Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Pendidikan

Beranda / Pendidikan / Pemanfaatan Internet sebagai Media Pembelajaran
Pemanfaatan Internet sebagai Media Pembelajaran
0 Komentar | Dibaca 8627 kali

Pemanfaatan Internet sebagai Media Pembelajaran
Oleh:

ardik
Ardiyansah Yuliniar Firdaus
Praktisi Pendidikan Kabupaten Bangkalan
Calon Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya

Dunia pada abad 21 ini akan terus dihadapkan pada kecanggihan teknologi. Pada dasarnya, teknologi merupakan penerapan hukum-hukum ilmu dalam penciptaan sarana kehidupan yang diciptakan manusia. Penerapan teknologi dalam kehidupan manusia sebagai teknis intrumental mengacu kepada kepentingan manusia, dan akhirnya tercipta kesejahteraan bagi manusia dengan teknologi. Cepatnya perkembangan ilmu dan teknologi mendorong semakin berkembangnya gagasan hidup manusia yang sempruna. Akhirnya, percepatan penemuan dan terapannya memacu perubahan-perubahan dalam kehidupan sosial.
Perkembangan teknologi dalam masyarakat bukan hanya untuk mengembangkan fungsi “fisik”, melainkan juga fungsi “rohani”. Teknologi juga menampilkan sesuatu yang berkaitan dengan kepribadian manusia. Bahkan ini akan merupakan kekuatan pembebas karena berfungsi sebagai alat kontrol sosial. Oleh karena itu, ilmu dan teknologi memberi dampak pada kemajuan sosial yang mendorong tumbuhnya kebudayaan teknologi.
Perkembangan teknologi bidang informasai, berdampak luas pada semua lini kehidupan, termasuk pada dunia pendidikan. Dengan adanya penemuan –penemuan teknologi baru dalam bidang informasi sangat menopang dalam memajukan kualitas kehidupan. Dalam rangka reformasi pendidikan, sarana hi-tech ini mulai banyak digunakan untuk mempercepat perkembangan di sektor pendidikan.
Kekayaan akan informasi yang sekarang tersedia di internet telah melampaui harapan, bahkan imajinasi dari penemunya sendiri. Dengan memanfaatkan internet siapapun dapat secara cepat mengakses sumber-sumber informasi. Selain itu komunikasi baik secara pribadi maupun massal pun dapat dilakukan di mana dan kapan saja hanya dalam hitungan detik. Beragam informasi pun dapat disebarkan dan diakses dari mana saja di seluruh dunia.
Media internet mulai dirasakan sebagai kebutuhan vital bagi dunia pendidikan. Dewasa ini, dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi bidang informasi yang semakin pesat, media internet mulai banyak digunakan dalam dunia pendidikan. Dunia pendidikan yang bergerak pada tataran ilmu pengetahuan sebagai upaya mencerdasarkan bangsa, maka pemanfaatan internet sangat dibutuhkan.
Bahkan, dengan canggihnya ilmu pengetahuan dan teknologi seperti sekarang yang ditandai oleh penggunaan mesin yang dapat menggantikan manusia; pemanfaatan internet telah merupakan tuntutan bagi dunia pendidikan. Sekolah sebagai pusat pendidikan dapat maju dan berkembang, manakala didukung oleh teknologi internet.
Sejarah Internet
Asal mula internet berawal ketika negara Rusia (kala itu bernama USSR, Union of Soviet Socialist Republics pada tahun 1957) meluncurkan satelit buatan bernama Sputnik. Negara Adikuasa jaman lalu, Amerika Serikat menyadari akan kemungkinan Rusia untuk mengirimkan rudal nuklir dari satelit tersebut. Oleh karena itu, Amerika membentuk ARPA (Advance Research Projects Agency) untuk membuat sebuah teknologi dalam menangkal kemungkinan serangan rudal dari rusia.
Pada tahun 1962 the RAND Corporation ditugaskan oleh U.S. Air Force untuk membuat sebuah teknologi baru dalam komunikasi, konsep teknologi komunikasi ini adalah; pesan harus dibuat dalam bentuk paket digital, masing – masing paket tersebut haruslah dapat dikirimkan secara mandiri, jika paket pesan gagal dikirimkan ke tujuannya, maka pengirim harus tahu akan hal ini, paket pesan harus bisa di kirimkan kembali ke tujuan yang lain.
Tahun 1983 peneliti dari Winconsin membuat DNS (domain name system) agar dapat dengan mudah mengingat alamat komputer daripada mengingat alamat Internet Protocol (IP) yang digunakan untuk penamaan alamat komputer. Dengan teknologi DNS ini, maka untuk pertama kalinya sebuah komputer dengan alamat Internet Protocol (IP) 144.163.21.141 diubah menjadi my.cool.unix.box dan dapat diakses oleh pengguna internet lainnya. Pada tahun itu pula lahir National Science Foundation Network (NSFNET), yang menghubungkan para periset di seluruh negeri dengan 5 buah pusat super komputer.
Jaringan ini kemudian berkembang untuk menghubungkan berbagai jaringan akademis lainnya yang terdiri atas universitas dan konsorsium-konsorsium riset. Australia, negara-negara Skandinavia, Inggris, Perancis, jerman, Kanada dan Jepang segera bergabung. Pada saat ini Internet terdiri atas lebih dari 15.000 jaringan yang mengelilingi dunia (70 negara di 7 benua). Sekitar 25 juta orang dapat saling mengirimkan pesan melalui Internet dan jaringan-jaringan lain terhubung dengannya. Pemakaiannya sudah bukan murni untuk riset saja, tetapi mencakup kegiatan sosial, komersial (melalui jaringan antar komersial bernama CIX), budaya dan lain-lain.
Sistem yang sangat besar tersebut (internet) segera menyita perhatian banyak orang berkaitan dengan kemudahan dan kecepatannya dalam berkomunikasi, terutama untuk jarak jauh. Pesan yang biasanya dikirimkan dalam hitungan hari, dengan internet dapat di percepat dengan hanya hitungan jam atau bahkan menit. Kemudian internet segera menjadi kebutuhan, sehingga membuat banyak orang ingin mengembangkan bagian dari sistem internet. Adalah website yang kemudian banyak di buat oleh banyak orang.
Kemudian pada bulan januari 1994, Justin Hall membuat website pribadinya bernama Justin’s Home Page yang kemudian berubah menjadi Links from the Underground sehingga menjadi bentuk blog seperti yang kita kenal sekarang, yakni kumpulan alamat website disertai dengan komentar. 1 Selanjutnya pada bulan Juli 1999 Pitas membuat sebuah website untuk melayani pembuatan blog secara online . Langkah ini kemudian diikuti oleh Pyra yang membuat website blogger dan Groksoup. Setelah itu semakin banyak bermunculan penyedia layanan pembuatan blog (weblog tools) secara online dan gratis, sehingga media blog semakin terus berkembang.

