Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / tugas wawancara roten
tugas wawancara roten
0 Komentar | Dibaca 899 kali

roten 124

TUGAS BAHASA INDONESIA

WAWANCARA

 

Disusun oleh        :

Nama     : Iza Zulekha

Kelas      : X – 2

DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA

UPTD SMA NEGERI 1 BOJONG

Jl. Raya Tuwel, Kec. Bojong, Kab. Tegal Kode pos 52466

No. Hp ( 0283 ) 3336237 E – mail : smansabo@indo.net.id

Tahun pelajaran 2012 / 2013

Kata Pengantar

 

Assalamu’alaikum wr. wb

Puji syukur kami haturkan kepada Tuhan Yang Maha esa atas izin – Nya laporan tentang cara membuat roten ini selesai kami susun. Laporan ini berisi : Topik, Identitas Narasumber, Tujuan, tempat, tanggal wawancara, hasil percakapan, alat dan bahan, cara membuat, dan simpulan.

Laporan ini sengaja dibuat dalam bentuk teks sederhana dengan maksud agar pembaca  yang mempelajari buku ini dapat memahaminya dengan mudah. Dengan demikian, diharapkan pembaca tidak hanya membacanya saja, tetapi dapat mempraktekanya.

Mungkin di sana – sini terdapat laporan yang terlampau mendalam atau sebaliknya. Hal ini dapat terjadi karena perbedaan persepsi dalam cara pembuatan roten.

Penulis buku ini menyadari bahwa buku ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu kami menunngu kritik yang membangun, demi mendapatkan laporan yang lebih lengkap atau – pun mendalam. Semoga laporan ini bermanfaat. Amin!

Wassalamu’alaikum wr. wb

 

 

Bojong, 2013

Penulis

 

 

 

 

 

 

 

  • TOPIK            : CARA PEMBUATAN ROTEN
  • NARASUMBER         
  1. NAMA       : IBU NURKHIKMAH
  2. ALAMAT   : SUMBAGA RT 02 / RW 03 Kecamatan BUMIJAWA. Kabupaten TEGAL
  • TUJUAN       : INGIN MENGETAHUI CARA PEMBUATAN ROTEN
  • TEMPAT, TANGGAL WAWANCARA :

DI RUMAH NARASUMBER, MINGGU 24 FEBRUARI 2013 jam 04.30 – 06.00  WIB dan jam 14.30 – 16.00 WIB

  • DIALOG WAWANCARA        

Reporter              : “Apa bahan yang dibutuhkan untuk membuat roten?”

Narasummber   : “Bahan bahan yang dibutuhkan  mudah. Saya hanya membutuhkan tepung terigu 2 kg, gula pasir ⅟2 kg, pernipan secukupnya, mentega ⅟2 bungkus, 8 telur, minyak secukupnya, dan soda kue.”

Reporter              : “Apakah ada resep rahasia yang anda masukan ke dalam adonan roten, supaya roten anda enak?”

Narasumber       : “Tidak, saya hanya menggunakan bahan – bahan biasa, tidak ada yang spesial.”

Reporter              : “Bisakah jelaskan langkah – langkahnya?”

Narasumber       : “Tentu, pertama masukan semua bahan – bahan tadi ke dalam mankuk besar, kemudian aduk. Kedua tambahkan air 1 gayung, aduk lagi sampai benar – benar tercampur rata. Ketiga ambil adonan menggunakan sendok, dan cetak bula – bulat menggunakan tangan. Keempat nyalakan kompor, tuangkan minyak, tunggu hingga minyak panas. Kemudian goreng adonan hingga matang atau berubah warna kecoklatan. Kelima tiriskan, bisa langsung disajikan atau dibunkus untuk dijual.”

Reporter              : “Berapa roten yang biasa anda produksi dalam 1 hari?”

Narasumber       : “Kira – kira maksimal 100 roten”

Reporter              : “Kapan dan dimana anda memproduksi?”

Narasumber       : “Sekitar jam 03.00 – 06.00 WIB, di rumah.”

Reporter              : “Kepada siapa anda menjualnya?”

