Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / Karya Tulis Ilmiah, 2013/2014
Karya Tulis Ilmiah, 2013/2014
0 Komentar | Dibaca 1412 kali

KARYA TULIS ILMIAH

YUSEP KURNIAWAN

yusepkurniawan88@gmail.com

____________________________________________________

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOPIBER

DENGAN PEMANFAATAN MEDIA ANIMASI POWER POINT

UNTUK PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI KPK DAN FPB

BAGI SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 KEDUNGURANG

TAHUN PELAJARAN 2013/2014

 

YUSEP KURNIAWAN, S.Pd.SD

NIP. 19880925 201001 1 008

 

ABSTRAK

Penelitian tindakan kelas ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi KPK dan FPB. Hal tersebut dibuktikan dengan nilai ulangan harian terakhir siswa yang hanya 26,67% jumlah siswa mendapatkan nilai melebihi KKM mata pelajaran, dan 73,33% siswa yang belum tuntas untuk materi tersebut. Penelitian ini bertujuan sebagai upaya meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa mata pelajaran matematika  materi  KPK dan FPB melalui penerapan model pembelajaran KOPIBER dengan  pemanfaatan media animasi power point.. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 2 Kedungurang yang berjumlah 30 Siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada semester 1 tahun pelajaran 2013/2014 yang dilakukan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, refleksi. Untuk memperoleh data motivasi belajar siswa, dilakukan melalui penggunaan lembar observasi motivasi belajar siswa yang diamati pada setiap pertemuan oleh observer 2. Berdasarkan hasil penelitian, motivasi belajar siswa pada siklus I diperoleh rata-rata 2,88  dengan kriteria sedang, sedangkan hasil belajarnya diperoleh hasil ketuntasan belajar sebesar 63%. Kemudian hasil penelitian pada siklus II, diperoleh rata-rata motivasi belajar siswa sebesar 3,56 dengan kriteria tinggi, sedangkan untuk hasil belajarnya diperoleh hasil ketuntasan belajar sebesar 83%. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah : “Melalui penerapan model pembelajaran KOPIBER dengan pemanfaatan media animasi power point dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika  materi  KPK dan FPB”.

Kata Kunci : Motivasi Belajar, Hasil Belajar, KOPIBER.

 

PENDAHULUAN

Peneliti, selaku guru kelas IV SD Negeri 2 Kedungurang Kecamatan Gumelar mencemaskan permasalahan saat memberikan materi KPK dan FPB. Permasalahan tesebut diantaranya: 1) Masih rendahnya motivasi belajar siswa. 2) Model pembelajaran yang belum efektif. 3) Pemanfaatan media pembelajaran yang belum maksimal. 4) Hasil belajar siswa rendah. Hal ini dibuktikan dengan ketuntasan minimal yang diperoleh siswa dari ulangan harian terakhir, hanya 26,67% jumlah siswa yang mendapatkan nilai melebihi KKM mata pelajaran, dan 73,33% siswa yang belum tuntas untuk materi tersebut. Permasalahan tersebut harus dicarikan solusinya, agar tidak berpengaruh terhadap ketidaktuntasan mata pelajaran matematika.

Melihat kondisi tersebut, peneliti selaku guru kelas IV ingin melakukan tindakan agar hasil belajar matematika materi KPK dan FPB meningkat. Peneliti melakukan tindakan nyata berupa pembelajaran melalui penerapan model pembelajaran KOPIBER dengan pemanfaatan media animasi power point. Melalui kegiatan tersebut siswa akan lebih termotivasi dalam belajar dan akan berimbas pada peningkatan hasil belajarnya.

Dari penjelasan latar belakang tersebut, maka dapat dirumuskan permasalahan yaitu : 1) Apakah melalui penerapan model pembelajaran KOPIBER dengan pemanfaatan media animasi power point dapat meningkatkan motivasi belajar matematika materi KPK dan FPB bagi siswa kelas IV?; 2) Apakah melalui penerapan model pembelajaran KOPIBER dengan pemanfaatan media animasi power point dapat meningkatkan hasil belajar matematika materi KPK dan FPB bagi siswa kelas IV?

Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah: 1) Meningkatkan motivasi belajar matematika materi KPK dan FPB, pada siswa kelas IV SD Negeri 2 Kedungurang Kecamatan Gumelar, melalui penerapan model pembelajaran KOPIBER dengan pemanfaatan media animasi power point; 2) Meningkatkan hasil belajar matematika materi KPK dan FPB, pada siswa kelas IV SD Negeri 2 Kedungurang Kecamatan Gumelar, melalui penerapan model pembelajaran KOPIBER dengan pemanfaatan media animasi power point.

 

KAJIAN PUSTAKA

Model Pembelajaran KOPIBER (Kompetisi Piala Bergilir)

Model pembelajaran adalah variasi pembelajaran yang bertujuan memperbaiki kegiatan pembelajaran yang berimbas pada peningkatan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran serta hasil belajar siswa. Senada dengan pendapat Komalasari, (2010:56)  Model pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran

Model pembelajaran KOPIBER (Kompetisi Piala Bergilir) merujuk dari model pembelajaran kooperatif yakni TGT (Times Game Turnament) yang dikembangkan oleh Robert Slavin. Model pembelajaran kooperatif  TGT (Times Game Turnament) menerapkan pembelajaran siswa aktif dan berkompetitif guna memperoleh skor maksimal dalam game yang berimbas pada peningkatan hasil belajar siswa.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga (Tim Penyusun Pusat Bahasa Edisi 3, 2005:584) kompetisi adalah 1) persaingan diantara para siswa harus diciptakan suasana yang sehat dalam belajar, 2) sistem pertandingan olahraga yang mengharuskan semua pihak saling bertanding (berhadapan).

Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa pengertian kompetisi dalam pembelajaran adalah pertandingan siswa dalam pembelajaran untuk memperoleh hasil yang maksimal agar mampu bersaing dengan siswa/kelompok siswa yang lain.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga (Tim Penyusun Pusat Bahasa Edisi 3, 2005:870) pengertian piala adalah cawan berkaki, kadang-kadang bertelinga, dibuat dari emas, perak, dsb, dipakai sebagai hadiah para pemenang perlombaan.

Pengertian bergilir menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga (Tim Penyusun Pusat Bahasa Edisi 3, 2005: 364) adalah berganti; bertukar; berputar: musim-tahun bertukar.

Pengertian piala bergilir menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga (Tim Penyusun Pusat Bahasa Edisi 3, 2005: 870) adalah piala yang diperebutkan dipertandingan yang diadakan setahun sekali atau lebih dan diberikan secara bergilir kepada pemenang selama masa pertandingan yang satu ke pertandingan berikutnya (jika pada pertandingan berikutnya pemenang terdahulu kalah, ia harus melepaskan piala itu).

Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian kompetisi piala bergilir dalam pembelajaran atau yang disingkat KOPIBER adalah kompetisi antar kelompok siswa di kelas untuk memperoleh hasil/ prestasi belajar dengan dilambangkan pada perolehan piala penghargaaan terhadap pemenangan kompetisi.

Langkah-langkah Model KOPIBER (Kompetisi Piala Bergilir)

  1. Penyajian kelas
  • Membentuk kelompok secara random (kelompok tetap)
  • Penjelasan materi pembelajaran
  • Tanya jawab
  1. Kompetisi kelompok/Tim kelas
  • Mengerjakan Lembar Kerja KOPIBER secara kelompok.
  • Semua anggota kelompok bekerjasama mengerjakan lembar kerja siswa.
  • Perwakilan kelompok siswa mempresentasikan hasil kerja kelompoknya.
  1. Winner/ Pemenang
  • Kelompok siswa yang memperoleh nilai tertinggi dalam mengerjakan Lembar Kerja KOPIBER mendapat piala bergilir.