Beragam Manfaat Internet di Sekolah
Terutama bagi para guru sebagai ujung tombak dunia pendidikan, peran internet dapat dimanfaatkan sebagai pengembangan profesi, misalnya untuk mencari sumber bahan mengajar, baik rencana belajar mengajar maupun metodologi baru. Terlebih guru bahasa dan pelajaran ilmu sosial dapat mengakses artikel atau berita terkini yang bisa digunakan sebagai bahan mengajar di kelas untuk memperkaya pengetahuan para murid, selain agar pelajaran tidak terlalu membosankan dengan hanya terpaku pada buku diktat yang digunakan.
Dengan tugas utamanya sebagai pembimbing, pengajar dan pelatih di hadapan peserta didik, maka wawasan guru yang sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini dapat direalisasikan, manakala guru secara dini memperoleh informasi terbaru dari berbagai sumber dan internet sangat membantu dalam hal ini. Dengan internet dapat dicari sumber bahan mengajar yang beragam.
Selain untuk meningkatkan pengetahuan, dengan internet, guru juga dapat berbagi ilmu dan pengalaman dengan rekan sejawat. Internet pun memungkinkan untuk meluaskan pergaulan, misalnya dengan menjalin komunikasi dan kerjasama dengan guru-guru dari dalam maupun luar negeri dengan berpartisipasi melalui forum (mailing list) dengan rekan sejawat.
Bagi siswa, internet menawarkan kesempatan untuk belajar sendiri secara interaktif, baik untuk meningkatkan pengetahuan maupun untuk mengembangkan kemampuan di bidang penelitian. Internet pun dapat menjadi media untuk berkomunikasi dengan sesama siswa dengan minat yang sama, selain membantu meningkatkan kepekaan dan membuka wawasan seputar permasalahan yang ada di seluruh dunia.
Sedangkan bagi petugas administrasi sekolah, internet dapat memudahkan pengoleksian data-data yang ada, baik untuk sekedar disimpan sebagai arsip maupun yang untuk dikirim ke perorangan maupun ke masyarakat luas.

