Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Opini & Ide

Beranda / Opini & Ide / AKREDITASI SEKOLAH “Antara Realitas & Kualitas”
AKREDITASI SEKOLAH “Antara Realitas & Kualitas”
2 Komentar | Dibaca 1365 kali
BUDI RAHAYU @budi212
17 June 2014

Sampai sekarang pemerintah tetap menuntut kepada Sekolah-sekolah untuk di Akreditasi. Sebenarnya apa sich makna Akreditasi bagi sekolah itu sendiri? Apakah Akreditasi itu berdampak positif bagi Sekolah? atau bahkan bagi warga sekolah itu sendiri? Dalam hal ini para guru, siswa-siswi dan para pejabat yang menaungi sekolah itu sendiri. Sampai sekarang, penulis masih belum mengerti dan kalau kita amati bersama sudah banyak sekolah-sekolah yang telah terAkreditasi, apakah itu dinilai Baik atau pun Amat baik, bahkan Cukup baik.

Penulis sendiri sampai sekarang masih merasa bingung dengan Akreditasi itu sendiri. Bagi penulis, sekolah ter -Akreditasi ataupun tidak kok sama saja ya? Mungkin karena penulis hidup dikampung, lainlah kalau di kota barangkali. Tidak ada perubahan sama sekali. bahkan kalaupun ada, maka perubahan itu hanya kearah perubahan yang tidak baik. Alias semakin terpuruk. Mengapa demikian? Selama ini, pemerintah banyak menuntut kepada para guru. Baik dari segi administrasi maupun tingkat keprofesionalismenya. Sementara mereka sendiri tidak banyak mengerti persoalan yang dihadapi oleh para guru itu sendiri. Terutama yang dikampung-kampung ya!

Penulis hanya melihat, tujuan diadakannya Akreditasi sekolah selama ini adalah hanya agar sekolah itu tidak MENUMPANG kesekolah lain, jika nantinya diadakan ujian nasional. dan itu menjadi ketakutan atau momok bagi kepala sekolah. Sampai-sampai kepala sekolah tempat penulis mengajar, sempat berkata, ‘kalau sekolah kita tidak ter-Akreditasi, bisa-bisa kita tidak akan mendapatkan siswa/murid’. Penulis hanya melongo & tersenyum kecil dalam hati. Seolah-olah pak Kepsek yakin betul dengan ucapannya. hehe…! padahal orang tua siswa kalau ditanya tentang AKREDITASI SEKOLAH itu sendiri banyak yang TIDAK TAHU. Penulis pernah mengadakan survey tentang ini lho…! hehe…
Selain itu, penulis belum melihat tujuan yang lain. Jika sekolah yang di-Akreditasi mendapatkan Nilai Plus, apakah ada penghargaan yang berarti bagi sekolah tersebut? sampai sekarang penulis belum melihat hal itu. Inilah yang menjadi tanda tanya besar bagi penulis, apa makna sebenarnya dari Akreditasi itu sendiri. Sampai sekarang penulis masih belum ketemu jawabannya, dan masih penasaran.

Kalau yang dituntut kepada sekolah agar melahirkan qualitas pendidikan dan peserta didik melalui Akreditasi ini, sampai sekarang ralitanya belum juga, tuch! penulis tidak tahu sekolah-sekolah yang memang sudah lama melaksanakan program ini, apa sich dampaknya? Jika memang Akreditasi ini, melahirkan dampak positif yang lebih besar dan berpengaruh kepada dunia pendidikan penulis sangat menyanjung tinggi dilakukakannya program ini, tapi jika Akreditasi hanyalah sebuah proyek yang hanya untuk membuang-buang waktu, lebih-lebih dana yang banyak, alias UANG, maka penulis sama sekali TIDAK setuju. Karena setelah sekolah itu di-Akreditasi terutama sekolah-sekolah yang dikampung-kampunglah ya, belum juga meningkatkan qualitas para pendidik atau si peserta didik. Wallohu’alam…

BUDI R
b/R

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Terdapat 2 Komentar pada "AKREDITASI SEKOLAH “Antara Realitas & Kualitas”"

  1. SANGKUT

     |
    July 26, 2014 at 2:40 pm

    Sekolah Terakreditasi adalah untuk memberikan sekolah tersebut berpacu kearah kwalitas disemua standar ( 8 standar ) apabila sekolah tersebut tidak terakreditasi secara tegasnya berarti sekolah itu tidak bermutu alias tidak berkwalitas, aapbila Wali Murid yang sudah maju sudah tentu tidak akan mennyekolahkan anaknya di Sekolah Yang tidak terakreditasi. Di Akreditasi saja sekolah anda tidak meningkatkan mutu,,, apalagi kalau tidak di akreditasi akan lebih parah lagi nasibnya…. ( Mutu bukan satu sisi tapi untuk 8 standar / Jangan kita melihat sesuatu itu dengan sebelah mata saja).
    Dampak Positif dari akreditasi sudah banyak sekali, terutama di standar PTK; berarti guru harus berkualitas setidak-tidaknya tingkat S1 untuk dapat mengajar, dibidang standar Proses; berarti guru harus mempersiapakan pembelajaran sesuai dengan tuntutan kurikulum, dibidang standar isi; berarti sekolah harus memeliki kurukulum yang telah ditentukan oleh pemerintah, dibidang SKL berarti sekolah akan bergegas untuk meningkatkan hasil outputnya dengan berkualitas, dibidang Sarana prasarana berarti sekolah akan berpacu untuk melengkapai kebutuhan sekolahnya dibidang ini, Standar pengelola berarti sekolah harus meningkatkan bagaimana mengelola sustu lembaga tersebut supaya akan lebih maju dan dapat mengikuti perkembangan IPTEK, dan Lain sbb. Kalau mau diuraikan manfaat akreditasi sekolah Bagi Orang-orang yang Mengetahui Cukup banyak sekali, mungkin bisa dibaca Permen dan Perpuunya saja, ini sebagai komentar singkat padat terima kasih……….

  2. WIDARSO

     |
    August 7, 2014 at 6:24 am

    Akreditasi sekolah merupakan salah satu komponen dalam sistem penjaminan mutu pendidikan. Kekeliruan kita adalah bila kita memposisikan akreditasi sekolah hanya berdiri sendiri tanpa ada kaitannya dengan komponen lain. Oleh karena itu untuk memperoleh makna akreditasi yang lebih utuh kita harus mengkaitkannya dengan komponen lain dalam sistem penjaminan mutu pendidikan. Adalah tugas kita sebagai insan pendidik untuk memahami lebih lengkap pengertian akreditasi sekolah dan kaitannya dengan sistem penjaminan mutu pendidikan dan meinformasikannya kepada masyarakat sehingga mereka dapat memahami dan mendukung berperan aktif dalam upaya pemerintah meningkatkan mutu pendidikan. Ujian Nasional dan Sertifikasi Guru termasuk komponen dalam Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan. Masih ada beberapa komponen lainnya, bisa kita temukan dalam ……

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

Pustakers

Belajar tanpa mengenal usia
Daftar Artikel Terkait :  3
Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0