Media Animasi Power Point

Animasi adalah serangkaian gambar yang tetap, bila dilihat dalam suksesi cepat, memberikan kesan gambar bergerak. Kata animasi berasal dari arti kata-kata anima hidup Latin, dan animare makna untuk bernapas kehidupan ke. Sepanjang sejarah, orang telah mempekerjakan berbagai teknik untuk memberikan kesan gambar bergerak (answers.com 2011).

www.yarsi.ac.id/files/ANIMASI.doc, [27-08-2013/23:34]

Microsoft Power Point atau Microsoft Office Power Point adalah sebuah program komputer untuk presentasi yang dikembangkan oleh Microsoft di dalam paket aplikasi kantoran, Microsoft Office, selain Microsoft Word, Excel, Access dan beberapa program lainnya. Operasi dlm power point  adalah suatu perangkat lunak untuk membuat presentasi-presentasi multimedia efektif. Presentasi-presentasi kita akan tampil dengan seni klip 2D dan 3D, animasi, dan perlengkapan gambar. OpenOffice.org impress mempunyai suatu cakupan yang lengkap dari gambar perlengkapan pembuatan diagram yang mudah oleh kita. Fasilitas Animation dan Effects menghidupkan presentasi kita. Fontworks menyediakan huruf-huruf yang menarik format 2D dan 3D untuk gambar teks. Tujuan dari power point   adalah menginformasikan, meyakinkan, membujuk, menginspirasi, dan menghibur.

http://tridayanti123.blogspot.com/2013/03/pengertian-microsoft-power-point.html, [27-08-2013/23:30].

Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa animasi power point adalah gambar/tampilan bergerak yang dapat didisain secara menarik yang disajikan oleh salah satu program komputer.

Motivasi Belajar

Kegiatan pembelajaran akan berhasil apabila siswa memiliki motivasi dalam belajar. Seperti pendapat Hanafiah dan Suhana (2009: 16) bahwa pengertian motivasi belajar merupakan kekuatan (power motivation) daya pendorong (driving force) alat pembangun kesediaan dan keinginan yang kuat dalam diri peserta didik untuk belajar secara aktif, kreatif, efektif, inovatif dan menyenangkan dalam rangka perubahan tingkah laku, baik dalam aspek kognitif, afektif maupun psikomotor.

Sedangkan menurut Uno (2011:23) motivasi belajar adalah dua hal yang saling mempengaruhi. Hakikat motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa siswi yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur yang mendukung.

Berdasarkan pengertian motivasi belajar menurut teori di atas maka dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar adalah semangat siswa-siswi untuk mengikuti kegiatan pembelajaran agar memperoleh hasil belajar yang maksimal.

Hasil Belajar Matematika

Belajar merupakan proses mencari informasi dan pengetahuan untuk memperkaya diri akan informasi dan pengetahuan tersebut. Seperti yang disampaikan oleh Udin S. Winataputra (2005:1.5) Pengertian belajar yang cukup komprehensif diberikan oleh Bell Gredler, yang menyatakan bahwa belajar adalah proses yang dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan aneka ragam kemampuan, keterampilan, dan sikap yang diperoleh secara bertahap dan berkelanjutan mulai dari masa bayi sampai masa tua melalui rangkaian proses belajar sepanjang hayat.

Menurut Anni (2004:4) dalam bukunya  hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar. Perolehan aspek-aspek perubahan perilaku tersebut tergantung pada apa yang dipelajari oleh pembelajar. Oleh karena itu apabila pembelajar mempelajari pengetahuan tentang konsep, maka perubahan perilaku yang diperoleh adalah berupa penguasaan konsep. Dalam pembelajaran, perubahan perilaku yang harus dicapai oleh pembelajar setelah melaksanakan aktivitas belajar dirumuskan dalam tujuan pembelajaran.

Matematika merupakan ilmu pasti, seperti pendapat Muhsetyo (2009:1.2) sebagai pengetahuan matematika mempunyai ciri-ciri khusus antara lain abstrak, deduktif, konsisten, hierarkis dan logis. Keabstrakan Matematika yaitu karena objek dasarnya abstrak, yaitu fakta, konsep, operasi dan prinsip.

Pembelajaran Matematika di SD merupakan salah satu kajian yang selalu menarik untuk dikemukakan karena adanya perbedaan karakteristik khususnya antara hakikat anak dengan hakikat matematika. Untuk itu diperlukan adanya jembatan yang dapat menetralisir perbedaan atau pertentangan tersebut. Anak usia SD sedang mengalami perkembangan dalam tingkat berfikirnya (Karso, dkk. 2006:1.4).

