Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Opini & Ide

Beranda / Opini & Ide / “Ternyata Adam Dilahirkan”, Benarkah ?
“Ternyata Adam Dilahirkan”, Benarkah ?
1 Komentar | Dibaca 1502 kali

Ternyata Adam Dilahirkan”, Benarkah ?

Oleh :

Ardiyansah Yuliniar Firdaus

 Abd Rachem

Judul di atas itu diambil dari sebuah buku dari seorang penulis yang bernama Agus Mustafa yang dilahirkan di Malang Jawa timur pada tanggal 16 Agustus 1963. Buku itu kami dapatkan dari toko besar di Surabaya. Karena tertarik dengan judul itu, kami berkeinginan untuk memilikinya dan sekaligus ingin mengetahui apa yang sebenarnya tersirat di dalamnya, sehingga dikatakan bahwa “Ternyata Adam  dilahirkan”. Hal ini juga terdapat pada pernyataan pada halaman 243:

“Allah dengan sangat jelas telah menuntun kepahaman kita tentang penciptaan Adam ini di dalam al Qur’an. Bahwa, Adam adalah bapak manusia modern yang terpilih dari spesies manusia purba. Yang di dalam al Qur’an disebut sebagai al basyar. Ia adalah al insan yang dilahirkan oleh al basyar…

Kapan? Dimana? Jawaban secara persis belum diketemukan di dalam al Qur’an. Kita tunggu penemuan empiriknya. Namun, Allah menyinggung secara global bahwa al insan itu diciptakan sesudah jin dan sesudah al basyar ”

Padahal sejak kami mengenal agama khususnya agama Islam, telah dikatakan bahwa Nabi Adam itu diciptakan dari tanah bumi di dalam surga bukan dilahirkan. Kemudian diciptakan juga ibu Hawa dari tulang  rusuk. Sebagaimana dijelaskan dalam HR. Al-Bukhari dan Muslim, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya: “Berwasiatlah kalian dengan kebaikan kepada para wanita (para  istri), karena wanita  itu diciptakan dari tulang rusuk…”. Hawa diciptakan sebagai pendamping (isteri) Nabi Adam juga di dalam surga. Setelah mereka melanggar perintah Allah maka mereka dikeluarkan dari surga atau diturunkan ke bumi. Tebal buku itu 256 halaman dan diterbitkan oleh “Padma Press” pada tahun 2007, beralamat di jln Raya Taman Indah no 9-11 Menanggal, Surabaya, Jawa Timur.

Setelah kami baca dan kami teliti isinya, ternyata yang menjadi sebab keyakinan atau alasan penulisnya bahwa Adam itu dilahirkan (tidak diciptakan) adalah surat Al Imran ayat 59 yang artinya:

“Sesungguhnya masala (penciptaan)