Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / Si Jinjit yang Cantik
Si Jinjit yang Cantik
2 Komentar | Dibaca 2170 kali

Ada dua siswi di tempatku mengajar yang selalu menjadi perhatianku. Mereka adalah Nafisa dan adiknya, Naila. Mataku hampir tak berkedip dibuatnya saat melihat mereka berjalan beriringan. Fantastic!

Bagaimana tidak. Nafisa adalah muridku, sementara Naila adalah siswi di kelas lain. Mereka selalu berjalan jinjit, dari awal jalan hingga tiba di tempat tujuan. Bagiku ini sangat unik, dimana di tahun-tahun sebelumnya aku tak pernah melihat anak berjalan yang selalu jinjit. Kadang aku berpikir, kok gak lelah ya? Padahal kan jalan jinjit itu capek.

nafisa2

Aku suka dengan Nafisa, karena selain jalannya yang unik, juga karena parasnya yang cantik dan rambutnya yang indah mirip Cleopatra, dan di kelas termasuk anak yang manis, sebab selalu mengerjakan tugas guru dengan baik, selalu selesai, meski teman-teman yang lain sudah pada istirahat. Ia selalu fokus pada pekerjaan hingga selesai. Itu yang kusuka. Dia juga berani bertanya jika tak bisa, dan jarang menangis. Ditambah lagi, ia selalu duduk di sampingku, bergelayut manja di pundakku.

Saat kuperhatikan cara jalannya, asik banget ngeliatnya. Njot njot, begitu langkahnya, meski tak kudengar suara langkah kakinya. Tiap hari aku selalu ingin melihat cara jalannya. Ibu mereka pun tersenyum setiap aku memperhatikan langkah kaki anak-anaknya.

jinjit

Saat kutanya ibunya, kenapa mereka bisa sama, jalannya jinjit. Kok bisa kompak begitu? Setelah ibunya menjawab pertanyaanku, baru kutahu, kalau ayahnya juga jinjit cara jalannya. Subhanallah …. ^_^

Pertanyaannya: Apa yang menyebabkan seseorang memiliki kebiasaan berjalan jinjit? Dari sumber yang kubaca di http://growupclinic.com/2012/08/01/penyebab-dan-penanganan-jalan-jinjit-pada-anak/ , ternyata sekitar satu dari 20 anak memiliki perilaku berjalan jinjit. Gangguan ini bukan sekedar kebiasaan tetapi sangat mungkin ada faktor gangguan yang mendasari. Gangguan ini bisa ringan sampai tidak ringan. Gangguan tidak ringan biasanya terjadi pada penderita cerebral palsy, muscular dystrophy atau penderta Autism. Sebagian besar lainnya ringan dan terjadi pada penderita normal. Sampai saat ini masih belum diketahui penyebabnya, tetapi salah satu penyebab jalan jinjit diduga karena gangguan sensoris. Bila tidak ditangani dengan baik dalam jangka panjang dapat berakibat kerusakan struktur kaki, tumit, dan pergelangan kaki.

Disebutkan di artikel tersebut, bahwa jalan jinjit adalah kondisi dimana anak berjalan menggunakan ujung kaki bagian jari. Beberapa kondisi gangguan otak seperti serebal palsi biasanya menyebabkan anak berjalan jinjit. Kendati begitu, tak sedikit anak yang sebenarnya sehat juga memiliki kebiasaan jinjit. Sering disebut juga dengan idiopatik.

Saat waktu anak mulai belajar berjalan, sekitar 9 sampai 16 bulan, mereka sering goyah, memiliki basis dukungan yang luas, dan mereka kadang-kadang mungkin lebih suka berjalan berjinjit. Penelitian telah menunjukkan bahwa jalan jinjit dianggap sebagai bagian yang dapat diterima dalam perkembangan normal. Jalan jinit adalah umum dan normal sampai 18 bulan, tapi dapat bertahan sampai anak 2-3 tahun. Anak biasanya tumbuh dari berjalan kaki dan dan dapat berkembang menajdi pola tumit-jari gaya berjalan pada usia 3. Berjalan kaki terus-menerus, di atas 3 tahun, dapat berhubungan dengan diagnosa seperti cerebral palsy, autisme, spina bifida, sindrom tali ditambatkan, distrofi otot, defisit sensorik integrasi, atau masalah neuromuskular lainnya.

