Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Pendidikan

Beranda / Pendidikan / Guru di Era AFTA 2015
Guru di Era AFTA 2015
1 Komentar | Dibaca 3494 kali

Supaji  Alatas  M.Pd

Guru SMP N I Tambak–Bawean-Gresik

ASEAN Free Trade Area (AFTA) atau daerah/kawasan bebas perdagangan yang dimulai tahun 2015 merupakan sebuah kesempatan besar sekaligus tantangan maha berat bagi guru di Indonesia.Posisi guru Indonesia bisa dikatakan belum cukup kuat untuk bersaing, dengan negara-negara  ditingkat ASEAN.Tujuan dari berlakungaya AFTA (Free Trade Area) pada tahun 2015 mendatang  guna untuk meningkatkan daya saing ASEAN  sebagai basis produksi dan jasa termasuk pendidikan  dalam pasar dunia.AFTA (Free Trade Area) sendiri merupakan persetujauan negara-negara ASEAN meliputi: Brunai, Indonesia, Malaysia, Filipin, Singapore, dan Thailan, sementara Vietnam bergabung tahun 1995 sedangkan Laos dan Mynmar tahun 1997, terakhir Kamboja tahun 1999.

Sebagai guru yang ingin maju dan secara profesional tentu akan setuju jika AFTA (Free Trade Area) diberlakukan di Indonesia, sebab bagaimanpun Indonesia salah satu termasuk anggota neraga-negara ASEAN, secara ilmiah dan keilmuan menurut penulis bahwa pemberlakuan AFTA (Free Trade Area) nantinya tentu akan memunculkan kecenderungan dampak positif dan negatif terutama dalam dunia pendidikan, dampak positf yang ada tentu memperluas hubungan lembaga pendidikan dengan negara tetangga misal: tukar antarpelajar itu salah satu wujud dari kerja sama dibidang pendidikan sementara dampak negatif yang dibawa AFTA (Free Trade Area) 2015 adalah kebebas guru dan dosen luar negeri menyaingi lapangan pekerjaan di Indonesia karena dengan AFTA (Free Trade Area), sepantasnya jika tenaga kerja pendidik mendatangkan, dan datang ke Indonesia karena kebebasan perdagangan dan jasa terutama dalam bidang pendidikan. Apalagi salah satu penyebab adalah produk pendidikan Indonesia saat ini kurang relevan dengan kebutuhan pasar kerja dimasa depan. Pendidikan Indonesia lebih mengarah kepada pendidikan akademis daripada pendidikan vokasional yang menghasilkan tenaga kerja terampil.

Illustrasi tambahan