Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / PEMBEKALAN DA’I SEPASAMAN BARAT, PEMATERINYA DARI JAKARTA
PEMBEKALAN DA’I SEPASAMAN BARAT, PEMATERINYA DARI JAKARTA
0 Komentar | Dibaca 488 kali

Pembekalan Da’i Nagari se Pasaman Barat,
Drs. Fahrizul Rasyid Tampil Sebagai Pemateri

Seperti bulan-bulan sebelumnya, sebanyak 115 Da’i Nagari dibina, diberi pembekalan, pematerinya parat intelek, terkadang dari kota Jakarta, kota Padang dan dari Pasaman Barat, pada Rabu 15 Mei 2014 bertempat di aula kantor bupati Pasaman Barat, salah seorang pematerinya adalah Drs. Fahrul Rasyid. Seorang wartawan senior, penulis buku dan pembicara diberbagai seminar, dari kota Padang. Materi yang disampaikan berjudul “ Tantangan Bagi Da’i di Era Pemerintahan Nagari” Pemateri kedua adalah Drs. Lutfi. Kepala dinas Pendidikan Pasaman Barat. Dengan materi “ Pendidikan Berkarakter”
Drs. Fahrul Rasyid dalam penyampaiannya mengundang tepuk tangan dan tawa riuh dari para da’i dan da’iyah. Disamping menguasai materi juga mengandung lelucon mengandung kritikan ringan, serta penuh dengan istilah-istilah baru, seperti ” tertangkap kering”, jika ada tertangkap basah tentu ada pula tertangkap kering. Beliau juga menanyakan tentang kebiasaan para da’i-da’aiyah bersirondok/ bersimbunyi ketika menerima uang dari pengurus masjid setelah berceramah. Kalau merasa uang hasil ceramah itu halal kenapa harus sembunyi-sembunyi ?
Pada akhir materi, beliau mengadakan tanya-jawab dengan para da’i dan da’iyah. Tentu saja sesen tanya jawab tersebut tidak disia-siakan, salah seorang da’i mengacungkan tangan, awalnya sang da’i tamatan Timur Tengah itu, ogah pakai pengeras suara. Dengan suara tenang dan santai sang da’i bertanya “ Siapa tuhan bapak dan berapa jumlahnya ?”
Karena tadi ada pernyataan bapak yang membuat hati saya bergetar , kalau tidak salah yaitu ucapan “……………………………………, ” menurut para da’i lainnya pernyataan tersebut tidak boleh dikeluarkan, apalagi Drs. Fahrul Rasid seorang wartawan, bagaimana nanti jika pertanyaan itu di tulisnya di koran ? tentu akan mendapat kritikan dari para ulama.
Pertanyaan kedua dari da’i alumni Timur Tengah yang jaga ketua FPI Pasaman Barat itu adalah “Kenapa bapak tadi minumya sambil berdiri dan dengan tangan kiri, dimana letak nilainya …?”
Dengan tenang Fahrul Rasid menjawab pertanyaan tersebut. Dan meluruskannya. Tiada maksut-maksut lain. Boleh saja minum sambil bediri, melihat keadaan, bahkan di atas kuda pun boleh minum.
Sementara, Pemateri kedua Drs Lutfi, dalam penyampaiannya.Mengatakan bahwa pada acara perpisahan Sebuah SMP Ada seorang siswa yang telah berhasil menghafal satu jus , dan berpidato dalam tiga bahasa. Ini menurutnya adalah bukti keberhasilan para da’i dan da’iyah dan pemimpin Kabupaten Pasaman Barat dalam membangun Pasaman Barat diatas Tadah Agama.

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

Obat Sehat Pria

Kami agen pedagang obat herbal alami yaitu hammer of thor menjual obat pembesar alat vital yang asli, tidak ...
Daftar Artikel Terkait :  1
Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0