Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / Kenapa masih JOMBLO
Kenapa masih JOMBLO
3 Komentar | Dibaca 2345 kali

Pepatah “Kalau jodoh tak akan kemana” sering dijadikan alasan para jomblowan ketika ditanya apakah mereka sudah punya pasangan. Memang benar kalau sudah jodoh tidak akan kemana, tapi pepatah tersebut sebaiknya tidak dijadikan pedoman sedemikian sehingga kita sering melewatkan kesempatan untuk bertemu dengan jodoh kita.

flowchart-jomblo1

Beberapa penyebab lelaki belum kunjung ketemu jodoh yang mungkin bisa merubah sudut pandang para jomblowan

  1. Kurangnya rasa percaya diri, dalam pergaulan mungkin dalam komunitas sering kita jumpai lelaki yang jomblo biasanya rasa percaya dirinya kurang. Logisnya kalau bergaul dalam komunitas saja sulit apalagi mau menggauli (jangan berfikir macam-macam) wanita idaman.
  2. Tidak punya banyak kenalan ataupun relasi, peranan kenalan dan relasi sangat penting karena bisa jadi dan memang kebanyakan mereka yang mengenalkan kita pada seorang wanita atau bahkan menjadi mak comblang untuk memuluskan niat kita untuk mendekati wanita.
  3. Kere, memang sudah menjadi kenyataan kalau wanita bahkan calon mertua pasti akan lebih memilih lelaki yang berpenghasilan. Makanya lelaki kaya biasanya sangat mudah memperoleh pasangan, karena itu bisa dijadikan jaminan masa depan kalau sudah meninkah.
  4. Muka pas-pasan (hehehe), kita tidak menyangkal bahwa jaman sekarang banyak sekali wanita yang sangat mementingkan fisik pasangan mereka (terutama muka), hal ini mungkin dikarenakan para wanita akan lebih percaya diri saat berjalan bersama pasangan mereka yang ganteng.
  5. Egois, ini hal yang paling penting, karena dalam membina sebuah hubungan kita harus dapat memahami kelebihan dan kekurangan pasangan kita, sehingga kita tak bisa memaksakan pasangan kita untuk berbuat lebih untuk kita, hampir semua wanita menginginkan pasangan yang pengertian dan tidak egois. Ketika seorang mempunyai pasangan mereka harus siap berkorban demi pasanganya.

  6. Kurang romantis, banyak orang yang bilang bahwa romantis adalah bumbu yang paling penting dalam menjalin asmara, sehingga baik wanita maupun lelaki akan lebih menyukai pasangan yang romantis dan tidak kaku dalam berhubungan.
  7. Tidak berani menyatakan cinta (NEMBAK),   banyak sekali lelaki yang tak berani menyatakan cinta, hal ini dikarenakan karna adanay faktor kurang percaya diri. Bagaimana mau punya pasangan jika menyatakan cinta ke wanita saja tak berani, ingat ungkapan ini “lelaki punya kewenangan memilih,wanita punya kewenangan menolak” artinya lelaki berhak meminang wanita manapun, asal sesuai aturan, tapi wanita juga berhak untuk menolak pinangan pria tadi.
  8. Kurang humoris, dalam berinteraksi biasanya wanita suka dengan lelaki yang lebih humoris, karena mereka akan merasa nyaman dan terhibur dan akan selalu lebih memilih berinteraksi dengan orang yang punya rasa humor yang lebih.
  9. Kurang pergaulan, salah satu penyakit yang juga bisa berdampak buat kita jadi susah dapatkan pasangan yang kita inginkan. Kita kadang berdiam diri, tidak punya banyak teman dan lain-lain.

Semoga bisa menjadi refrensi untuk tidak putus asa karena tidak punya pasangan. 😀

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....
Tags :  

Terdapat 3 Komentar pada "Kenapa masih JOMBLO"

  1. Robert Davis Chaniago

     |
    March 20, 2014 at 2:37 pm

    wah.. calon hot trit gan 😀

  2. Kian Santang

     |
    March 20, 2014 at 2:39 pm

    Realita masa kini

  3. Rhedjozt

     |
    March 24, 2014 at 3:31 pm

    Mungkin juga karena belum punya roda masbro, masih sandal jepit, jadi kena telikung terus gara-gara kurang sigap bermanuver 😀

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

ATANG GHOFAR MU'ALIM

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  1

Komentar Terbaru

Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0