Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / Mitos yang salah tentang kreativitas anak
Mitos yang salah tentang kreativitas anak
0 Komentar | Dibaca 1096 kali

Memiliki anak kreatif adalah kebanggaan tersendiri untuk orangtua. Namun, sampai saat ini banyak orangtua salah paham dalam mendefinisikan kreativitas, hingga akhirnya tercipta kekeliruan dalam menyikapi potensi kreatif anak dengan maksimal.

Suwun KabehTerlepas dari bagaimana orang mengartikan kreativitas, tetapi kebanyakan sepakat bahwa kreativitas berkaitan dengan kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang anyar dan baru, tanpanya manusia tidak akan mampu menciptakan suatu kemajuan. Ternyata selain keragaman definisi, banyak mitos kreativitas yang banyak dipercaya oleh orangtua, yang mana tak semua mitos tersebut seutuhnya valid. Beberapa di antaranya adalah seperti berikut;

Mitos 1. “Anakku tidak kreatif”
Mendengar kata kreatif orangtua biasanya langsung pesimistis dengan kemampuan berkreasi anak-anak mereka. Padahal, menurut seorang seniman sekaligus penulis buku Creative You, David Goldstein, menuliskan bahwa setiap orang memiliki sisi kreatifnya sendiri.

Lalu menurut David, tanpa disadari banyak orangtua yang secara tidak langsung menutup “jendela” kreativitas anak mereka di usia dini. Contohnya, jika Anda melihat si kecil mewarnai langit dengan warna ungu karena dianggapnya cantik, maka Anda akan langsung menegurnya sembari mengatakan bahwa langit itu berwarna biru. Tahukah Anda bahwa cara tersebut “membunuh” imajinasi anak dan menghambat impuls kreatifnya.

Mitos 2. Kreativitas = seni
Hanya karena anak Anda tidak bisa melukis, bernyanyi, atau membuat istana dari pasir, bukan berarti anak tidak kreatif. “Bimbing anak untuk membangkitkan sisi kreativitas alami mereka,” ungkap David. Ingat, yang namanya kreatif tak selamanya memahami seni. Daya khayal anak yang variatif merupakan potensi untuk berpikir out of the box, hal seperti ini harus dihargai sebagai kreativitas.

Mitos 3. Kreativitas itu sembrono
Mungkin saja Anda sering melihat seorang yang kreatif seperti seniman bertingkah dan berpenampilan berantakan. Tak heran akhirnya tercipta sebuah penilaian kalau orang kreatif cenderung tidak tahu aturan dan sembrono. Kalau menurut David, sebenarnya seseorang yang bekerja di dunia kreatif cenderung lebih bebas stres, memiliki kesehatan yang lebih baik secara fisik dan emosional.

Mitos 4. Kreatif itu genetik
Salah besar jika Anda berpikir demikian, karena semua orang itu pada dasarnya kreatif, tergantung bagaimana dukungan dari lingkungan sekelilingnya. David membagi kreativitas menjadi beberapa jenis berdasarkan kepribadiannya.

“Salah satu faktor besar yang memengaruhi kreativitas adalah kepribadian yang introvertdaripada yang ekstrovert. Orang yang ekstrovert adalah anak yang sangat baik dalam berinteraksi, sedangkan anak yang introvert adalah anak yang tenang dan lebih ekspresif,” jelasnya.

Jika anak Anda tergolong ekstrovert maka ia akan menyalurkan kreativitasnya lewat cara dia bersosialisasi dengan teman-temannya dan lingkungan sekitar. Jika anak adalah sosok yangintrovert maka anak akan menyalurkan kreativitasnya saat ia sedang tenang dan sendirian.

Mitos 5. Kreativitas itu berarti melakukan sesuatu
Dibandingkan membuat prakarya atau proyek kreatif lainnya, anak-anak lebih suka menonton film dan baca buku saja. Lalu, apakah ini tandanya ia tak kreatif? belum tentu! Karena nonton film, baca buku juga bisa menjadi hal yang kreatif jika dilakukan dengan niat dan bukan hanya sekadar pengisi waktu luang.  Menonton film, dan baca buku akan membantu mereka untuk mengembangkan imajinasi dan pemikiran baru dalam seiring dengan perkembangan otak mereka.

Sumber : YouBeauty
Penulis : Christina Andhika Setyanti
Editor : Syafrina Syaaf
Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

Ricari Sinaga

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  1

Komentar Terbaru

Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0