Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / KEHILANGAN KARTU PEGAWAI ELEKTRONIK (KPE) DAN LALIN YOGYA
KEHILANGAN KARTU PEGAWAI ELEKTRONIK (KPE) DAN LALIN YOGYA
0 Komentar | Dibaca 1032 kali

Pada Desember liburan semester ganjil 2013/2014 saya beserta keluarga mudik ke Yogya. Yogya yang saya lihat adalah yogya yang sudah pengap dan sumpek dengan kepadatan lalulintas. Kemrawutan lalin hampir sama dengan kota-kota yang pernah saya lewati, namun perbedaan yang mencolok adalah kayanya yogya dengan traffic lamp (lampu lalu lintas), dari sekian ruas jalan, rata-rata waktu penyalaan lampu  merah lebih lama daripada penyalaan lampu warna hijau. Yang saya alami, lampu merah menyala tidak ada yang kurang dari 60 detik, bahkan di ruas tertentu dapat menyala sampai 200 detik, ini bukan di hanya satu titik saja, silakan Anda buktikan dengan berkeliling yogya dan bandingkan penyalaan lampu warna hijau, rata-rata 20 – 30 detik.  Ketika Anda terjebak di suatu persimpangan, siapkan diri Anda dengan perbekalan yang cukup.

Pengalaman lain yang cukup menjengkelkan adalah pemanfaatan Kartu Pegawai Elektronik yg juga berfungsi sebagai ATM, di Bali KPE sudah diaktifkan sebagai ATM, pada akhir Desember ada dana yang cair di BPD Bali, saya coba mengecek melalui ATM BPD Yogya namun ATM BPD yogya tidak bisa membaca ATM/KPE Bali, kemudian saya beralih ke BRI, lokasi yang saya pilih adah ATM BRI di suatu toko modern di jalan Bantul, saya tidak sempat membaca ATM itu bermasalah atau tidak, langsung KPE/ATM saya masukkan ke mesin. Saya tunggu beberapa saat tidak muncul perintah memasukkan PIN atau informasi lain, tetapi yang munvul justru tulisan “Maaf ATM ini Tidak dapat dipergunakan, terima kasih”. Karena ada info tersebut, maka transaksi saya gagalkan dengan menekan “cancel”, tunggu punya tunggu kartu KPE/ATM itu tidak muncul, maka saya langung kontak ke call centrenya, mendapat jawaban bahwa kartu yang tertelan itu biasanya akan dimusnahkan. Saat itu masih cuti bersama sehingga saya tidak bisa langsung BRI setempat, dua hari sesudahnya baru ke BRI setempat yaitu di jalan Bantul, oleh petugas saya laporkan kronologi kejadiannya dan mohon bantuan agar kartu ATM/KPE saya bisa kembali, petugas tersebut kemudian mengontak pihak ketiga yang mengoperasikan ATMnya, saya dijanjikan akan dikabari lebih lanjut, namun tiada kabar apa pun. Saya kembali ke BRI setempat, dijawab oleh petugas, ATM/KPE sudah dikirim. Hingga saat tulisan ini dibuat,sudah sekitar 3 bulanan, saya tidak mendapat kabar apa pun dari BRI Yogya. Yang menjadi pertanyaan, tahukah BRI itu tentang Kartu Pegawai Elektronik yang berfungsi juga sebagai ATM, hanya sebegitukah kemampuan BRI dalam mengelola mesin-mesin ATMnya, apakah pemilihan pihak ketiga itu tidak melalui seleksi yang mumpuni. Yang jadi masalah bagi saya adalah apabila ada sidak/tug