Fungsi mata pelajaran matematika sebagai; alat, pola pikir, dan ilmu pengetahuan. Ketiga fungsi matematika tersebut hendaknya dijadikan acuan dalam pembelajaran matematika di sekolah  (Karso, dkk. 2006:2.6).

Kerangka Berpikir

Tindakan yang dilakukan pada Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Tujuannya adalah merubah kondisi awal berupa motivasi dan hasil belajar matematika yang masih rendah menjadi meningkat. Melalui penerapan model pembelajaran KOPIBER dengan pemanfaatan media power point diharapkan akan mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika materi KPK dan FPB dari kondisi awal ke akhir siklus I dan berlanjut sampai pada kondisi akhir siklus II.

 

Hipotesis Tindakan

Berdasarkan tindakan dan kerangka berpikir di atas maka diajukan hipotesis tindakan sebagai berikut: “Melalui penerapan model pembelajaran KOPIBER dengan pemanfaatan media animasi power point dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika materi KPK dan FPB bagi siswa kelas IV SD Negeri 2 Kedungurang UPK Gumelar pada semester 1 tahun pelajaran 2013/2014”.

 

METODE PENELITIAN

Setting dan Subjek Penelitian

Penelitian telah dilaksanakan pada semester 1 tahun pelajaran 2013/2014. Waktu Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dalam 3 bulan yakni dimulai bulan Agustus – Oktober 2013. Subjek penelitian Tindakan Kelas ini adalah Siswa Kelas IV SD Negeri 2 Kedungurang UPK Gumelar pada semester 1 tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 30 siswa, terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan.

Teknik dan Alat Pengumpul Data

Untuk mendapatkan data dalam Penelitian Tindakan Kelas ini diperlukan teknik dan alat pengumpulan data.

  1. Teknik Pengumpulan Data

Dalam Penelitian Tindakan Kelas terdapat dua teknik pengumpulan data yaitu teknik tes dan teknik non tes. Teknik pengumpulan data dengan teknik tes yaitu dengan tes tertulis. Sedangkan teknik pengumpulan data dengan menggunkan teknik non tes dilakukan melalui observasi.

  1. Alat Pengumpulan Data

Alat pengumpulan data yang akan digunakan dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini adalah sebagai berikut :

  1. Lembar Observasi

Lembar observasi terdiri dari lembar observasi aktivitas guru, lembar observasi aktivitas siswa dan lembar observasi motivasi belajar siswa.

  1. Dokumen

Dokumen yang diambil meliputi administrasi guru kelas (Daftar Kelas), daftar nilai per siklus, foto kegiatan pembelajaran tiap siklus, lembar soal tes evaluasi akhir siklus, dan lembar observasi.

Validitas Data dan Analisis Data

Untuk menjamin dan memperoleh kesahihan data dalam penelitian ini dilakukan dengan triangulasi sumber data dan triangulasi waktu. Triangulasi sumber data meliputi siswa, peneliti dan observer. Triangulasi waktu meliputi sebelum, saat dan setelah dilaksanakan tindakan penelitian.

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil anallisis data tiap pertemuan digunakan untuk menentukan kegiatan pada siklus selanjutnya. Adapun analisis analisis data meliputi data hasil belajar siswa, observasi motivasi belajar siswa, dan data observasi aktivitas guru.

.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Kondisi Awal Nilai Matematika Materi KPK dan FPB

Hasil pengumpulan data yang peneliti lakukan di kelas IV, SD Negeri 2 Kedungurang pada ulangan harian/tes formatif sebelum dilaksanakan penelitian, dari 30 siswa memperoleh nilai rata-rata 55,50. Siswa tuntas belajar sebanyak 8 siswa (26,67%), berarti masih terdapat 22 siswa (73,33%) yang belum tuntas dalam pembelajaran.

Bertolak dari masalah yang ditemukan, kemudian guru bersama kolabor merencanakan tindakan pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa melalui model KOPIBER dengan pemanfaatan media animasi power point pada materi KPK dan FPB pada siswa kelas IV SD Negeri 2 Kedungurang Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas.