Internet sebagai Sumber dan Media Pembelajaran
Media berasal dari bahasa latin, dan merupakan bentuk jamak dari katan Medium, yang secara harfiah berarti perantara. Ada juga yang mengartikan media itu merupakan wahana penyalur pesan atau informasi belajar (Suroso, 2001).
Media menurut Blacke dan Horalsem dalam Darhim (1993 ) adalah saluran komunikasi atau perantara yang digunakan untuk membawa atau menyampaikan pesan dan perantara ini merupakan jalan atau alat lalu lintas suatu pesan antara komunikator dan komunikan.
Media berfungsi memperluas serta menunjukkan dan menjelaskan keberadaan konsep yang abstrak. Dalam pada itu, daya kreativitas anak dapat ditingkatkan, dan pengalaman estetisnya diperluas sebagai media pembelajaran (Sudjana, 2001).
Dengan lajunya ilmu pengetahuan dan teknologi, internet sangat diperlukan sebagai media pengajaran dan pemanfaatannya semakin meluas untuk keperluan pembelajaran guna mengoptimalkan hasil belajar peserta didik (Masnur dan Hasan, 1987).
Memasuki abad informasi, media pengajaran dengan menggunakan internet berperan maha penting, baik sebagai sumber belajar siswa, maupun sebagai media itu sendiri. Dengan demikian, peranan media pembelajaran sebagai pengatur mekanisme proses belajar-mengajar karena ia berperan sebagai media efektif dalam proses pembelajaran.
Pendek kata, pada pola belajar-mengajar masa depan, media pengajaran dengan iternet tak dapat disepelekan keberadaannya. Dengan demikian, sebagai suatu proses komunikasi, tampak bahwa alat perantara sebagai media merupakan salah satu unsur pendukung yang hampir tidak mungkin ditinggalkan dalam suatu peristiwa belajar-mengajar.
Walaupun demikian, pemanfaatan media mengajar dengan menggunakan internet dalam peristiwa belajar-mengajar, belum mendapatkan perhatian sewajarnya dari guru. Secara sepintas dalam proses belajar-mengajar menghindari atau menjauhkan verbalisme. Akan tetapi, dalam kenyataannya sebagian besar waktu yang digunakan untuk menjelaskan segala sesuatu dengan berbicara, hanya dengan kata-kata.
Media mengajar dengan menggunakan internet dapat memberikan pengalaman yang integral, dari yang kongkret sampai pada yang abstrak. Internet dapat dijadikan sebagai alat pembantu dalam mengajar agar efektif, dalam garis besarnya memiliki faedah atau nilai sebagai berikut: menambah kegiatan belajar murid; menghemat waktu belajar (ekonomis); menyebabkan agar hasil belajar lebih permanen atau mantap; membantu anak-anak yang ketinggalan dalam pelajaran; memberikan alasan yang wajar untuk belajar karena membangkitkan minat perhatian (motivasi) dan aktivitas pada murid; serta memberikan pemahaman yang tepat dan jelas serta luas.
Internet sebagai media pelajaran, fungsinya secara luas dapat merangsang kegiatan (aktivitas) dalam berbagai jenis dan meningkatkan kemampuan serta penempatan diri secara serasi dalam meninjau dan mengamati dengan tepat (kejadian menurut rencana, mengenal detail); meningkatkan minat membaca (terutama membaca permulaan dan membaca lanjutan dengan dukungan gambar); mempermudah berbicara dan berdiskusi (motivasi, masalah yang penting dalam gambar/teks).
Dengan media internet sebagai media belajar dapat dilakukan peniruan sebagai dasar untuk motivasi belajar dalam memecahkan masalah, melaksanakan tugas (mencari, memperkirakan, melengkapi, misalnya buku permainan, teka-teki); menyatakan dan menilai menurut selera (menghubungkan gambar dengan teks); mendapat kesenangan pada gambar (benda, bentuk, warna).
Dengan internet sebagai media dapat menunjukkan tindakan, atau seperangkat peristiwa yang terbentang. Dengan iternet jelas sekali membantu siswa memahami dan menyimpan bacaan. Hasil-hasil penelitian telah menunjukkan keefektifan gambar sebagai alat pengkodean pesan (Bransford & Johnson, 1972; Paivio,1971).
Media internet dalam penggunaannya pada proses belajar mengajar bukan merupakan fungsi tambahan, tetapi mempunyai fungsi sendiri sebagai alat bantu untuk mewujudkan siatuasi belajar mengajar yang efektif; dan merupakan bagian yang integral dari keseluruhan situasi mengajar; penggunaannya integral dengan tujuan dari isi pelajaran.
Penggunaan media internet dalam pengajaran bukan semata-mata alat hiburan, dalam arti digunakan hanya sekadar melengkapi proses belajar supaya lebih menarik perhatian siswa; penggunaannya dalam pengajaran lebih diutamakan untuk mempercepat proses belajar mengaja dan membantu siswa dalam menangkap pengertian yang diberikan guru; serta penggunaan internet sebagai media dalam pengajaran diutamakan untuk mempertinggi mutu belajar mengajar (Djamarah dan Zain, 2002).
Walaupun internet berpotensi untuk menyampaikan keuntungan-keuntungan tersebut, pemakaian internet di kelas sebaiknya tetap harus dimonitor dengan baik. Hal ini karena internet pun mengandung berbagai hal yang tidak berguna dan menghabiskan waktu sehingga dengan mudah dapat mengganggu proses belajar mengajar. Waktu belajar di kelas harus tetap difokuskan pada pelajaran utama. Rencana belajar mengajar yang efektif untuk menggunakan internet akan memerlukan kemampuan guru untuk dapat lebih mengefektifkan waktu.

