Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Informasi Umum

Beranda / Informasi Umum / Penyebab Kita Sering Mengalami Kegagalan (Tidak Sukses)
Penyebab Kita Sering Mengalami Kegagalan (Tidak Sukses)
0 Komentar | Dibaca 987 kali

Kata orang, kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Akan tetapi ada juga orang yang selalu berjalan dari kegagalan yang satu ke kegagalan yang lain alias segala sesuatu yang dia usahakan selalu menemui kegagalan (tidak sukses). Usaha ini … bangkrut, usaha itu … bangkrut atau ditipu orang. Adakah orang yang selalu mengalami kegagalan? mungkin saja walaupun nampaknya hampir tidak ada, asalkan kita mau sungguh-sungguh berupaya maka suatu saat pasti kita akan memetik hasilnya. Kalimat yang lebih tepat mungkin, sekelompok orang lebih sering mengalami kegagalan daripada keberhasilan, walaupun sudah bekerja ‘membanting tulang mati matian’ siang dan malam tetapi hasilnya kecil (minim), tetapi ada pula sekelompok kecil orang yang berusaha sedikit atau sedang (normal-normal) saja tetapi sering dan lebih mudah memperoleh keberhasilan (kesuksesan). Fenomena ini tentu ada penyebabnya, mari kita coba mengulas rahasia penyebab mendasar orang yang “selalu gagal.”

Penyebab kegagalan
Menurut kata seorang ahli, ada beberapa penyebab mendasar mengapa seseorang sering mengalami kegagalan, seolah kesuksesan menjauh dari hidupnya, yaitu:

1. Gagal berhubungan (membina hubungan yang baik) dengan Tuhan.

Membina hubungan yang baik dengan Tuhan harus senantiasa diutamakan sepanjang hidup kita. Kesulitan akan menerpa kehidupan kita bila kita malas dan jarang berdoa kepada Allah, malas beribadah atau malah tidak pernah beribadah. Kalaupun berdoa hanya ‘asal,’ tidak fokus dan tidak sepenuh hati.

2. Gagal membahagiakan orang tua.

Tidak membina hubungan yang baik dengan orang tua. Bukannya menyenangkan orang tua, malah merongrong bahkan tidak sedikit orang yang suka bertengkar dan melawan kepada orang tuanya.

3. Tidak berbagi kepada orang miskin.

Walaupun setiap orang sudah diberikan porsi rezekinya masing-masing, namun bukan berarti semua porsi rezeki yang diberikan Allah kepada kita adalah milik kita sendiri atau kita ‘makan’ sendiri. Allah menginginkan umatNya saling berbagi. Orang miskin merupakan representasi Allah di dunia ini. Dengan berbagi kepada orang miskin maka kita memiutangi Allah. Allah tidak mau berhutang lama-lama kepada kita, Dia akan segera melunasinya dengan memberikan kita rezeki lain yang lebih banyak.

4. Gagal membahagiakan keluarga inti.
Yang termasuk anggota keluarga inti adalah ayah, ibu dan anak-anak. Berkat akan menjauh dari keluarga kita manakala hubungan suami istri kurang harmonis atau hubungan orang tua dan anak kurang mesra, tidak menyediakan waktu