Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Opini & Ide

Beranda / Opini & Ide / Etos Kerja Guru PNS yang Buruk
Etos Kerja Guru PNS yang Buruk
50 Komentar | Dibaca 14396 kali

Saya sering menerima keluhan dari teman-teman seprofesi yang notabene masih berstatus guru non PNS. Bukan keluhan tentang kesejahteraannya yang kurang, tapi mengeluhkan kinerja guru PNS yang mengajar asal-asalan.

Sebut saja Bu Rini, guru TK non PNS yang sering SMS ke nomor ponselku. Bahkan pernah saat jam istirahat dia mengirimku SMS yang bikin aku tersenyum.

“Jam segini kepsekku baru berangkat, padahal dari pagi aku sudah ngos-ngosan ngajari anak-anak latihan nari. Gajinya sih hampir 8 juta, tapi berangkat ke sekolah selalu jam 9 …. Enak banget ya jadi PNS? Ngajar suka-suka duite banyak.”

***

Lain lagi cerita   temanku dari lain kecamatan, yang menggerutu karena Ketua IGTKI dan kepseknya yang cenderung arogan, tidak pernah mau menerima masukan dari anak buahnya yang masih non PNS. Ngasih masukan positif sedikit saja langsung dibilang keminter, katanya. Dia bilang, “Berangkat cuma duduk, gak pernah ngajar. Kerjanya cuma nulis RKH, nemuin tamu, rapat keluar untuk acara ini itu. Gimana dia tahu permasalahan guru dan murid-muridnya jika gak pernah berinteraksi dengan anak didiknya?”

***

Menelisik dari cerita-cerita senada dari teman-teman guru, rasanya miris sekali. Sepertinya guru-guru TK yang masih non PNS tenaga dan pikirannya dikuras habis-habisan untuk kemajuan anak didiknya, sementara guru TK yang sudah PNS dan kebanyakan menjabat sebagai kepala sekolah hanya bisa menikmati gaji buta tanpa merasa pusing menghadapi anak didik yang bermacam-macam polah dan berjuta karakter, yang selalu bergerak dan tak mau diam.

***

Memang, tidak semua guru PNS yang “parah”, sebab banyak juga guru PNS yang etos kerjanya bagus. Saya hanya ingin mencermati keluhan-keluhan yang ada, bukan berdasarkan asumsiku belaka. Menurutku, ada beberapa sebab kenapa hal seperti ini berlanjut tanpa ada yang menegur ataupun memberi sanksi, jika itu adalah sebuah kesalahan. Padahal setahu saya,  kode etik PNS di antaranya: “…. berkemampuan melaksanakan tugas secara profesional dan bertanggung jawab dalam menyelenggarakan tugas pemerintahan dan pembangunan. ”

Kemungkinan mereka (guru non PNS) takut jika menegur atasannya akan berimbas pada hal buruk, seperti dipecat misalnya, atau khawatir akan terjadi permusuhan di antara mereka karena atasan tersinggung yang pada akhirnya hubungan menjadi tidak kondusif lagi. Apalagi jika sampai dilaporkan ke dinas, tentunya akan lebih buruk lagi akibatnya. Jadi satu-satunya yang bisa dilakukan hanyalah diam dan menggerutu di belakang.

***

Melihat kinerja guru PNS di lembaga Taman Kanak-Kanak yang sedemikian rupa, sepertinya masih lebih baik kinerja guru TK non PNS yang kuamati selama ini, meski upah yang diterima sangat jauh dari sejahtera.  Yang membuatku salut, para guru swasta mengajarnya benar-benar maksimal, tidak setengah-setengah, bahkan mereka lebih ceria dibanding para guru PNS yang lebih banyak mengeluhkan problematika rumah tangga dan kehidupan pribadinya. ^_^

/p

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Terdapat 50 Komentar pada "Etos Kerja Guru PNS yang Buruk"

  1. Kian Santang

     |
    March 26, 2014 at 11:04 am

    Memang kebanyakan guru PNS seperti yang anda paparkan kayaknya tidak punya target pekerjaan, mereka sepertinya hanya beranggapan setelah jadi PNS mereka bisa bebas dari target pekerjaan yang utama yaitu MENCERDASKAN ANAK DIDIK, mereka hanya memikirikan bagaimana saya naik jabatan/golongan/pangkat sehingga gaji naik.

  2. Robert Davis Chaniago

     |
    March 26, 2014 at 4:30 pm

    mungkin bisa diberikan gambar featured images yang agak besar resolusinya bu, biar nanti tampilanya ndak pecah2 🙂 minimal panjang 660pixel dan lebar 350pixel, sekalian juga sumber gambarnya dicantumkan pada diskripsinya.

    Selamat artikelnya sudah masuk ke pilihan editor minggu ini 🙂

  3. Panca Nugroho

     |
    March 26, 2014 at 4:39 pm

    saya kira itu tidak hanya terjadi di lingkungan kegururan…hampir semua instansi seperti itu. jika dibandingkan dengan dengan swasta maka akan sangat jauh tertinggal.
    inilah sebenanrya mental mental PNS yg tidak bertanggung jawab. karena mau kerja atau ndak mereka tetap mendapatkan gaji…

  4. Robert Davis Chaniago

     |
    March 26, 2014 at 5:01 pm

    betul betul betul *upin ipin mode : on*

  5. KETUT PARTA

     |
    March 27, 2014 at 7:27 am

    habis pajak negara buat gaji PNS yang gak bener kerjanya. Sertifikasi guru buang-buang uang negara saja. semua hanya panggung sandiwara.