Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Pendidikan

Beranda / Pendidikan / KENDALA PEMBELAJARAN TEMATIK KURIKULUM 2013 DI SD/MI
KENDALA PEMBELAJARAN TEMATIK KURIKULUM 2013 DI SD/MI
0 Komentar | Dibaca 26140 kali

K13

Pendahuluan

Pemerintah pada tahun lalu telah mengeluarkan kebijakan tentang Kurikulum 2013. Kebijakan ini antara lain memberi ruang gerak yang luas kepada lembaga pendidikan khususnya SD/MI dalam mengelola sumber daya yang ada, dengan cara mengalokasikan seluruh potensi dan prioritas sehingga mampu melakukan terobosan-terobosan sistem pembelajaran yang lebih inovatif dan kreatif.

Salah satu upaya kreatif dalam melaksanakan pembelajaran yang menggunakan kurikulum berbasis kompetensi di SD/MI adalah melakukan pembelajaran tematik. Pembelajaran model ini akan lebih menarik dan bermakna bagi anak karena model pembelajaran ini menyajikan tema-tema pembelajaran yang lebih aktual dan kontekstual dalam kehidupan sehari-hari. Namun demikian masih banyak pihak yang belum memahami dan mampu menerapkan model ini secara baik. Melalui tulisan ini akan diuraikan secara singkat tentang Pembelajaran Tematik  Kurikulum 2013secara konseptual dan implementasinya dalam kegiatan pembelajaran.

 

Arti dan Prinsip Dasar Pembelajaran Tematik

Pembelajaran Tematik  Kurikulum 2013dapat diartikan suatu kegiatan pembelajaran dengan mengintegrasikan materi beberapa mata pelajaran dalam satu tema/topik pembahasan. Sutirjo dan Sri Istuti Mamik (2004: 6) menyatakan bahwa Pembelajaran Tematik  Kurikulum 2013merupakan satu usaha untuk mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, nilai, atau sikap pembelajaran, serta pemikiran yang kreatif dengan menggunakan tema. Dari pernyataan tersebut dapat ditegaskan bahwa Pembelajaran Tematik  Kurikulum 2013dilakukan dengan maksud sebagai upaya untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan, terutama untuk mengimbangi padatnya materi kurikulum. Disamping itu Pembelajaran Tematik  Kurikulum 2013akan memberi peluang pembelajaran terpadu yang lebih menekankan pada partisipasi/keterlibatan siswa dalam belajar. Keterpaduan dalam pembelajaran ini dapat dilihat dari aspek proses atau waktu, aspek kurikulum, dan aspek belajar mengajar.

Dalam menerapkan dan melaksanakan pembelajaran tematik, ada beberapa prinsip dasar  yang perlu diperhatikan yaitu 1) bersifat terintegrasi dengan lingkungan, 2) bentuk belajar dirancang agar siswa menemukan tema, dan 3) efisiensi. Agar diperoleh gambaran yang lebih jelas berikut ini akan diurakan ketiga prinsip tersebut,  berikut ini.

  1. Bersifat kontekstual atau terintegrasi dengan lingkungan.

Pembelajaran yang dilakukan perlu dikemas dalam suatu format keterkaitan, maksudnya pembahasan suatu topik dikaitkan dengan kondisi yang dihadapi siswa atau ketika siswa menemukan masalah dan memecahkan masalah yang nyata dihadapi siswa dalam kehidupan sehari-hari dikaitkan dengan topik yang  dibahas.

  1. Bentuk belajar harus dirancang agar siswa bekerja secara sungguh-sungguh untuk menemukan tema pembelajaran yang riil sekaligus mengaplikasikannya. Dalam melakukan Pembelajaran Tematik  Kurikulum 2013siswa didorong untuk mampu menemukan tema-tema yang benar-benar sesuai dengan kondisi siswa, bahkan dialami siswa.
  2. Efisiensi

Pembelajaran Tematik  Kurikulum 2013memiliki nilai efisiensi antara lain dalam segi waktu, beban materi, metode, penggunaan sumber belajar yang otentik sehingga dapat mencapai ketuntasan kompetensi secara tepat.

