Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / Mungkin, Ini Awal Bagi Indonesia
Mungkin, Ini Awal Bagi Indonesia
0 Komentar | Dibaca 1147 kali

Setelah 4 tahun dipimpin Obama, AS belum juga selamat dari krisis. Bahkan dilaporkan awal puasa ini Microsoft harus menanggung rugi lebih dari 500 juta dollar. Perusahaan raksasa milik Bill Gates pun akhirnya terkena badai krisis. Di awal bulan ini, kita juga dikejutkan oleh kunjungan rombongan IMF yang meminta pinjaman kepada pemerintah Indonesia, sebesar 10 milyar dollar. IMF pun goncang kekurangan modal untuk menyelamatkan negara-negara Eropa yang lesu dihajar krisis. IMF yang pernah menjadi tuan di negeri ini, akhirnya datang layaknya seorang hamba.

Dahulu, Amerika dan sekutunya kebingungan menghancurkan komunisme di Soviet, Eropa Timur, dan China. Komunisme itu akhirnya tumbang dengan sendirinya tanpa satu peluru meletus dari pihak sekutu. Komunisme yang menolak Tuhan, kini telah menerima Tuhan. Komunisme yang menolak warga negara menjadi kaya, kini memiliki perusahaan-perusahaan raksasa. Tidak ada yang bermimpi Roman Abrahamovich, flamboyan asal Rusia, akan menjadi salah satu raja sepakbola di Inggris. Tidak ada yang bermimpi, China akan menerima kapitalisme secara suka rela dan tiba-tiba menantang Amerika. China kini di atas angin dalam perang dagang dengan Amerika. China menjadi salah satu tumpuan tetap bergeraknya roda ekonomi global, di tengah anjloknya pertumbuhan ekonomi negara-negara maju.

China memang unik untuk mencapai level kemajuan, seolah semudah memencet tombol. China memiliki modal sumberdaya manusia mengagumkan. Bagaimanapun China, merupakan salah satu peradaban terbesar dan tertua di dunia. Benarlah, tutuntulah ilmu walaupun ke negeri China.

Siapa pula yang menyangka kurang dari 6 bulan diucapkan, mobil listrik Dahlan Iskan melaju di jalan raya. Ternyata membuat mobil listrik semudah membalikkan telapak tangan bagi anak negeri ini. Masih ada 4 proyek anak negeri lainnya yang ditunggu Pak Menteri yang disebutnya Para Putra Petir. Jika berhasil 100 %, 5 merk mobil listrik rasa Indonesia akan segera hadir. Walaupun itu pertanda buruk bagi mobil bbm asal Solo. Dahlan tak main-main bahwa ‘bbm adalah musuh negara’. Kemudian dituliskan bahwa 2014 perang mobil listrik akan dimulai. Tentu saja, pemain lama tak ingin kalah balapan dengan sang menteri. Pak Menteri yang mengagumi China pula.

Perubahan hebat pun sedang terjadi di Saudi, negara yang mengharamkan perempuan menyetir mobil. Raja Abdullah ngotot mengirimkan atlet perempuan ke Olimpiade London Juli ini. Raja Abdullah juga ngotot menghalalkan siswa laki-laki dan perempuan duduk dalam satu kelas. Raja Abdullah bahkan berencana memberikan kepada perempuan hak suara dalam pemilu. Langkah berani seorang Raja Saudi yang tentu saja akan dihadang oleh ulama-ulama konservatif. Namun, tampaknya keputusan Abdullah untuk mereformasi konservatisme di Saudi telah bulat.

Bagi negarawan di Saudi, mereka tahu negara dalam keadaan bahaya setelah Revolusi di Tunisia, Mesir, dan Libya. Konsep demokrasi tidak bisa dicegah masuk ke rumah-rumah melalui dunia maya. Perempuan-perempuan di Saudi tentu membayangkan kemewahan hidup perempuan-perempuan di negeri islam lain, terkait emansipasi, kebebasan sekolah, bekerja, dan hak berpolitik. Jika kerajaan tidak memberikan keterbukaan mulai sekarang, tinggal menunggu waktu Revolusi Besar akan dideklarasikan di Saudi, oleh rakyatnya sendiri. Saudi juga harus melirik semakin hebatnya pasukan oposisi melawan kekuatan militer Bashar al-Assad di Syiria. Tembok diktatorisme di Arab, jebol satu per satu. Siapakah giliran berikutnya?

