Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Opini & Ide

Beranda / Opini & Ide / Ketika SMS Tak Dijawab Oleh Orang Penting
Ketika SMS Tak Dijawab Oleh Orang Penting
0 Komentar | Dibaca 911 kali

Beberapa waktu yang lalu saya mengikuti seminar nasional “Mewujudkan Guru Profesional, Sejahtera, dan Terlindungi untuk Pendidikan Bermutu,” tepatnya pada tanggal 15 Maret 2014 di Gedung KORPRI Slawi – Tegal. Pembicara saat itu Dr. H. Sulistyo, M. Pd (Ketua Umum PB PGRI, anggota DPD RI)

Beliau bercerita tentang perjalanan hidupnya sejak menjadi guru SD hingga menjadi dosen dan pejabat. Saya sempat terharu dan terkagum-kagum, apalagi saat ia menceritakan perjalanan cintanya dengan sang kekasih yang terputus hanya gara-gara ia seorang guru SD.

Berlanjut kepada cerita perjuangannya yang begitu hebat untuk guru, aku pun semakin kagum padanya, apalagi pemaparan beliau yang sangat piawai tentang persoalan pendidikan, di antaranya tentang delapan standar pelayanan minimal rendah (khususnya pendidik dan tenaga kependidikan), regulasi sistem pendidikan (UU Sisdiknas, Desentralisasi), komitmen dan konsistensi (problem implementasi, anggaran rendah, lembaga pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat dilihat hanya sebelah mata), dan lain-lain yang dikupasnya dengan jelas.

Menurutnya, sekarang guru harus kreatif, tidak monoton pada satu kurikulum. Bahkan, masih kata beliau, perubahan kurikulum di kelas harus ada. Dengan begitu, peserta didik tidak akan jenuh dengan pembelajaran yang diberikan guru.

Yang menggembirakan, sertifikasi guru juga berkat perjuangan beliau melalui PGRI. Mudah-mudahan para guru yang sudah sertifikasi bisa merasakan kesejahteraannya, terutama para guru penerima tunjangan sertifikasi 2013 yang sedang ditunggu-tunggu saat ini, yang menurut berita akan cair di akhir bulan Maret 2014 sekarang ini. ^_^

Ujung dari seminar nasional tersebut,  Pak Sulistyo mengajak peserta seminar untuk memilihnya di pemilu 9 April 2014 nanti, sebagai caleg DPD RI kembali. “Apakah kalian tega membiarkan saya kalah?” begitu pertanyaannya yang diulang-ulang kepada peserta seminar yang disambut dengan gelak tawa. Sebagai guru yang sudah melihat sepak terjangnya dan perjuangannya selama ini untuk guru, rasanya memang tidak tega membiarkannya kalah di pemilihan legislatif nanti.

Sebelum ku mengenal sosok beliau, saya sudah punya pilihan untuk caleg DPD RI nanti. Tapi sejak ku mengikuti seminar itu, rasanya tidak tega juga jika ku tak memilih Pak Sulistyo.

Di akhir paparannya, beliau memberi kesempatan kepada peserta untuk bertanya. Aku pun  langsung tunjuk jari, karena banyak hal yang ingin kutanyakan. Tapi sayang, panitia sama sekali tidak melirikku, yang berusaha tunjuk jari tinggi-tinggi tapi tak dilihatnya. Hanya 3 penanya yang diberi kesempatan bertanya. Dengan sedikit kecewa, aku pun mengalah. Ya sudahlah, jika memang sudah tak ada kesempatan lagi ‘tuk bertanya. Namun beliau meninggalkan nomor ponselnya untuk peserta. Aku pun segera mencatatnya dengan cepat. Lumayan, dapat nomor orang penting, pikirku.

Kulihat jam di HP-ku. Sudah saatnya aku pergi, keluar ruangan, karena ada acara siang ini. Aku tidak ingin terlambat, jadi aku pun segera berpamitan kepada kepsekku yang duduk di sebelahku. Sesampai di tempat acara, segera ku-SMS Pak Sulistyo, menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang mengganjal di kepalaku, dan berharap dijawab di forum, sembari ku-SMS kepsekku, barangkali Pak Sulistyo menjawab pertanyaanku.

Tapi menjelang sore, kepsekku SMS, katanya Pak Sulistyo tidak sempat  menjawab semua pertanyaan dari peserta seminar, karena waktunya sudah tidak mencukupi, apalagi Bapak Bupati (Ki Enthus) sudah menunggu untuk tampil. Ya sudahlah, mungkin besok beliau bisa menjawabnya.

Esok harinya, kucoba SMS lagi, kali-kali aja beliau mau menjawab pertanyaanku. Tapi hingga kini tak satupun SMS dari beliau yang singgah di nomor ponselku. Aku pikir, rasanya tak mungkin orang penting mau SMS ke aku, apalagi aku hanya seorang guru swasta. Ya sudahlah, itu hak beliau, mau menjawab atau tidak.

Sekarang aku berpikir tentang pencalonan beliau sebagai caleg DPD RI. Haruskah nanti kupilih beliau? Dia tidak peduli dengan pertanyaanku, apakah beliau juga akan peduli dengan masa depanku? Entahlah, kita lihat saja nanti, jariku mau mencoblos ke gambar yang mana …. ^_^

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....
Tags :  

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

Deni Kurniawan As'ari

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  1
Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0