 

Ciri-ciri Pembelajaran Tematik

Pembelajaran Tematik  Kurikulum 2013memiliki ciri-ciri atau karakteristik sebagaimana diungkapkan dalam www. pppg tertulis.or.id. sebagai berikut 1) berpusat pada siswa, 2) Memberikan pengalaman langsung kepada siswa, 3)  Pemisahan mata  pelajaran tidak begitu jelas, 4) Menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran., 5) Bersifat fleksibel, 6) Hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat, dan kebutuhan siswa. Agar diperoleh gambaran yang lebih jelas tentang karakteristik tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Berpusat pada siswa

Proses pembelajaran yang dilakukan harus menempatkan siswa sebagai pusat aktivitas dan harus mampu memperkaya pengalaman belajar. Pengalaman belajar tersebut dituangkan dalam kegiatan belajar yang menggali dan mengembangkan fenomena alam di sekitar siswa.

  1. Memberikan pengalaman langsung kepada siswa

Agar pembelajaran lebih bermakna maka siswa perlu belajar secara langsung dan mengalami sendiri. Atas dasar ini maka guru perlu menciptakan kondisi yang kondusif dan memfasilitasi tumbuhnya pengalaman yang bermakna.

  1. Pemisahan mata  pelajaran tidak begitu jelas

Mengingat  tema dikaji dari berbagai mata pelajaran dan saling keterkaitan maka  batas mata pelajaran menjadi tidak begitu jelas.

  1. Menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran.
  2. Bersifat fleksibel

Pelaksanaan Pembelajaran Tematik  Kurikulum 2013tidak  terjadwal secara ketat antar mata pelajaran.

  1. Hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat, dan kebutuhan siswa.

Sehubungan dengan hal tersebut diungkapkan pula dalam www p3gmatyo.go.id/download/SD/MI karakteristik pembelajaran terpadu/tematik sebagai berikut: 1) pembelajaran berpusat pada anak, 2) menekankan pembentukan pemahaman dan kebermaknaan, 3) belajar melalui pengalaman langsung, 4) lebih memperhatikan proses daripada hasil semata, 5) sarat dengan muatan keterkaitan.

Peran dan Pemilihan Tema dalam Pembelajaran Tematik

Tema dalam Pembelajaran Tematik  Kurikulum 2013memiliki peran antara lain:

  1. Siswa lebih mudah memusatkan perhatian pada satu tema atau topik tertentu.
  2. Siswa dapat mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi mata pelajaran dalam tema yang sama.
  3. Pemahaman terhadap  materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan
  4. Kompetensi berbahasa bisa dikembangkan lebih baik dengan mengaitkan mata pelajaran lain dan pengalaman pribadi siswa.
  5. Siswa lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas.
  6. Siswa lebih bergairah belajar karena mereka bisa berkomunikasi dalam situasi yang nyata.
  7. Guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara terpadu dapat dipersiapkan sekaligus dan diberikan dalam 2 atau 3 kali.

Pemilihan tema dalam Pembelajaran Tematik  Kurikulum 2013dapat berasal dari guru dan siswa. Pada umumnya guru memilih tema dasar dan siswa menentukan unit temanya.  Tema juga dapat dipilih berdasarkan pertimbangan konsensus antar siswa.

 

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran tematik

Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam pembelajaran tematik, yaitu:

  1. Pembelajaran Tematik  Kurikulum 2013dimaksudkan agar pelaksanaan kegiatan pembelajaran lebih bermakna dan utuh.
  2. Dalam pelaksanaan Pembelajaran Tematik  Kurikulum 2013 perlu mempertimbangkan alokasi waktu untuk setiap topik, banyak sedikitnya bahan yang tersedia di lingkungan.
  3. Pilihlah tema yang terdekat dengan siswa.
  4. Lebih mengutamakan kompetensi dasar yang akan dicapai dari pada tema.

