Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / NEPOTISME BAGIAN DARI ETIKA KELUARGA
NEPOTISME BAGIAN DARI ETIKA KELUARGA
1 Komentar | Dibaca 1240 kali

NEPOTISME BAGIAN DARI ETIKA KELUARGA

Oleh: Ardiyansah Yuliniar Firdaus

 

Layaknya proses biologis serta pepatah yang mengatakan bahwa buah tak akan jatuh jauh dari pohonnya. Begitupun perputaran gen, yang mana pembawa sifat keturunan ini tak akan jauh dari sifat ayah dan ibu kita bahkan kakek dan nenek. Sangat sedikit sekali muncul sifat yang akan membedakan jauh atau dapat dikatakan resesif, contohnya albino. Sama halnya dengan nepotisme. Nepotisme hampir tak tersentuh oleh hukum, walaupun nepotisme adalah bagian dari KKN itu sendiri. Nepotisme bersifat sangat resesif bagi hukum Indonesia, karena nepotisme itu sendiri merupakan etika dalam keluarga yang sangat kuat. Realitanya adalah sebuah pertanyaan sederhana, apakah kita akan memilih anak kita atau orang lain yang akan bekerja pada kantor kita, dimana kwalitas dan kwantitas yang dimiliki adalah sama antara orang lain dan anak kita? Tentu jelas jawabannya adalah anak kita yang akan kita loloskan dalam seleksi tersebut, karena buah jatuh tak akan jauh dari pohon. Maka kita ambil saja buah kita sendiri, tentu jelas akan seperti itu selama kita tidak menambah lagi lebel kita sebagai orang yang munafik. Serta tak akan ada hukum yang mengatur tentang itu bukan? Kalaupun ada, dari segi apa nantinya pertimbangan sangsi yang akan diberikan? Terlalu naif kita membicarakan KKN apalagi nepotisme. KKN di Negara kita hanya melihat dari segi materi yaitu uang, apakah KKN hanya uang saja? Seandainya ada korubsi lain selain masalah uang apakah hukum negara ini cukup kuat? Korubsi waktu misal.

Terlalu berat untuk memikirkan semuanya, apalagi negara ini. Para calon pemimpin kini mulai beraksi menggunakan paduan bahasa-bahasa ketertarikan.  Yang kita rasa hanya akan menjadi selogan saja. Nepotisme ini seakan tak layak untuk kita jadikan bagian dari KKN itu sendiri, karena nepotisme lebih dekat pada arah dimana kita hidup untuk dapat memahami dan memaknai etika dalam keluarga itu sendiri. Berat rasanya memilih antara keluarga dan yang sebenarnya. Ideologi yang telah dijadikan harga sembako dipasaran, naik dan turun. Dimana harga diri kita sebagai manusia yang berPancasila? Siapa kebenaran yang sebenar-benarnya? Tak patut untuk kita jawab dan kita pertanyakan, karena nepotisme merupakan teman dan keluarga dekat kita sendiri. Para petani dan tukang becak frustasi akan anaknya yang akan meraih masa depan yang lebihcerah dari orang tuanya. Seakan akan mereka tak memiliki harapan pada masa depan yang lebih baik. Tetapi janganlah khawatir para miskin. Masa depan ada ditangan anak-anakmu, mereka hanya butuh semangat dan doamu saja. Janganlah bimbang, anak-anakmu adalah anak yang berbangsa dan berpancasila serta berkeTuhanan.

Nepotisme akan selalu tetap ada dan tak akan bisa musnah hanya dengan senjata KPK bernaung hukum serta terdakwa dan kuasa hukumnya. Bergaya didepan kamera kacamata rasa tak bersalah. Karena nepotisme ini tidak dapat musnah, maka kita cukuplah bermodal usaha dan doa saja. Berjuanglah demi masa depan yang sebenar benarnya. Kita hanya cukup menunggu roda perputaran takdir dalam kehidupan dan yakinlah!

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Hanya satu komentar pada "NEPOTISME BAGIAN DARI ETIKA KELUARGA"

  1. Setia Wati Panjaitan

     |
    June 23, 2014 at 12:48 pm

    hanya doa dan berusaha secara positif untuk dapat kita beri bagi anak didik. Pendidikan moral dan karakter dapat terlaksana apabila orang tua dan guru kerja sama untuk pendidikan anak bangsa saat ini.

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

partyedu

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  1
Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0