Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Internet & Media Sosial

Beranda / Internet & Media Sosial / Serba Online,.. Baikkah..??
Serba Online,.. Baikkah..??
0 Komentar | Dibaca 991 kali

EUFORIA PENYIMPANAN DATA ONLINE DAN KONSEKUENSINYA

Internet, sebuah kata yang tak asing lagi selama belasan tahun belakangan ini. Menurut beberapa referensi yang saya lansir, ada banyak versi yang menyebutkan tahun berapa Internet mulai masuk dan berkembang di Indonesia. Namun secara umum dapat diambil kisaran tahun 1988-1996. Di awal keberadaannya, penggunaan Internet masih terbatas untuk keperluan pertahanan keamanan/militer, sains dan perkumpulan komunitas tertentu. Dalam perkembangan selanjutnya, ternyata dunia per-internetan mulai melebarkan sayapnya ke bidang pemerintahan, ekonomi, sosial, dan bidang-bidang strategis lainnya. Mau menghitung jumlah pengguna internet saat ini ? Dari beberapa sumber, angka pengguna internet diseluruh dunia pada tahun 2011 sudah mencapai lebih dari 2 milyar. Data terbaru jumlah penduduk dunia saat ini menembus angka 7 milyar. Jadi pengguna Internet dunia sudah lebih dari 28,5 %. Mau angka riilnya…?….saya menduga, belum selesai anda menghitung, angkanya sudah berubah lagi.

Begitu besarnya kebutuhan dan animo masyarakat terhadap penggunaan internet ini. Bahkan, kalau kita mau jujur, saat ini sudah tidak ada batasan usia lagi untuk menggunakan internet. Anak-anak berusia dibawah 10 tahun sudah mahir “browsing”, paling tidak untuk berselancar dengan game-online, facebook, dan lainnya. Dunia pendidikan, pemerintahan, perbankan, tak terhitung lagi yang menggunakan layanan internet untuk keperluan transfer dan penyimpanan data-data. Teknologi, selama ini memang harus kita akui sebagai sesuatu yang bermanfaat jika digunakan dengan baik dan bertanggung jawab. Berapa banyak manfaat yang dapat kita nikmati dari keberadaan teknologi ini, … tak terhingga. Tetapi, kita juga harus menyadari bahwa segala sesuatu itu ada pasangannya, ada siang-malam, kalah-menang, baik-buruk, berhasil-gagal, laki laki-perempuan, pintar-bodoh, dan …. banyak lagi.

Sebagaimana dua sisi yang berlawanan itu, dunia perinternetan juga sudah kita rasakan memiliki sisi positif dan negative. Sejauh ini, sudah ada beberapa (dan jumlahnya terus bertambah) “pemain” lama yang menyediakan jasa penyimpanan data online ini, namun sebut saja dua diantaranya yang terbesar Google dan Yahoo. Coba kita hitung berapa banyak dan lengkapnya data-data atau informasi didunia ini yang tersimpan, diketahui, dan dapat dikendalikan oleh mereka. Secara sadar atau tidak sadar, kita sudah digiring untuk “menyerahkan” asset data/informasi milik kita yang semakin lama semakin banyak dan lengkap kepada mereka. Terkait dengan sisi positif-negatif tadi, kita hanya berharap bahwa Google, Yahoo, dan Bank Data lainnya berada di genggaman tangan manusia-manusia yang bertanggung jawab. Siapa yang menjamin bahwa bank-bank data itu pasti terbebas dari kemungkinan resiko buruk, terbebas dari pencurian dan penyalah gunaan data. Sekarang saja sudah sering kita dengan betapa banyak orang pintar yang memanfaatkan kepintarannya untuk tujuan keuntungan pribadi atau kelompok tertentu dengan memanfaatkan data orang lain. Tak terbayangkan akibat yang akan terjadi apabila “bank data” itu berada di tangan-tangan yang salah.

Belakangan ini semua Sekolah, SKPD, dan Institusi lainnya berlomba-lomba menginput data Siswa, PTK, Pegawai, Karyawan melalui berbagai macam layanan online (yang notabene tidak semua lancar dalam mengisi dan upload data ), membuat pusing teman-teman yang belum lancar mengoperasikan komputer. Sisi baiknya jelas ada, yakni mereka dipaksa untuk belajar dan harus bisa. Sisi negatifnya, untuk teman-teman yang domisilinya di pelosok, belum ada jaringan internet atau terpaksa menggunakan flash modem yang “lelet”,… “kepusingan” mereka itu menjadi lahan baru bagi beberapa oknum lainnya untuk “membantu” mengisi upload data online. Sah-sah saja sih, tetapi sayangnya pasang tarif yang cukup berat bagi teman-teman didaerah.
Menurut saya, marilah kita manfaatkan kecanggihan teknologi dengan arif, dan tetap harus menyadari bahwa dunia internet adalah dunia maya, dunia di awang-awang. Berarti penjaga-penyidik-pengadilannya juga awing-awang. Kita tak boleh mengandalkan itu untuk semua hal. Saatnya untuk tidak melupakan betapa pentingnya untuk tidak mengobral semua data/informasi penting melalui dunia maya. Penyimpanan data manual tetap diperlukan sejauh kita mampu melakukannya. Tidak semua yang berbau internet online itu aman. Mari renungkan ……

Pengirim : Bangun Joko Laksono,SP *)

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

LUKMAN HADIANTA

Menghormati orang lain itu hal utama dari pada kita meminta orang lain menghormati kita
Daftar Artikel Terkait :  1
Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0