 

Keunggulan dan kekurangan Pembelajaran Tematik

Pelaksanaan Pembelajaran Tematik  Kurikulum 2013memiliki beberapa keuntungan dan juga kelemahan yang diperolehnya. Keuntungan yang dimaksud yaitu:

  1. Menyenangkan karena bertolak dari minat dan kebutuhan siswa
  2. Pengalaman dan kegiatan belajar relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan siswa.
  3. Hasil belajar akan bertahan lebih lama karena lebih berkesan dan bermakna.
  4. Menumbuhkan keterampilan sosial, seperti bekerja sama, toleransi, komunikasi, dan tanggap terhadap gagasan orang lain.

Pembelajaran Tematik  Kurikulum 2013di samping memiliki beberapa keuntungan sebagaimana dipaparkan di atas, juga terdapat beberapa kekurangan yang diperolehnya. Kekurangan yang ditimbulkannya yaitu:

  1. Guru dituntut memiliki keterampilan yang tinggi
  2. Tidak setiap guru mampu mengintegrasikan kurikulum dengan konsep-konsep yang ada dalam mata pelajaran secara tepat.

 

Implementasi Pembelajaran Tematik  Kurikulum 2013 di SD/MI

Pembelajaran Tematik  Kurikulum 2013 di SD/MI merupakan suatu hal yang relatif baru,  sehingga dalam  implementasinya belum sebagaimana yang diharapkan. Masih banyak guru yang merasa sulit dalam melaksanakan Pembelajaran Tematik  Kurikulum 2013ini. Hal ini terjadi antara lain karena guru belum mendapat pelatihan secara intensif  tentang Pembelajaran Tematik  Kurikulum 2013ini. Disamping itu juga guru masih sulit meninggalkan  kebiasan kegiatan pembelajaran yang penyajiannya berdasarkan mata pelajaran/bidang studi.

Pelaksanaan Pembelajaran Tematik  Kurikulum 2013 di SD/MI pada saat ini  difokuskan pada kelas-kelas bawah (kelas 1 dan 2) atau kelas yang anak-anaknya masih tergolong pada anak usia dini, walaupun sebenarnya pendekatan Pembelajaran Tematik  Kurikulum 2013ini bisa dilakukan di semua kelas SD/MI.

Pembelajaran Tematik  Kurikulum 2013dilakukan dengan beberapa tahapan-tahapan seperti penyusunan perencanaan, penerapan, dan evaluasi/refleksi. tahap-tahap ini secara singkat dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Perencanaan

Mengingat perencanaan sangat menentukan keberhasilan suatu pembelajaran tematik, maka perencanaan yang dibuat dalam rangka pelaksanaan Pembelajaran Tematik  Kurikulum 2013harus sebaik mungkin Oleh karena itu ada beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam merancang pembelajan tematik ini yaitu: 1) Pelajari kompetensi dasar pada kelas dan semester yang sama dari setiap mata pelajaran, 2) Pilihlah tema yang dapat mempersatukan kompetensi-kompetensi  untuk setiap kelas dan semester, 3) Buatlah ”matriks hubungan kompetensi dasar dengan tema”, 4) Buatlah pemetaan pembelajaran tematik. Pemetaan ini dapat dapat dibuat dalam bentuk matriks atau jareingan topik, 5) Susunlah silabus dan rencana pembelajaran berdasarkan matriks/jaringan topik Pembelajaran Tematik  Kurikulum 2013

  1. Penerapan pembelajaran tematik

Pada tahap ini intinya guru melaksanakan rencana pembelajaran yang telah disusun sebelumnya. Pembelajaran Tematik  Kurikulum 2013ini akan dapat diterapkan dan dilaksanakan dengan baik perlu didukung laboratorium yang memadai. Laboratorium yang memadai  tentunya berisi berbagai sumber belajar yang dibutuhkan bagi pembelajaran di SD/MI. Dengan tersedianya laboratorium yang memadai tersebut maka guru ketika menyelenggarakan Pembelajaran Tematik  Kurikulum 2013akan dengan mudah memanfaatkan sumber belajar yang ada di laboratorium tersebut, baik dengan cara membawa sumber belajar ke dalam kelas maupun mengajak siswa ke ruang laboratorium yang  terpisah dari ruang kelasnya.

