Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Opini & Ide

Beranda / Opini & Ide / Sajak Kimia
Sajak Kimia
1 Komentar | Dibaca 3664 kali

Mungkin ketika mendengar kata ‘KIMIA’ yang ada dipikiran sebagian besar adalah mengerikan. Kimia, cabang ilmu sains yang mempelajari materi dan perubahannya beserta energi yang menyertainya.

Nah, yang perlu ditekankan di sini adalah kata MATERI. Materi itu sendiri adalah segala sesuatu yang mempunyai massa dan menempati ruang. Menggunakan bahasa yang lebih materi adalah segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. Dengan demikian karena ilmu kimia mempelajari tentang materi, maka materi itulah yang disebut sebagai ZAT KIMIA.

Anda tentu sering atau setidak-tidaknya pernah mendengar kata Kimia. Namun begitu banyak media massa yang menghubungkan istilah kimia dengan segala sesuatu yang membahayakan, maka orang sering lupa akan jasa, manfaat, dan kebaikan produk-produk kimia yang kita nikmati sehari-hari. Misalnya, obat-obatan yang menyelamatkan hidup kita, pupuk-pupuk yang melipatgandakan produksi lahan pertanian kita, berbagai bahan pakaian dan kosmetika yang memperindah tubuh kita. Bahkan yang sering terlupakan, udara yang kita hirup setiap hari adalah bahan kimia.

Kimia dalam kehidupan
Peristiwa atau reaksi kimia sangat erat hubungannya dengan kehidupan kita sehari-hari. Life is Chemistry. Semua zat penyusun tubuh kita dan semua makanan yang masuk ke dalam tubuh kita merupakan zat-zat kimia, yang harus mengalami berbagai reaksi kimia lebih dahulu sebelum dapat berfungsi sebagai sumber tenaga ataupun sebagai pembangun tubuh. Ketika kita tidur nyenyak dan dibuai mimpi indah, kita tetap hidup dan sehat lantaran reaksi kimia yang senantiasa berlangsung sewaktu kita bernafas. Bahkan tatkala anda bekerja atau berpikir, suatu reaksi kimia sedang berlangsung pada sel-sel otak Anda, dan jika seandainya reaksi kimia itu terganggu (mudah-mudahan tidak) maka Anda memerlukan Psikiater atau paling tidak dokter.

ilustrasi-praktikan-bidang-kimia

Jelaslah kita sangat perlu memahami ilmu kimia dari berbagai sudut pandang.

Bahan kimia berbahaya?
Setiap hari kita senantiasa bergaul dengan benda-benda yang dihasilkan oleh suatu industri kimia. Sabun dan pasta gigi di kamar mandi, pakaian yang kita kenakan, kendaraan yang kita tumpangi, kertas dan tinta di kantor anda, pelumas di bengkel, semua itu merupakan hasil dari ilmu kimia. Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan maka orang-orang semakin giat melakukan inovasi dengan menemukan barang-narang baru dari industry kimia. Plastik, karet sintesis, paduan baja, pertisida, bahan bakar, obat-obatan, bahkan teknologi komputer mengmenggunakan bahan semikonduktor dan superkonduktor serta serat keramik, semua itu juga berkat adanya ilmu kimia.

Penggunaan produk-produk kimia tanpa memahami ilmu kimianya sendiri akan membawa bencana bagi kemanusiaan. Maka bijaklah kita dalam mengunakan bahan kimia sehingga tidak ada lagi masalah yang ditimbulkan dengan mengkambing hitamkan kimia. Melalui ilmu kimia, kita akan mampu mengontrol tingkah laku zat kimia dan mengarahkannya kepada hal-hal yang tidak mengancam kelestarian alam.

Belajar kimia bukanlah hanya pelajaran untuk anak sekolah yang berisi rumus-rumus dan persamaan reaksi yang harus dihafal kemudian segera dilupakan setelah lulus sekolah, melainlan ilmu yang mempelajari keindahan dan keteraturan hukum-hukum Ilahi di alam semesta untuk semua orang. Pemahaman terhadap ilmu kimia dapat meningkatkan ketakwaan kita kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sajak Kimia
“Kita bertemu terlalu dinihati belum kenalkimia
hanya reaksi penetralan
Bagai natrium hidroksida,
dengan asam klorida
Redoks biasa, sederhana
Laju reaksi hatimu terlalu cepat
reaksi eksoterm,
dengan entalpi pembakaran yang membara
terlalu tinggi
Dan harga sebuah tetapan
tak menggeser arah kesetimbangan cinta
Walau dengan konsentrasi tinggi
dari tiap mol kalimatmu
Sebuah baris puisiku larut
terhanyut aquades
Aku kini senyawa kimia
Hingga tabung reaksi pecah
kusebut namamu ferum
Hingga labu erlenmeyer lebur
kulihat bayangmu sulfur
Hingga mortar retak
kuhancur bongkahmu grafit
Dan akan segera kutitrasi senyum asetatmu
Kusiram sulfat mawar hitam mekar
kuhirup wangi semerbak amonium
kumbang sianida hisap serbuk sarimu_penuhkarbonat
Andai kimiaku cinta
berapa lama waktu paruh
peluruhan hati radioaktifku
Hatiku bukan gugus aldehid atau ester
bukan pula keton atau ester
Jadi tak bisa kau buat,
semudak mengoksidasi alkanon
Tapi Madame Currie kan nikahkan
asammu dan basaku
dengan Mendeleyef sebagai penghulu
Dan sebuah cincin uranium,
dan seperangkat logam inert,
kau bayar isobutana,
Tunai..”

Tulisan ini pernah saya terbitkan di salah satu forum online Indonesia.

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....
Tags :  

Hanya satu komentar pada "Sajak Kimia"

  1. Robert Davis Chaniago

     |
    April 8, 2014 at 2:17 pm

    Terima kasih telah meluangkan waktu untuk berinteraksi di SIAP Wacana, mohon untuk artikel selanjutnya untuk memberikan “featured images” sebagai identitas & pemanis artikel anda, serta jangan lupa untuk memberikan tautan sumber gambar yang digunakan agar tidak menyalahi aturan term & agreement.

    Silahkan berkunjung ke laman bantuan SIAP Wacana, semoga dapat membantu pembuatan artikel selanjutnya.

    url bantuan : http://wacana.siap.web.id/daftar-isi-bantuan-siap-wacana

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

Imam Fahrudin

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  12
Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0