Hampir 5% dari semua anak-anak kecil berjalan jinjit pada suatu masa. Meskipun demikian, di usia 5.5 tahun, kurang dari setengahnya masih melakukan hal ini. Mereka yang berjalan jinjit biasanya mulai melakukan hal ini ketika mereka pertama kali berjalan sendiri, meskipun beberapanya berjalan normal selama tahun pertama dan seterusnya. Mereka yang pernah berjalan jinjit melakukannya selama 1 sampai 2 tahun sebelum berjalan normal. Anak-anak yang masih berjalan jinjit di usia 5.5 tahun melakukannya sekitar 25% kali.. Anak-anak yang didiagnosa gangguan kognitif atau neuropsikiatrik seperti autis lebih cenderung berjalan jinjit; dalam penelitian, 41% anak-anak seperti itu pernah atau masih berjalan jinjit.

Bila berkepanjangan berjalan jinjit dapat mengakibatkan kekakuan, pengencangan dan nyeri pada tendon Achilles, yang dapat diredakan dengan latihan peregangan. Para orangtua dapat membantu anak-anak mereka untuk meregangkan kaki-kaki mereka saat sedang membaca atau menonton televisi. Hal ini membantu menjaga tendon Achilles tetap lentur dan meregang.

Pada anak sehat yang sesekali berjalan jinjit, biasanya di usia 5,5 tahun gaya berjalan mereka kembali normal dengan sendirinya. Di usia tersebut hampir separuh anak secara spontan memiliki gaya jalan normal.

Dalam penelitian yang dilakukan di Swedia terhadap 1.400 anak berusia 5,5 tahun ditemukan 40 persen anak yang mengalami gangguan perkembangan otak seperti autisme berjalan jinjit.

Para orang tua lebih dari 1.400 anak-anak berpartisipasi dalam penelitian ini, yang dilakukan di Blekinge County di tenggara Swedia. Pada pemeriksaan rutin anak-anak yang berusia 5.5 tahun, para orangtua ditanyakan pertanyaan mengenai anak-anak mereka dan berjalan jinjit.

Meskipun jumlah anak yang menderita gangguan neuropsikiatri dalam penelitian itu hanya 35 orang, tetapi para peneliti mengatakan hasil studi itu menguatkan studi sebelumnya yang menemukan tingginya prevalensi anak penderita gangguan kognitif atau mental yang berjalan jinjit.

Berjalan jinjit dapat menyertai gangguan seperti cerebral palsy dan distrofi otot, tetapi juga terjadi diantara anak-anak yang tidak memiliki kondisi yang mendasari itu. Dalam kasus-kasus seperti itu, anak-anak disebut pejalan kaki idiopatik. Sampai saat ini penyebabnya tidak diketahui secara pasti. Bisa terkait dengan syaraf, otot, gabungan keduanya atau faktor lain yang tak diketahui, katanya. Berdasarkan penelitian ini, jumlah anak-anak yang idiopatik juga tidak diketahui. Dalam pengamatan Children Foot Clinic Jakarta, sebagai besar penderita mengalami gangguan sensori.

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Terdapat 2 Komentar pada "Si Jinjit yang Cantik"

  1. Teguh Dwicaksana

     |
    April 4, 2014 at 1:23 pm

    Wah, saya sampai penasaran dan baru tau kalau ada orang yang suka jalan jinjit.

    Tautan di bawah ada penjelasannya sedikit …
    http://growupclinic.com/2012/08/01/penyebab-dan-penanganan-jalan-jinjit-pada-anak/

  2. Futicha Turisqoh

     |
    April 7, 2014 at 7:04 am

    Terimakasih atas infonya. Sudah saya tambahkan di sana ^_^

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

hummergirl

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  3

Komentar Terbaru

Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0