Narasumber       : “Kepada bakul langganan saya.”

Reporter              : “Dimana anda memasarkanya?”

Narasumber       : “Dipasar Bumijawa, saya berangkat setiap hari jam 06.00 WIB dan pulang sekitar jam 10.00 WIB.”

Reporter              : “Berapa modal yang anda keluarkan untuk membuat roten?”

Narasumber       : “Sekitar Rp 25.000, – “

Reporter              : “Berapa keuntungan anda dalam 1 hari?”

Narasumber       : : “Jika harga roten Rp 500, – dikali 100 roten / hari, berarti keuntunganya Rp 25.000, – / hari. Sebenarnya saya berjualan semata – mata untuk membantu suami memenuhi kebutuhan dan sekaligus menyekolahkan anak.”

Reporter              : “Sejak kapan anda berdagang roten?”

Narasumber       : “Sudah 5 tahun, berarti sejak tahun 2005.”

Reporter              : “Apa yang anda lakukan jika dagangan anda tidak laku di pasar?”

Narasumber       : “Dijual di rumah atau dimakan sendiri.”

Reporter              : “Apakah anda mempunyai banyak karyawan?”

Narasumber       : “Tidak, saya tidak mempunyai karyawan.”

Reporter              : “Terus siapa yang membantu anda?”

Narasumber       : “Tetangga dan anak – anak saya.”

Reporter              : “Berapa orang yang membantu anda?”

Narasumber       : “Sekitar 6 orang.”

Reporter              : “Apakah manfaat atau kegunaan roten menurut anda?”

Nara sumber      : “Untuk mengirimi orang di sawah atau roten  juga dapat mengenyangkan perut.”

Reporter              : “Apakah anda mempunyai niat untuk mengembangkan bisnis ini lebih jauh?”

Narasumber       : ‘tentu ingin, tapi modalnya yang susah, jadi kapan – kapan saja.”

 

  • CARA MEMBUAT ROTEN
  1. ALAT  :
  2. Sendok
  3. Mangkuk besar
  4. Kompor
  5. Penggorengan
    1. BAHAN :
    2. Tepung terigu 2
    3. Gula pasir ⅟2 kg
    4. Pernipan secukupnya
    5. Mentega ⅟2 bungkus
    6. 8 telur
    7. minyak secukupnya, dan
    8. Soda kue.”

LANGKAH – LANGKAH – nya

1)      Masukan semua bahan – bahan tadi ke dalam mangkuk besar, kemudian aduk.

2)      Tambahkan air 1 gayung, aduk lagi sampai benar – benar tercampur rata.

3)      Ambil adonan menggunakan sendok, dan cetak bula – bulat menggunakan tangan.

4)      Nyalakan kompor, tuangkan minyak, tunggu hingga minyak panas.

 

5)      Kemudian goreng adonan hingga matang atau berubah warna kecoklatan.

6)      Tiriskan.

 

7)       Bisa langsung disajikan,

 

atau dibunkus untuk dijual.

 

  • URAIAN

Setelah mencoba membuatnya, ternyata roten adalah makanan ringan yang mudah dibuat. Roten juga bisa dibuat oleh siapapun dan juga bisa mengenyangkan perut. Selain itu juga bisa untuk jajanan orang saat mengirim ke sawah.

  • SIMPULAN

Roten merupakan makanan ringan masyarakat biasa yang bisa mengenyangkan perut. Selain itu, juga bisa diproduksi oleh siapapun untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Disamping itu, roten juga merupakan bisnis yang menjanjikan, asalkan dapat pintar – pintar mengrlola bahanya dan menambah sesuatu yang berbeda seperti : menambah kan bahanya agar lebih enak, mengisi roten dengan berbagai macam isi misal : coklat, strowbery, nanas, kacang, kelapa dan lain – lain. Itu akan menambah nilai jualnya, yang tadinya Rp 500,-/roten menjadi Rp 1000, – / roten. Jika tidak percaya, buktikan laporan ini dan cobalah sendiri. Selamat menoba, dan semoga beruntung!

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

Suzanne

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  1
Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0