3.   Evaluasi Pembelajaran Tematik

Evaluasi Pembelajaran Tematik  Kurikulum 2013difokuskan pada evaluasi proses dan hasil. Evaluasi proses diarahkan pada tingkat keterlibatan, minat dan semangat siswa dalam proses pembelajaran, sedangkan evaluasi hasil lebih diarahkan pada tingkat pemahaman dan penyikapan siswa terhadap substansi materi dan manfaatnya bagi kehidupan siswa sehari-hari. Disamping itu evaluasi juga dapat berupa kumpulan karya siswa selama kegiatan pembelajaran yang bisa ditampilkan dalam suatu paparan/pameran karya siswa.

Instrumen yang dapat digunakan untuk mengungkap pemahaman siswa terhadap materi pelajaran dapat digunakan tes hasil belajar. dan untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa melakukan suatu tugas dapat berupa tes perbuatan atau keterampilan dan untuk mengungkap sikap siswa terhadap materi pelajaran dapat berupa wawancara, atau dialog secara informal.

Disamping itu instrumen yang dikembangkan dalam Pembelajaran Tematik  Kurikulum 2013dapat berupa: kuis, pertanyaan lisan, ulangan harian, ulangan blok, dan tugas individu atau kelompok, dan lembar observasi.

Kendala

Pada perubahan di kompetensi lulusan, peningkatan keseimbangan antara soft skills dan hard skills akan berpengaruh pada proses penilaian. Implementasi tersebut akar berpengaruh terhadap penilaian. Ketika standar kelulusan tidak hanya didasarkan pada ranah pengetahuan (ranah kognitif) saja maka proses penilaian tersebut menjadikan ulangan harian, ulangan tengah semester maupun ulangan semester bukan komponen inti penilaian. Tetapi seperti terlihat bahwa penggunaan portofolio dalam kurikulum baru ini menjadi sangat penting. Pertanyaan selanjutnya, tapukan apa itu portofolio? seperti apa portofolio? bagaimana penilaian yang menggunakan portofolio? Mungkin sebagian besar pendidik belum mengenal dan mengunakan ini dalam proses penilaian. Nanti kedepan mungkin saya akan mencoba membahas tersendiri apa itu portofolio.

 

Selanjutnya yang menjadi pekerjaan rumah dalam perubahan kurikulum yaitu bentuk pembelajaran yang bersifat tematik integratif? Apakah pendidik tau pendekatan itu seperti apa? Kendala dalam penerapan pendekatan ini seperti apa?. Nanti kedepan saya akan mencoba sharing apa itu pendekatan tematik integratif. Tapi yang menjadi bahan pemikiran saya ketika mendengar tematik integratif adalah dari dulu diterapkan pembelajaran tematik integratif pada kelas 1 sampai kelas 3 tetapi ketika melakukan proses penilaian, soal yang diberikan tidak dalam bentuk tematik integratif. Disini telah terjadi distorsi dan saling bertolak belakang. Dalam pemikiran saya salah satu contoh penilaian tematik integratif yang bisa dijadikan acuan yaitu bentuk TES KEMAMPUAN DASAR yang biasa dilakukan pada kelas 3. Dimana tes dilakukan hanya dalam satu waktu, dalam satu lembar soal yang mencakup berbagai kemampuan tidak terpisah-pisah. Dalam kenyataannya meskipun pembelajarannya dilakukan dengan tematik integratif tetapi tes dilakukan per mata pelajaran secara terpisah. Kita bandingkan dengan kata IPA terpadu atau IPS Terpadu dimana meskipun didalamnya terdapat mata pelajaran fisika dan biologi pada tingkatan SMP tetapi ujiannya dilakukan dalam satu berkas soal yaitu IPA saja. Tetapi di tingkatan SD yang ceritanya menggunakan pendekatan tematik terpadu tetapi ujian dalam bentuk mata pelajaran terpisah.

