Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Informasi Umum

Beranda / Informasi Umum / HABIS GELAP TERBITLAH TERANG “135th R.A. Kartini” (1879-2014)
HABIS GELAP TERBITLAH TERANG “135th R.A. Kartini” (1879-2014)
0 Komentar | Dibaca 1660 kali

kartini

 

Door Douisternis tut Licht merupakan judul buku R.A. Kartini yang diterjemahkan ke bahasa Belanda yang berarti “Habis Gelap, Terbitlah Terang”. Buku itu berisi antologi surat-surat R.A. Kartini semasa hidupnya yang ditujukan kepada sahabat penanya di Nedherland dan Eropa. Surat-surat tersebut dihimpun oleh sahabatnya Mr.J.H. Abendanon seorang Direktur Pengajaran dan Kerajinan di tanah Hindia Belanda pada tahun 1911, sekaligus rekanan Ayahandanya Bupati Jepara R.M. Adipati Ario Sosroningrat yang sangat disegani oleh rakyat pri-bumi khususnya di tanah Jepara.

Sebenarnya apakah makna dibalik judul tersebut???

Secara garis besar, buku tersebut memberikan petunjuk, bimbingan, serta informasi segala sesuatu secara detail tentang perjalanan hidup Beliau serta segala hal yang dirasakan waktu itu. Mulai dari gejolak sosial tanah pribumi, deskriminasi perempuan, keluarga, sahabat, dan cita-citanya untuk meneruskan pendidikan ke negeri Eropa. Buku itu mengalami pergeseran sudut pandang seiring para penerjemah yang mengadabtasi dengan lingkungan sosial. Secara harfiah, terjemahan judul buku yang dipergunakan J.H. Abendanon sebenarnya dikutip dari syair Jawa yang dulu pernah disunting Kartini yang berbunyi,

“Habis malam terbitlah terang, Habis badai datanglah damai, Habis juang sampailah menang, Habis duka tibalah suka”.

Di sisi lain, faktor keadaan spiritual Kartini masa itu juga sangat terguncang, karena baginya agama islam itu sangatlah suci untuk dipahami. Sejak dari nenek moyangnya telah menganut agama islam. Coba perhatikan kutipan surat ini,

“…di sini orang diajari membaca al-quran, tapi tidak mengerti apa yang dibacanya, saya menganggap hal itu pekerjaan gila; mengajari orang membaca tanpa mengajarkan makna yang dibacanya” (surat kepada Nona E.H. Zehandelaar, 6 Novemper 1899).