Hasil Siklus I

Hasil kegiatan pada siklus I meliputi: 1) Hasil observasi aktivitas guru, 2) hasil observasi aktivitas siswa, 3) hasil observasi motivasi belajar siswa dan hasil evaluasi siswa pada tiap siklus. Pada kegiatan pembelajaran siklus I siswa yang memperoleh nilai tertinggi pada kegatan kompetisi kelompok berhak memperoleh piala bergilr, namun bagi yang belum beruntung menjadi pemenang tetap mendapat penghargaan berupa bintang. Siswa terlihat beremangat mengikuti kompetisi kelompok untuk memperoleh piala. Hal tersebut yang menjadi penyebab adanya peningkatan motivasi belajar dan berimbas pada peningkatan hasil belajar siswa dari kondisi awal ke siklus I. Masing-masing data yang telah terkumpul pada siklus I yaitu:

  1. Data kegiatan observer 1 yang mengamati aktivitas guru pada siklus I menilai peneliti menunjukan kriteria kinerja guru Baik, dengan perolehan skor rata-rata 2,63. Observer 1 melihat komunikasi aktif yang baik antara guru dan siswa sehingga kegiatan pembelajaran ini terlihat menarik.
  2. Observasi terhadap aktivitas siswa selama pembelajaran siklus I yang dilakukan oleh observer 2 menunjukan aktivitas siswa Baik dengan skor  2,88. Menurut pengamatan observer 2, Skor baik ini dipengaruhi oleh antusias siswa dalam mengikuti pembelajaran model KOPIBER. Siswa bersungguh-sungguh dalam memahami materi dan bersemangat untuk menjadi pemenang kompetisi.
  3. Observasi motivasi belajar siswa oleh observer 2 selama proses pembelajaran siklus I menunjukan adanya peningkatan pada tiap pertemuannya. Hal tersebut dikarenakan terlihat pada saat pembelajaran dengan model KOPIBER siswa antusias untuk bersaing menjadi pemenang kompetisi dan memperoleh piala. Siswa juga lebih antusias mengikuti pembelajaran dengan pemanfaatan media animasi power point pada saat penjelasan materi pembelajaran. Data yang diperoleh observer pada pertemuan pertama memperoleh rata-rata skor 2,63 dengan kriteria sedang. Sedangkan pada pertemuan kedua memperoleh rata-rata skor 3,25 dengan kriteria sedang. Sedangkan hasil rata-rata dari dua pertemuan pada siklus I tersebut memperoleh skor 2,94 dengan kriteria sedang.
  4. Hasil belajar siswa pada siklus I mengalami peningkatan dari kondisi awal. Sebanyak 19 siswa tuntas belajar dan siswa yang belum tuntas sebanyak 11 siswa. Nilai tertinggi yang diperoleh siswa adalah 90 dan nilai terendah adalah 30 dengan rata-rata 66,67 Persentase ketuntasan belajar klasikal adalah 63%. Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas dan motivasi belajar siswa pada setiap pertemuan siklus I. Siswa lebih mudah memahami materi dikarenakan peneliti memanfatkan media animasi power point. Sedangkan motivasi belajar siswa tumbuh karena adanya model KOPIBER. Namun ketuntasan belajar masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang ditentukan SD Negeri 2 Kedungurang yaitu 65 dengan rata-rata siswa yang tuntas/ sama degan KKM  75%.

 

Hasil belajar siswa pada siklus I dapat dibaca pada tabel frekuensi di bawah ini.

