Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / Melihat Matanya Hilang Semua Kecemasan.
Melihat Matanya Hilang Semua Kecemasan.
3 Komentar | Dibaca 823 kali

Alhamduillah anak pertamaku lahir. Ini adalah kebahagian luar biasa. Begitu aku melihat matanya terbuka, Yaaa tuhan…. tidak bisa kuucapkan dengan kata-kata, atau uraikan dengan tulisan bagaiman bahagianya perasaanku.
Jum’at sore 28 Februari 2014. Sebelum berangkat mengajar MDA ke Setia Baru, jari telujuk istriku tersayat pisau dapur, mengucurkan banyak darah, aku membatin, “apa ini sebuah pertanda buruk “ tanyaku dalam hati.
Tidak ada peristiwa yang buruk terjadi, tugasku mengajar MDA yang lebih populernya disebut dengan didikan Jum’at Sore di Masjid Nurul Iman Setia Baru Nagari Parik, Kecamatan Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat itu, seperti biasanya berjalan lancar. Cuma anak-anak yang minta supaya cepat pulang.
Jum’at malamnya, berjalan seperti biasa, kami terlelap pulas sekali. Tapi. Sekitar jam satu. Aku dikejutkan, istriku dengan rasa cemas mendalam. Meminta supaya cepat-cepat diantar kerumah orang tuanya, dari rahimnya keluar cairan.
Tengah malam itu,setelah memberitahu ayah ibu istriku. Dengan mengendrai sepeda motor, kami menyisir jalan mencari bidan yang belum tidur, mengetuk pintu rumah bidan yang dinilai mau memberi pertolongan di etngah malam buta. Setelah melewati banyak rumah bidan. Maka akhirnya sampai lah kerumah Bersalin Sakinah, dengan penuh harapan, bu bidan yang ada di rumah bersalin tersebut menolong sepenuh hati.
Jam 11 siang istriku minta pulang, meskipun bubidan meminta tunggu dulu sampai sore, karena merasa sehat-sehat saja, dan tanda-tanda akan melahirka n pun tidak ada. Setelah menyelesaikan administrasi sebanyak 250.000,- kami lansung menstater motor.
Tidak sempat istirahat lama dirumah, istriku bilang, “rasa mau buang air besar, tapi tidak mau keluar.”
Sabtu tanggal 1 Maret 2014. Sekitar jam setengah 3 terjadi ketegangan, istriku menangis meronta kesakitan, akhirnya dengan mengendrai motor ku bawa kerumah Bidan Siska, Kesakitan pun semakin menjadi-jadi, aku disuruh Bu bidan menjemput kain-kain perlengkapan, Sepulangnya, setelah mengetuk pintu , bu bidan menyuruh masuk kekamar persalinan, alangkah terharunya aku melihat bayi kecil itu,…………..berobat semua keletiahan.
Saat mengetik tulisan ini, anakku berada di ingkubator, sesekali terdengar suara tangisnya, karena prematur, kata bu bidan perlu di hangatkan, entah berapa bayarannya nanti aku tida perduli.

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Terdapat 3 Komentar pada "Melihat Matanya Hilang Semua Kecemasan."

  1. Robert Davis Chaniago

     |
    March 16, 2014 at 10:04 pm

    Selamat 😀

  2. Kian Santang

     |
    March 17, 2014 at 10:17 am

    Selamat sudah jadi bapak, teruskan perjuanganmu BUNG! semangat!!

  3. HUSNIJAL, S.HI

     |
    May 15, 2014 at 9:36 pm

    MAKASIH

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

Muh Fahri

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  5
Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0