Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / Kutbah Jum’at di Masjid Nurul Iman Setia Baru, Tampil di Depan Umum itu Berat
Kutbah Jum’at di Masjid Nurul Iman Setia Baru, Tampil di Depan Umum itu Berat
0 Komentar | Dibaca 1528 kali

Acapkali penampilan seorang khatib saat berkutbah tidak menarik hati. Sehingga ada yang kuap-kuap, mendehem, resah karna Khutbah terlalu lama, dan tidur. Dan masih banyak lagi penilaian yang diberikan. Yang pada intinya hanya menyalahkan sang khatib.
Sekali-kali mintalah kepada pengurus masjid untuk diberi kesempatan berkutbah. Agar lutut itu bergetar dan keringat bercucuran.
Meskipun tidak sampai demikian, namun hampir begitulah yang kurasakan Jum’at 23 Mei 2014/23 Rajab 1435 H. Dipersilahkan pengurus masjid Khutbah Jum’at di Masjid Nurul Iman Setia Baru, Nagari Parik, Kecamatan Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat, Propinsi Sumatra Barat Indonesia.

Sebelumnya saya sudah sering kutbah, tetapi entah kenapa untuk kutbah hari itu sangat berat dan malas rasanya.
Apakah itu bertanda rasa iman didada menipis ?
Dalam suatu kesempatan, dikanto majlis guru ada henpon guru yang memutarkan ayat suci, Rika Reskina, S.Pd, mengatakan jika ada diantara guru yang merasa terganggu dengan bacaan al Qur’an, sangat disayangkan sekali, karena setan itu juga kepanasan apabila didengarkan ayat suci al-Qur’an.

Kembali kepada tema tentang khutbah Jum’at di atas. Alhamdulillah menurut penilaian saya, khutbah jum’at saya itu sukses, Tanpa rasa grogi dan beberapa jamaah, ada tatapannya tajam sekali, itu berarti dia tertarik. Tidak ada yang mendehem, atau yang batuk-batuk kecil. Setelah itu, ada rasa ketagihan dalam jiwa saya, tampil didepan umum itu adalah sebuah kehormatan sekali bagi

Tentang materi nya. Memang dipersiapkan dengan sepenuhnya. Judulnya “ Kenapa doa tidak dikabulkan” Sumbernya dirangkum dari berbagai sumber. Pertama tentu dari Al Qur’an, surat Al Baqarah ayat 186. Kemudian ceramah agama ustad Afwan, dan Ceramah Agama yang di dowload dari internet.

Ada beberapa hal yang menyebabkan kenapa doa kita tidak dikabulkan, oleh Allah SWT. Seperti kita mengenal ALLAH tapi tidaka mengerjakan perintahnya dan tidak meninggalkan larangannya. Kita mengaku nabi Muhammad SAW adalah Rasul, tetapi tidak mencintai dan melaksanakan sunnahnya.Kita Membaca al Qur’an tetapi tidak mengamalkannya.

Tidak berapa lama lagi akan pemilu presiden, akan ada beberapa pasangan yang akan memperebutkan kursi presiden dan wakil presiden, masing-masing pasangan akan sama-sama berdoa, tentu kalau doa keduanya dikabulkan akan ruwet, akan ada dua presiden. Tentu tidak mungkin.
Contoh kedua, ada dua pedagang, pertama pedagang bakso, kedua pedagang es, keduanya sama-sama ingin laris, pedagang bakso berdoa agar hujan gerimis, karena kalau gerimis bakso akan laris. Sementara pedagang es berdoa agar panas dan terik, karena kalau matahari terik es akan laris. Mereka mangkalnya berdekatan. Tentu akan ada salah satu diantara mereka yang doanya tidak terkabulakan.

Tidak terkabulnya doa. Bukan berarti Allah benci. Contoh seorang anak SD minta kepada ayahnya dibelikan Motor, jika tidak dituruti, belum tentu lantaran benci. Tetapi karena cinta orang tua kepada anaknya, karena jika dituruti bisa saja motor itu hanya akan mencelakakan anaknya tersebut.

Itulah sepenggal isi dari khutbah Jum’at saya didahadapan warga dan santri-santri pondok pesatren Darul Amin jorong Setia Baru, Nagari Parik Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, Propinsi Sumatra Barat Indonesia.

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

Makhrus Ali

Saya guru biologi sejak 01 Februari tahun 1998. Ijazah S1 Pendidikan MIPA Biologi FKIP Universitas Jember. ...
Daftar Artikel Terkait :  1

Komentar Terbaru

Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0