Tabel Frekuensi Nilai Siklus I

NO

NILAI (x)

FREKUENSI (f)

Fx

1

10

2

20

3

30

1

30

4

40

1

40

5

50

3

150

6

60

6

360

7

70

12

840

8

80

5

400

9

90

2

180

10

100

 

Jumlah

30

2.000

 

Hasil Siklus II

Kegiatan pembelajaran yang dilakukan pada siklus II tidak jauh berbeda dengan siklus I. Pembelajaran siklus II pada kegiatan penyampaian materi selain memanfaatkan media animasi power point guru juga memanfaatkan alat peraga kartu bilangan tempel. Kartu bilangan tempel bertujuan untuk memberi pengalaman nyata siswa dalam mengerjakan soal. Pengalaman nyata tersebut akan mempermudah siswa dalam mengingat dan memahami materi. Siswa dalam kelompok sudah terlihat bersemangat sebelum kompetisi dimulai, hal tersebut karena siswa dalam kelompok ingin berusaha maksimal untuk merebut piala dari juara bertahan. Pada siklus II terlihat adanya peningkatan hasil belajar yang optimal, peningkatan tersebut didukung oleh peningkatan motivasi belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran. Masing-masing data yang telah terkumpul pada siklus II yaitu:

  1. Observasi aktivitas guru pada pembelajaran siklus II dengan kriteria Sangat Baik, dengan perolehan skor rata-rata 3,5. Peneliti sebagai guru pelaksana tindakan bersedia mempertahankan bahkan berupaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran agar proses dan hasil belajar siswa lebih baik lagi.
  2. Observasi aktivitas siswa pada pembelajaran siklus II mengalami peningkatan yaitu berada pada kriteria Sangat Baik dengan skor 3,25.  Peningkatan tersebut disebabkan karena siswa merasa senang dan termotivasi dalam belajar menggunakan model KOPIBER. Selain itu siswa juga mudah memahami materi KPK dan FPB  dengan media animasi power point serta kartu bilangan tempel.
  3. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh teman sejawat/ observer 2 selama proses pembelajaran siklus II, pada pertemuan pertama memperoleh rata-rata skor 3,5 dengan kriteria tinggi. Sedangkan pada pertemuan kedua memperoleh rata-rata skor 3,63 dengan kriteria Tinggi, Sedangkan hasil rata-rata dari dua pertemuan pada siklus II tersebut memperoleh skor 3,56 dengan kriteria Tinggi. Dengan demikian pada siklus II ini motivasi belajar siswa terhadap pembelajaran matematika materi KPK dan FPB melalui penerapan model pembelajaran KOPIBER dengan pemanfaatan media animasi power point kriterianya tinggi.
  4. Hasil belajar yang diperoleh pada siklus II berupa nilai hasil tes tertulis terhadap penguasaan materi KPK dan FPB  pada siswa kelas IV. Hasil tes siswa pada siklus II mengalami peningkatan, siswa yang  tuntas belajar sebanyak 25 siswa, siswa yang belum tuntas sebanyak 5 siswa. Nilai tertinggi yang diperoleh siswa adalah 100 dan nilai terendah adalah 40 dengan rata-rata 75,67. Persentase ketuntasan belajar klasikal adalah 83%. Dengan demikian berarti ketuntasan belajar sudah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang ditentukan SD Negeri 2 Kedungurang yaitu 65 dengan persentase siswa yang melebihi/ sama dengan KKM mencapai 75%. Tercapainya target pada siklus II dikarenakan siswa lebih termotivasi untuk memahami materi. Penerapan model pembelajaran KOPIBER dengan pemanfaatan media animasi power point membuat siswa memiliki motivasi dan semangat untuk belajar. Selain itu pada siklus II peneliti juga memanfaatkan alat peraga kartu bilangan tempel untuk mempermudah siswa dalam memahami materi KPK dan FPB.

 

Hasil belajar siswa pada siklus II dapat dibaca pada tabel frekuensi di bawah ini.

                   Tabel Frekuensi Nilai Siklus II

NO

NILAI (x)

FREKUENSI (f)

Fx

1

10

2

20

3

30

4

40

1

40

5

50

1

50

6

60

3

180

7

70

9

630

8

80

8

640

9

90

5

450

10

100

3

300

 

Jumlah

30

2.290

 

Pembahasan

Hasil observasi selama kegiatan pembelajaran siklus I  sampai siklus II pada pembelajaran matematika materi KPK dan FPB menggunakan model pembelajaran KOPIBER dengan pemanfaatan media power point adalah sebagai berikut:

