Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Pendidikan

Beranda / Pendidikan / Hindarkan Anak Usia Dini Dari Kekerasan
Hindarkan Anak Usia Dini Dari Kekerasan
0 Komentar | Dibaca 1188 kali

image

Akhir-akhir ini marak praktik kekerasan terhadap anak, baik yang dilakukan oleh orang dewasa maupun dilakukan sesama anak. Termuat berlangsungnya kekerasan terhadap anak pun beragam, entah di rumah, di sekolah dan di lingkungan masyarakat. Yang sungguh memprihatinkan adalah bahwa rumah dan sekolah mestinya menjadi tempat yang aman bagi anak, tapi justru malah di dua tempat ini marak terjadinya kekerasan. Tentu hal ini perlu menjadi perhatian semua pihak.

Dalam hubungan itu, pihak pengelola Lembaga Pengembangan Anak Usia Dini Holistik dan Integratif yaitu Taman Siwaliparri Nikmatullah dusun Layonga Galung Desa Batulaya Kecamatan Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat menggelar pertemuan dengan menghadirkan ibu-ibu yang memiliki anak usia dini, dan menghadirkan pula para pemangku kepentingan pengembangan anak usia dini di Kecamatan Tinambung, antara lain St. Samsan, Bidan Desa Batulaya, Andi Istianah, Koordinator PLKB Kecamatan Tinambung, Hj. St. Salmah, S.Pd.I, Pengawas TK Kecamatan Tinambung dan Hamzah Ismail, S.Pd., Kepala UPTD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kecamatan Tinambung. Hadir pula Kepala Desa Batulaya, M. Idham. Salah satu hal yang mengemuka dalam pertemuan tersebut adalah peran orang tua dalam proses tumbuh kembang anak usia dini. Terkait dengan upaya pemberian layanan holistik dan integratif kepada anak usia dini, diharapkan stakeholder terkait berperan setara dan aktif terlibat dalam proses tumbuh kembang anak termasuk mereka yang sedang menjadi peserta didik di lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD). Dalam sambutannya, Hamzah Ismail, Kepala UPTD Disdikpora Kecamatan Tinambung, memaparkan dampak buruk perilaku kekerasan terhadap anak, khususnya anak usia dini. Hamzah Ismail, yang juga salah satu Trainer PAUD di Sulawesi Barat yang sudah sekian mengikuti pelatihan PAUD pada tingkat nasional, menyampaikan bahwa jika terjadi kekerasan terhadap anak, fisik maupun psikis, maka yang terkena dampak langsung adalah merosotnya kecerdasan anak. Hamzah Ismail, menyitir pendapat Bloom tentang 3 dalam 1 otak, yaitu otak bagian atas yang disebut korteks, seringkali disebut dengan topi pendidikan. Korteks inilah yang bertugas mengolah informasi yang terkait intelektualitas/penegetahuan. Kemudian ada yang disebut Limbik. Limbik ini tempatnya emosi, kasih sayang, kelembutan, bagian ketiga disebut dengan batang otak, yaitu batang otak. Batang otak tugasnya bertahan (fight atau fight). Lebih lanjut Hamzah Ismail menjelaskan, jika sistem limbik senantiasa berada dalam situasi aman dan nyaman karena mendapatkan perlakuan kasih, sayang dan kelembutan maka limbik akan memberi Support ke korteks sehingga korteks mampu bekerja secara optimal, kelak akan melahirkan anak yang cerdas. Tapi jika anak selalu mendapatkan perlakuan keras, fisik maupun psikis, maka yang akan berkembang adalah batang otaknya, dan akan menempatkan anak dalam posisi fight (melawan) atau flight (lari dari kenyataan). Dari uraian tersebut, Hamzah Ismail mengajak ibu-ibu yang hadir dalam pertemuan untuk memperlakukan anaknya penuh kasih dan sayang. “Tegasnya, kita mesti menghindarkan anak dari semua perilaku keras dan kasar, baik fisik maupun psikis, karena akan berdampak secara langsung terhadap perkembangan kecerdasan anak”, Hamzah Ismail mengunci sambutannya.

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Komentar Terbaru

Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0