Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / PERJUANGAN MENJADI GOLONGAN HITAM
PERJUANGAN MENJADI GOLONGAN HITAM
0 Komentar | Dibaca 624 kali

Sudah punya niat pingin jadi golongan hitam di pemilu bulan depan, padahal sebelumnya antipati dengan yg namanya pemilu dan tetek bengeknya. Ini efek dari sosialisasi para penggiat pemilu di dunia maya. Lanjut cerita, berhubung belum ada pandangan babar blas soal caleg, langsung browsing ke web KPU.

Alangkah kagetnya, ternyata akses web-nya wuzz-wuzz. Beda jauh dengan akses website Kemenpan waktu pengumuman CPNS atau web pengumuman SNMPTN yang sering down waktu diakses ribuan user. Padahal kan perhelatan pemilu sudah hitungan minggu aja, pasti banyak calon pemilih yang ingin tahu bagaimana profil orang-orang yang akan menjadi wakil mereka nanti. Selain itu pasti database websitenya kan banyak banget, ada ribuan data caleg dalam web tersebut, pasti akan memberatnya akses website jika hanya dibuat dan dikelola asal-asalan.

Dalam batin udah makin semangat aja, berarti KPU sudah niat nih. Tampilan webnya juga keren dan user friendly. Langsung buka data caleg. Dari sini keanehan mulai timbul, waktu cek DCT anggota DPR ama DPD sih baik-baik aja. Baik mulai Foto ampe profil dalam bentuk PDF dapat dibuka dengan kecepatan cahaya. Tapi ketika mulai beranjak ke anggota DPRD Provinsi, foto tidak keluar. Ketika klik biodata yg PDF malah keluar “DATA NOT FOUND” ? Coba klik di caleg lain, sama aja. Klik di partai lain juga sama ???.

Akhirnya coba ganti ke anggota DPRD kabupaten, hasilnya malah lebih parah lagi, yang keluar malah tulisan “HALAMAN YANG ANDA BUKA BELUM TERSEDIA” akhirnya tanda tanya berubah menjadi tanda seru !!!

Akhirnya terjawab sudah kenapa web KPU bisa wuzz..wuzz.. aksesnya,
ternyata mungkin cuma saya aja yang akses web tersebut untuk hari ini. Mungkin banyak yang kecewa ketika penyelenggara pemilu juga tidak siap dan tidak mendukung untuk mengurangi angka golongan putih (baca=golput).

Ketika para pemilih seperti saya dalam posisi kebingungan dan serba salah. bingung mencari tahu siapa yang akan dipilih untuk menjadi wakilnya. dan selalu disalahkan sebagai pihak yang tidak bertanggung jawab karena tidak menyalurkan hak pilihnya untuk menuju Indonesia yang (katanya) lebih baik.