Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Opini & Ide

Beranda / Opini & Ide / Etos Kerja Guru PNS yang Buruk
Etos Kerja Guru PNS yang Buruk
49 Komentar | Dibaca 11173 kali

Saya sering menerima keluhan dari teman-teman seprofesi yang notabene masih berstatus guru non PNS. Bukan keluhan tentang kesejahteraannya yang kurang, tapi mengeluhkan kinerja guru PNS yang mengajar asal-asalan.

Sebut saja Bu Rini, guru TK non PNS yang sering SMS ke nomor ponselku. Bahkan pernah saat jam istirahat dia mengirimku SMS yang bikin aku tersenyum.

“Jam segini kepsekku baru berangkat, padahal dari pagi aku sudah ngos-ngosan ngajari anak-anak latihan nari. Gajinya sih hampir 8 juta, tapi berangkat ke sekolah selalu jam 9 …. Enak banget ya jadi PNS? Ngajar suka-suka duite banyak.”

***

Lain lagi cerita   temanku dari lain kecamatan, yang menggerutu karena Ketua IGTKI dan kepseknya yang cenderung arogan, tidak pernah mau menerima masukan dari anak buahnya yang masih non PNS. Ngasih masukan positif sedikit saja langsung dibilang keminter, katanya. Dia bilang, “Berangkat cuma duduk, gak pernah ngajar. Kerjanya cuma nulis RKH, nemuin tamu, rapat keluar untuk acara ini itu. Gimana dia tahu permasalahan guru dan murid-muridnya jika gak pernah berinteraksi dengan anak didiknya?”

***

Menelisik dari cerita-cerita senada dari teman-teman guru, rasanya miris sekali. Sepertinya guru-guru TK yang masih non PNS tenaga dan pikirannya dikuras habis-habisan untuk kemajuan anak didiknya, sementara guru TK yang sudah PNS dan kebanyakan menjabat sebagai kepala sekolah hanya bisa menikmati gaji buta tanpa merasa pusing menghadapi anak didik yang bermacam-macam polah dan berjuta karakter, yang selalu bergerak dan tak mau diam.

***

Memang, tidak semua guru PNS yang “parah”, sebab banyak juga guru PNS yang etos kerjanya bagus. Saya hanya ingin mencermati keluhan-keluhan yang ada, bukan berdasarkan asumsiku belaka. Menurutku, ada beberapa sebab kenapa hal seperti ini berlanjut tanpa ada yang menegur ataupun memberi sanksi, jika itu adalah sebuah kesalahan. Padahal setahu saya,  kode etik PNS di antaranya: “…. berkemampuan melaksanakan tugas secara profesional dan bertanggung jawab dalam menyelenggarakan tugas pemerintahan dan pembangunan. ”

Kemungkinan mereka (guru non PNS) takut jika menegur atasannya akan berimbas pada hal buruk, seperti dipecat misalnya, atau khawatir akan terjadi permusuhan di antara mereka karena atasan tersinggung yang pada akhirnya hubungan menjadi tidak kondusif lagi. Apalagi jika sampai dilaporkan ke dinas, tentunya akan