  1. Peningkatan Hasil Belajar

Peningkatan hasil belajar siswa disebabkan karena peningkatan motivasi belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran KOPIBER. Selain itu juga siswa lebih mudah memahami materi KPK dan FPB dengan penjelasan materi menggunakan media animasi power point serta alat peraga kartu bilangan tempel. Peningkatan hasil belajar siswa mulai dari kondisi awal, siklus I dan siklus II dapat dibaca pada tabel di bawah ini:

Tabel Hasil Belajar Siswa

Indikator

Kondisi Awal

Siklus I

Siklus II

Nilai < 65

22

11

5

Nilai ≥ 65

8

19

25

Rata-rata

55,50

74,00

75,67

Siswa Tuntas Belajar

26,67%

63%

83%

Siswa Tidak Tuntas Belajar

73,33%

37%

17%

 

Hasil belajar siswa dari kondisi awal sampai siklus II mengalami peningkatan. Pada kondisi awal nilai rata-rata kelas 55,5 dengan nilai ≤ 65 sebanyak 22 siswa dan nilai ≥ 65 sebanyak 8 siswa dan ketuntasan belajar 26,66%. Kemudian pada siklus I sudah mengalami peningkatan. Nilai rata-rata kelas 66,67 dengan nilai ≤ 65 sebanyak 11 siswa dan nilai ≥ 65 sebanyak 19 siswa dan ketuntasan belajar 63%. Ini berarti hasil belajar siswa masih dibawah Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM)/ target yang telah ditetapkan yaitu 65 dengan ketuntasan klasikan 75% ≥ KKM .

Pada siklus II hasil belajar siswa meningkat yaitu rata-rata kelas menjadi 75,67 dengan nilai ≤ 65 sebanyak 5 siswa, nilai ≥ 65 sebanyak 25 siswa dan ketuntasan belajar mencapai 83%. Terjadinya peningkatan hasil belajar siswa diakibatkan oleh peningkatan aktivitas guru, siswa dan motivasi belajar siswa dalam proses pembelajaran KOPIBER dengan pemanfaatan media animasi power point menggunakan alat peraga kartu bilangan.

  1. Peningkatan Motivasi Belajar

Motivasi belajar siswa juga mengalami peningkatan selama kegiatan pembelajaran siklus I sampai siklus II. Di bawah ini adalah tabel peningkatan motivasi belajar siswa.

Tabel Hasil Observasi Motivasi Belajar Siswa

No.

Uraian

Rata-rata Skor dan Kriteria

1. Siklus I Skor 2,94 =  Sedang
2. Siklus II Skor 3,56 =  Tinggi

 

Berdasarkan pada tabel 4.4 di atas terlihat bahwa terjadi peningkatan rata-rata skor motivasi siswa dari siklus I sampai siklus II. Pada siklus I rata-rata skor motivasi siswa 2,88 dengan kriteria sedang. Pada siklus II rata-rata skor motivasi siswa meningkat menjadi 3,56 dengan kriteria Tinggi.

  1. Peningkatan Aktivitas Guru

Hasil observasi terhadap aktivitas guru dalam pembelajaran juga terlihat terjadi peningkatan dari siklus I samapai siklus II. Peningkatan aktivitas guru dapat dibaca pada tabel di bawah ini:

Tabel Hasil Observasi Aktivitas Guru

No.

Uraian

Rata-rata Skor dan Kriteria

1. Siklus I Skor 2,63 =  Baik
2. Siklus II Skor 3,46 =  Sangat Baik

 

Berdasarkan tabel di atas menunjukan bahwa peningkatan aktivitas guru dari rata-rata skor 2,63 dengan kriteria baik pada siklus I menjadi rata-rata skor 3,46 dengan kriteria sangat baik pada siklus II. Hal tersebut dikarenakan guru melaksanakan penyempurnaan pada setiap siklusnya melalui kegiatan refleksi yang dilakukan bersama teman sejawat. Penyempurnaan yang dilakukan terkait dengan penerapan model pembelajaran KOPIBER dengan pemanfaatan media animasi power point yang dimulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.

  1. Peningkatan Aktivitas Siswa

Hasil observasi terhadap aktivitas siswa juga membuktikan terjadi peningkatan, seperti terlihat pada tabel berikut ini:

Tabel Hasil Observasi Aktivitas Siswa

No.

