Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / Jam Gadang pun Berasap
Jam Gadang pun Berasap
0 Komentar | Dibaca 1173 kali
Rhedjozt @rhedjozt
18 March 2014

Saat berkunjung ke beberapa daerah di Provinsi Sumatera Barat minggu kemarin, banyak hal-hal baru yang cukup membuka mata saya. Mulai dari kebiasaan berlalu-lintas yang ternyata tidak jauh berbeda serampangannya dengan daerah lain, sampai ke rasa asli Masakan Minang yang ternyata jauh lebih enak daripada harapan saya sebelumnya.

Sudah menjadi kebiasaan, saat berkunjung ke daerah di luar daerah domisili saya, walaupun untuk keperluan pekerjaan, saya selalu berusaha untuk mengunjungi lokasi-lokasi yang unik di daerah tersebut. Saat berkesempatan datang ke Bukittinggi, saya sempatkan datang ke Jam Gadang, sebuah menara jam berukuran besar yang terletak di pusat Kota Bukittinggi, yang sejak lama terkenal sebagai salah satu tujuan wisata utama di Provinsi Sumatera Barat. Menurut sejarahnya, Jam Gadang ini didatangkan langsung dari Rotterdam, Belanda melalui pelabuhan Teluk Bayur (“salah dua” tujuan wisata lain di Sumatera Barat), dan di dalamnya menggunakan mesin yang hanya dibuat dua unit di dunia, dengan mesin yang lain ada di menara jam Big Ben di London, Inggris (referensi dari Wikipedia).

Ada hal yang membuat saya miris saat mengambil gambar Jam Gadang kemarin, yaitu dimana biasanya langit akan tampak biru cerah, namun kemarin tampak seperti mendung. Saya katakan seperti mendung, karena sebenarnya cuaca saat itu tidak mendung, namun tebalnya asap di udara Bukittinggi dan mungkin hampir seluruh Sumatera Barat membuatnya seperti mendung. Ya, Jam Gadang pun tak kebal dari suramnya cuaca akibat asap dari Riau, yang berasal dari praktek tak senonoh dalam pembukaan ladang gambut di sana. Keagungan menara yang sudah berdiri sejak tahun 1926 itu pun takluk diselimuti kelamnya asap pembakaran hutan. Tinggal saya yang sibuk berjanji kepada diri sendiri, untuk suatu ketika datang lagi saat tak ada asap kelam, saat langit biru cerah dan sinar matahari tak terhalang.

Jam Gadang, Bukittinggi Km 0, Sumatera Barat

Jam Gadang, Bukittinggi Km 0, Sumatera Barat

Namun, yang pertama, seharusnya saya berjanji untuk membantu mencerahkan langit Bukittinggi terlebih dahulu. Saya boleh menghujat, boleh mengusulkan, boleh beropini, namun bila tak ada usaha nyata yang saya lakukan, tak layak rasanya saya berharap kembali ke sana saat langit cerah.

Mari bersama #melawanasap, demi kita, yaitu saya dan Anda.

 

NB: Foto menyusul diunggah setelah melalui proses penyesuaian.

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

pitapembersih

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  1

Komentar Terbaru

Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0