Kriteria Penggunaan Internet sebagai Media Pembelajaran
Sudjana dan Rivai (1991) menegaskan, bahwa dalam memilih informasi dari internet untuk kepentingan pengajaran diperhatikan kriteria-kriteria sebagai berikut.
1). ketepatannya dengan tujuan pengajaran; artinya media pengajaran internet dipilih atas dasar tujuan instruksional yang telah ditetapkan. Tujuan-tujuan instruksional yang berisikan unsur-unsur pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, lebih mungkin digunakannya media pengajaran.
2). dukungan terhadap isi bahan pelajaran; artinya, bahan pelajaran yang sifatnya fakta, prinsip, konsep dan generalisasi sangat memerlukan bantuan media internet yang sesuai agar lebih mudah dipahami siswa.
3). kemudahan memperoleh media internet; artinya media internet yang diperlukan mudah diperoleh, setidak-tidaknya mudah dibuat oleh guru pada waktu mengajar. Media grafis umumnya mudah dibuat oleh guru tanpa biaya yang mahal, di samping sederhana dan praktis penggunaannya.
4). keterampilan guru dalam menggunakan media internet; apa pun jenis media yang diperlukannya syarat utama adalah guru dapat menggunakannya dalam proses pengajaran. Nilai dan manfaat yang diharapkan bukan pada medianya, tetapi dampak dari penggunaannya oleh guru pada saat terjadinya interaksi belajar siswa dengan lingkungannya.
5). tersedia waktu untuk menggunakan internet; sehingga media internet tersebut dapat bermanfaat bagi siswa selama pengajaran berlangsung. Dengan waktu yang cukup memberi kemungkinan penggunaan internet sebagai media pembelajaran dapat memberi manfaat dan menguntungkan dalam proses pembelajaran;
6). sesuai dengan taraf berpikir siswa. Dalam memilih media internet untuk pendidikan dan pengajaran sesuai dengan taraf berpikir siswa, sehingga makna terkandung di dalamnya dapat dipahami oleh siswa.
Menurut Onno W. Purbo ada lima aplikasi standar internet yang dapat digunakan untuk keperluan pendidikan, yaitu :
1. Electronic mail (e-mail), mulai diperkenalkan tahun 1971 (http://www.livinginternet.com). Fasilitas ini sering disebut sebagai surat elektronik, merupakan fasilitas yang paling sederhana dan mudah digunakan. Dalam survei yang dilakukan sebuah lembaga riset Amerika Serikat (Graphics, Visualization and Usability Center) diketahui bahwa 84% responden memilih e-mail sebagai aplikasi terpenting internet, lebih penting daripada web (http://www.gvu.gatech..edu/user_surveis/).
2. Mailing List, mulai diperkenalkan setelah e-mail yaitu sejak tahun 1972 (http://www.livinginternet.com). Ini merupakan salah satu fasilitas yang dapat digunakan untuk membuat kelompok diskusi atau penyebaran informasi. Cara kerja mailing list adalah pemilik e-mail dapat bergabung dalam sebuah kelompok diskusi, atau bertukar informasi yang tidak dapat diintervensi oleh orang di luar kelompoknya. Komunikasi melalui fasilitas ini sama seperti e-mail bersifat tidak langsung (asynchronous)
3. News group, adalah fasilitas internet yang dapat dilakukan untuk komunikasi antar dua orang atau lebih secara serentak atau bersifat langsung (synchronous). Bentuk pertemuan ini sering disebut sebagai konferensi, dengan fasilitas video conferencing, atau text saja, atau bisa audio dengan menggunakan fasilitas chat (IRC).
4. Melalui fasilitas File Transfer Protocol (FTP) ini seseorang dapat menstransfer data atau file dari satu komputer ke internet (up-load) sehingga bisa diakses oleh pengguna internet di seluruh pelosok dunia. Di samping itu fasilitas ini dapat mengambil file dari situs internet ke dalam komputer pengguna (down-koad).
5. World Wide Web atau sering disebut Web mulai diperkenalkan tahun 1990-an (http://www.livinginternet.com). Fasilitas ini merupakan kumpulan dokumentasi terbesar yang tersimpan dalam berbagai server yang terhubung menjadi suatu jaringan (internet). Dokumen ini dikembangkan dalam format Hypertext Markup Language (HTML). Melalui format ini dimungkinkan terjadinya link dari satu dokumen ke dokumen lain dan fasilitas ini bersifat multimedia, yang terdiri dari kombinasi teks, foto, grafik, audio, animasi, dan video.