 

Kurikulum baru menampilkan julah mata pelajaran yang berkurang dari 10 menjadi 6 mata pelajaran saja tetapi dalam jumlah tatap muka menjadi bertambah sekitar 4 JP/minggu. Yang menjadi  bahan perdebatan sampai saat ini yaitu mengenai bahasa asing dalam tingkatan sekolah dasar secara tersirat tidak diperbolehkan. Beberapa alasannya yaitu pada tahap sekolah dasar, pembentukan karakter harus diperkuat, dengan memperbanyak jam bahasa indonesia dan meniadakan bahasa asing diharapkan siswa lebih memiliki rasa kecintaan terhadap bangsa dan negara Indonesia yang mudah-mudahan menjadi pondasi yang kuat dan tidak akan pudar. Yang menjadi permasalahan adalah bagaimana nasib guru bahasa asing yang mengajar di sekolah dasar dengan secara tersirat tidak memperbolehkan pembelajaran bahasa asing di Sekolah Dasar.

 

Dalam pembelajaran guru sering mengatakan ” DIAM ANAK-ANAK JANGAN BERISIK, DISKUSINYA PELAN-PELAN SAJA?” mungkin ini sering diucapkan, yang jadi pertanyaan apakah pembelajaran yang aktif siswa hanya mendengarkan saja dengan tenang?. Terlihat dalam pengembangan kurikulum Sekolah Dasar yang baru bahwa dalam proses pembelajaran guru diperbolehkan membawa anak-anak ke luar ruangan untuk pembelajaran. Dalam konsep seperti ini pembelajaran formal memiliki perluasan makna, bukan hanya pembelajaran yang dipantau di ruangan kelas, tetapi dapat dilakukan di ruangan kelas. Akankah guru mau menerapkan hal ini? dan seberapa banyak guru yang pernah menerapkan hal ini?. Mudah-mudahan kedepan pembelajaran yang bersifat holistik sain yang memperbolehkan siswa belajar di luar ruangan dapat diterapkan untuk mengaktifkan kemampuannya secara menyeluruh baik sikap, pengetahuan maupun keterampilan.

 

Ini hanya pemikiran saya. Mudah-mudahan kurikulum 2013 yang baru ideal dalam tataran konsep dan ideal dalam pelaksanaan.

 

Kesimpulan

 

Berdasarkan uraian di atas dapat ditegaskan bahwa Pembelajaran Tematik  Kurikulum 2013  dimaksudkan agar pembelajaran lebih bermakna dan utuh. Pembelajaran Tematik  Kurikulum 2013ini  memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan perhatian, aktivitas belajar, dan   pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajarinya, karena pembelajarannya lebih berpusat pada siswa, memberikan pengalaman langsung kepada siswa,   pemisahan mata  pelajaran tidak begitu jelas, menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran., bersifat fleksibel, hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat, dan kebutuhan siswa.

Pembelajaran Tematik  Kurikulum 2013agar berhasil dengan baik perlu dilakukan  dengan menempuh tahapan perencanaan, penerapan dan evaluasi.

 

Daftar Pustaka

 

Sutirjo dan Sri Istuti Mamik.  (2005). Tematik: Pembelajaran Efektif dalam Kurikulum 2004. Malang: Bayumedia Publishing.

 

www. pppg tertulis.or.id. Pembelajaran Tematik

 

www.p3gmatyo.go.id.Pembelajaran Tematik

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0