Di sisi lain, 81 % pekerja Saudi adalah PNS, 9 % swasta, dan 10 % menganggur. Jika mobil listrik benar menggantikan mobil bbm dalam satu dasawarsa ke depan, bagaimanakah nasib negeri-negeri minyak di Teluk, saat 90 % rakyatnya menggantungkan hidup dari uang negara, uang minyak? Kerajaan harus berfikir keras, untuk memulai sebuah hidup baru. Jika tidak, kerajaan terancam ditelan zaman.

Di saat yang sama Iran memperoleh momentum mengembangkan nuklirnya dengan melemahnya kekuatan ekonomi AS dan sekutunya. Israel yang mengancam akan mendahului menghancurkan Iran pun sedang dihajar inflasi hebat. Beranikah negara-negara Barat yang sedang lesu ini, mendeklarasikan perang kepada Iran? Masihkan AS memiliki cukup uang membiayai sebuah perang baru? Perang yang akan diumumkan tentu tidak semudah menggulung Afghanistan dan Irak di zaman Bush junior. Iran telah jauh-jauh hari, berhitung kemungkinan terburuk. Jenderal-jenderal terbaik Irak, pastilah telah merancang sebuah cara mempermalukan sekutu.

Di sisi lain, dukungan kemerdekaan Palestina di PBB semakin kuat. Walaupun masih menggantung, seruan Obama mewujudkan negara Palestina terlanjur didengar oleh banyak negara. Tentu saja, masih banyak ancaman veto yang harus disingkirkan. Sayangnya kini Obama diam, kegagalannya melejitkan ekonomi AS di akhir masa pemerintahannya yang pertama, memaksanya melupakan berbagai janjinya kepada dunia Islam.

Akankah kekuatan politik dunia berubah? Siapakah yang akan tergeser. Sekutu Amerika, seperti Inggris dan Australia, masih segar bugar. Inggris belum menghadapi situasi gawat, namun tidak ada yang tahu nasib Eropa satu dasawarsa ke depan, setelah Bank-Bank raksasa berjatuhan. Krisis global 2008 belum berakhir dan berlarut-larut hingga hari ini. Tentu saja Indonesia tidak cukup modal untuk menggantikan peran negara-negara Eropa dalam jangka pendek. Harus diakui, kemajuan yang dicapai Eropa cukup jauh di depan kita. Kita butuh 20 tahun lagi untuk se-maju Eropa.

Namun jangan berkecil hati. Garuda Indonesia, perusahaan ber-plat merah ini menjadi salah satu Air Ways terbaik di dunia, bahkan dinyatakan nomor satu di dunia oleh lembaga International. Tiba-tiba, Fabregas, Xabi Alonso, Edwin Van der Sar, Pep Guardiola, Mourinho, QPR, Valencia, dan lainnya berebut datang ke Indonesia. Erick Thohir, pemilik Republika itu pun mampu membli DC United, klub sepakbola kebanggaan warga Washington DC yang berlaga di MLS. Walikota Solo dan Walikota Surabaya pun masuk dalam nominasi walikota terbaik dunia.

Dunia sedang bergeser, mungkin saatnya bagi Indonesia untuk naik kelas. Tentu saja, syaratnya kemajuan-kemajuan yang telah kita raih tidak boleh berhenti. Seperti diyakini oleh banyak pengamat, Indonesia memiliki modal berlipat dibandingkan dengan negara-negara Timur Tengah untuk menjadi kekuatan terbesar Islam di dunia. Diyakini kebangkitan Islam akan berpola dari Indonesia sebagai titik apinya. Barat telah mengaminkan Indonesia sebagai kekuatan besar di dunia. (http://solorayaonline.com/2012/07/28/mungkin-ini-awal-bagi-indonesia/)

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

IDAHARYANI

SEDERHANA DALAM BERPENAMPILAN, AKTIF, KREATIF, INOVATIF, DAN SELALU MENGHENDAKI PEMBAHARUAN DALAM BEKERJA, ...
Daftar Artikel Terkait :  7

Komentar Terbaru

Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0