Uraian

Rata-rata Skor dan Kriteria

1. Siklus I Skor 2,88 =  Baik
2. Siklus II Skor 3,25 =  Sangat Baik

 

Berdasarkan tabel 4.6 bahwa pada siklus I rata-rata skor aktvitas siswa 2,88 dengan kriteria baik. Pada siklus II rata-rata skor meningkat menjadi 3,25 dengan kriteria sangat baik. Peningkatan ini terjadi dikarenakan dalam pembelajaran model KOPIBER memungkinkan untuk siswa berkompetisi antar kelompok dan bekerja sama dalam kelompok untuk meraih piala bergilir. Sedangkan dengan pemanfaatan media animasi power point ditambah dengan pemanfaatan alat peraga kartu bilangan tempel mempermudah siswa dalam memahami materi KPK dan FPB.

Berdasarkan hasil belajar siswa, hasil observasi terhadap motivasi belajar siswa, aktivitas guru, serta aktivitas siswa, yang dilakukan pada siklus I dan II telah mengalami peningkatan cukup signifikan dan telah memenuhi indikator keberhasilan dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK), maka penelitian ini dianggap telah berhasil meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi KPK dan FPB dan dianggap cukup.

 

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi KPK dan FPB bagi siswa kelas IV SD Negeri 2 Kedungurang melalui penerapan model pembelajaran KOPIBER dengan pemanfaatan media animasi power point  dapat disimpulkan bahwa:

  1. Adanya peningkatan motivasi belajar siswa dalam setiap siklusnya. Pada siklus I diperoleh skor rata-rata 2,94 dengan kriteria sedang. Pada siklus II meningkat dengan skor rata-rata 3,56 dengan kriteria tinggi.
  2. Adanya peningkatan hasil belajar siswa yang ditunjukkan dengan peningkatan prestasi belajar siswa pada setiap siklusnya. Pada kondisi awal nilai rata-rata siswa 55,50 dengan persentase ketuntasan belajar 26,66%. Pada siklus I nilai rata-rata siswa 66,67 dengan persentase ketuntasan belajar 63%, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata mencapai 75,67 dengan persentase ketuntasan belajar mencapai 83%.

Berdasarkan  kerangka teoritis sebagaimana terdapat pada kerangka pikir pada bab II bahwa melalui penerapan model pembelajaran KOPIBER dengan pemanfaatan media animasi power point dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika materi KPK dan FPB bagi siswa kelas IV SD Negeri 2 Kedungurang Tahun Pelajaran 2013/2014. Dengan demikian, dapat dilihat dengan jelas bahwa kesimpulan secara teoritis sejalan dengan kesimpulan secara empirik. Jadi, hipotesis yang peneliti ajukan pada PTK ini benar-benar terbukti.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Anni Tri Chatarina. (2004). Psikologi Belajar. Semarang: UPT MKK Universitas Negeri Semarang.

 

Karso, dkk. (2006). Pendidikan Matematika I. Jakarta:Universitas Terbbuka.

Komalasari Kokom, (2010). Pembelajaran Kontekstual. Bandung: Rafika Aditama.

Muhsetyo Gatot, dkk. (2009). Pembelajaran Matematika SD. Jakarta:Universitas Terbuka.

Pusat Bahasa. (2005). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Ed.3. Jakarta:Balai Pustaka

Tridayanti. (2013). Pengertian Microsoft Power Point. [Online]. Tersedia: http://tridayanti123.blogspot.com/2013/03/pengertian-microsoft-power-point.html. [27-08-2013].

Uno B Hamzah. (2011). Teori Motivasi dan Pengyukurannya. Jakarta:Bumi Aksara.

Winaputra Udin.S. (2008). Pembelajaran PKn di SD. Jakarta: Universitas Terbuka.

Yarsi. (2014). Pengertian Animasi. [Online]. Tersedia:www.yarsi.ac.id/files/ANIMASI.doc. [27-08-2013].

 

 

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

Ali Harsojo

Pribadi apa adanya, suka belajar dari orang lain dan pengalaman
Daftar Artikel Terkait :  5

Kategori

Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0