Kelebihan Internet Sebagai Media Pembelajaran
Kelebihan internet sebagai media pembelajaran, yaitu:
1. Internet memberikan sambungan (konektivitas) dan jangkauan yang sangat luas sehingga akses data dan informasi tidak dibatasi waktu, tempat, dan negara.
2. Akses infromasi di internet tidak dibatasi oleh waktu karena dunia maya yang dihadirkan secara global tidak perneh tidur. Dengan kata lain, kita dapat melakukan pencarian informasi melalui internet kapan saja selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu.
3. Akses informasi melalui internet lebih cepat bila dibandingkan dengan mencari informasi pada halaman-halaman buku-buku di perpustakaan. Kita tinggal mengklik icon tertentu, maka apa yang kita inginkan akan muncul di layar monitor komputer kita.
4. Internet juga menyediakan kegiatan pembelajaran interaktif seperti fasilitas elearning yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga tertentu yang dapat meningkatkan kemampuan intelektual kita, seperti sekolah menulis online, dsb. Tentu saja dengan menjadi anggota pada kegiatan tersebut dan mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh lembaga tersebut.
5. Kita dapat berdiskusi dengan teman-teman sebaya atau setingkat mengenai berbagai hal jika kita memasuki mailing list atau melakukan chatting.
6. Dibandingkan dengan membeli buku atau majalah asli, penelusuran informasi melalui internet jauh lebih murah. Apalagi pada saat ini banyak situs yang menyediakan jasa informasi secara cuma-cuma. Kita btinggal mengunduh atau mencetak informasi yang kita butuhkan.

DAFTAR PUSTAKA
A.M. Sardiman. 1987. Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Jakarta: Rajawali Pers.
Depdikbud, 1991. Pentingnya Internet di Sekolah. Jakarta: Dirjendikdasmen.
DePorter, Bobbi, dkk. 2002. Quantum Teaching. Bandung: Kaifa.
Meier, Dave. 2002. The Accelerated Learning Hand Book. Bandung: Kaifa.
Masnur, M dan Nur Hasanah. 1987. Dasar-Dasar interaksi belajar mengajar. Bandung: Jemmars.
Nana Sudjana. 2001. Teknik Pembelajaran dengan Menggunakan Teknologi. Bandung: Remaja Karya.
http://suhendra-mediapembelajaran.blogspot.com/2012/04/media-pembelajaran-berbasis-internet.
http://smp.labschool.upi.edu/2011/10/media-pembelajaran-berbasis-internet-e-learning/

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

Aji Setiaji Hilaluddin

Masih menjadi seorang mahasiswa asal pemalang yang menempuh studi di UMS. Menggemari dunia pendidikan dan a ...
Daftar Artikel Terkait :  1

Komentar Terbaru

Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0