan menang lomba novel nasional tingkat MA, juga ada yang sukses lomba artikel tingkat provinsi, dan masih banyak lagi yang menginspirasi.

So, buku berkualitas yang dibalut dengan cover menyejukkan dan eye catching ini, pantas dimiliki semua orang yang berniat membasmi kemalasan dalam membaca. Karena setelah membaca buku ini, anda akan tertarik untuk membaca buku-buku bermanfaat lainnya.

Meskipun ada beberapa naskah dalam buku ini yang tidak menyertai bacaannya dengan tips atau kiat-kiat ‘membaca’ secara langsung. Namun, buku ini tetap memikat dan wajib loh dimiliki oleh siapa saja yang berikrar untuk sukses di masa depan. Well, cekidot!

-Dede Abdul Hamid

 

Rasanya tak salah lagi jika mulai sekarang kita harus rajin membaca, dan untuk rajin membaca kita butuh motivasi, yaitu dengan membaca buku “Cinta Membaca” ^_^

 

 

 

 

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Terdapat 9 Komentar pada "Cinta Membaca"

  1. Robert Davis Chaniago

     |
    March 17, 2014 at 1:11 pm

    kok tampilanya seperti ini ya? coba bu mampir ke halaman tutorial ini 🙂
    http://wacana.siap.web.id/daftar-isi-bantuan-siap-wacana

  2. Futicha Turisqoh

     |
    March 18, 2014 at 12:52 am

    Tampilannya gimana Bapak? Manakah yang harus kurubah??

  3. Robert Davis Chaniago

     |
    March 18, 2014 at 11:01 am

    Textnya kok bermacam-macam gitu yak? 😀

  4. Futicha Turisqoh

     |
    March 21, 2014 at 5:40 am

    @Robert: iyah, biar rame…. hehe ^_^ mungkin kalau ngetik langsung sih bisa sama… tapi lama, makanya saya ambil dari word dulu, naskah hasil lomba dan resensi, biar cepet, tinggal copast… jadinya begitu … Ada masalah buatmu??

  5. Robert Davis Chaniago

     |
    March 21, 2014 at 10:37 am

    Biar seragam bu, jadi enak dibaca buat lainnya 🙂
    gunakan fitur kitchen sink > paste as plain text kalau mau copas dari word anda sendiri, jadi style bawaan word yang masih ada dapat dihilangkan dari situ 🙂
    silahkan berkunjung ke laman tutorial http://wacana.siap.web.id/daftar-isi-bantuan-siap-wacana

  6. Rhedjozt

     |
    March 24, 2014 at 3:28 pm

    Saran Mbaknya, mungkin bisa ditambahkan tautan ke situs tempat penulis resensi tersebut mengunggahnya di internet. Hal ini juga agar memudahkan pembaca artikel ini untuk merujuk langsung ke penulis resensinya secara langsung.

  7. Futicha Turisqoh

     |
    March 21, 2014 at 12:15 pm

    Terimakasih orang pintar… Sudah aku edit, gimana? Masih aneh tampilannya? ^_^

  8. Futicha Turisqoh

     |
    March 21, 2014 at 12:28 pm

    @Robert: Sebenarnya saya lebih suka huruf TNR, seperti yg dari word… Gimana caranya? Anda tau?

  9. Futicha Turisqoh

     |
    March 29, 2014 at 3:34 pm

    @Rhedjost: Wah, kan sudah saya jelaskan di komentar, kalau naskah resensi itu hasil lombaku, jadi hanya aku yg punya. Jadi untuk apa menyertakan situs segala??

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

Herbaltick

Jual obat kutu anjing herbaltick.com hub, 0856-0000-0624 paling ampuh dan aman basmi kutu, camplak maupun p ...
Daftar Artikel Terkait :  1
Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0