Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / Catatan Kecil untuk Calon Konselor Sekolah
Catatan Kecil untuk Calon Konselor Sekolah
0 Komentar | Dibaca 719 kali

Beberapa tahun terakhir ini, penyimpangan perilaku para remaja makin membuat miris. Berita tentang pelajar melakukan aksi brutal ataupun aksi yang menyimpang lainnya seringkali menghias media cetak maupun media elektronik. Kasus- kasus itu seperti, aksi pornografi, aksi pencabulan, aksi pemerkosaan, aksi bunuh diri, aksi pembunuhan, aksi perampokan dan sebagainya.
Zaman memang sudah berubah eranya. Penyimpangan perilaku remaja masa kini berbeda jauh dengan penyimpangan perilaku remaja beberapa dekade lalu. Tidak dipungkiri, adanya kemajuan teknologi disamping membawa dampak positif bagi remaja (baca: membuat remaja berpikir kritis ), juga membawa dampak negatif bagi mereka yang kurang bisa memanfaatkan adanya teknologi. Misalnya, dengan adanya komputer, anak bisa makin kreatif dalam berpikirnya, namun jika tidak didukung dengan kepribadian yang baik, kekreatifan itu justru bisa merugikan diri sendiri juga orang lain.
Pun dengan adanya internet, media ini mempermudah setiap insan manusia memperoleh informasi dan berhubungan dengan orang lain tanpa batas jarak dan waktu. Namun seringkali yang terjadi, justru penggunaan internet disalahgunakan, misalnya menjadikan internet sebagai media pencarian informasi yang sifatnya negatif, menjadikan internet sebagai media untuk menyebarkan gambar atau video yang kurang layak dikonsumsi, menjadikan internet sebagai media untuk mengerjakan tugas sekolah dengan cara tidak sportif, hanya copy dan paste saja. Semua itu membuat pengertian bahwa seiring kemajuan zaman berbanding lurus dengan perubahan perilaku remaja yang makin maju, makin beragam dan makin membutuhkan penanganan cerdas karena sebagian dari mereka menunjukkan degradasi moral yang kian parah.
Terjadinya degradasi moral inilah yang memicu pemerintah untuk menggalakan pendidikan berkarakter. Oleh sebab itu Guru Bimbingan dan Konseling (BK) atau sekarang lebih dikenal dengan sebutan konselor sekolah banyak disorot publik, karena tanggung jawabnya dalam membentuk karakter bagi konseli ( istilah yang lebih dikenal untuk peserta didik yang menjadi siswa bimbingan konselor sekolah).
Pentingnya peran konselor kenselor dalam membentuk karakter konseli belumlah bisa dilakukan dengan optimal. Fungsi konselor sekolah masih dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat. Mereka masih menganggap bahwa konselor sekolah adalah guru yang hanya menangani siswa bermasalah saja. Anggapan seperti itu tidak hanya muncul dari masyarakat umum dan orangtua siswa, dikalangan gurupun masih ada yang beranggapan bahwa konselor sekolah identik dengan urusan siswa yang berperilaku menyimpang. Padahal sejatinya, tugas konselor sekolah tidak hanya sekedar mengatasi masalah , melainkan juga sebagai tempat untuk pengembangan diri atau