Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / MENJADI The LEADER Of The EDUCATION YANG DIHORMATI, DIHARGAI BUKAN DITAKUTI Di-Era Kurikulum 13
MENJADI The LEADER Of The EDUCATION YANG DIHORMATI, DIHARGAI BUKAN DITAKUTI Di-Era Kurikulum 13
0 Komentar | Dibaca 669 kali

Kebanggaan tersendiri pada seseorang jika menjadi sebuah pemimpin dilembaga, dan merupakan tanggungjawab yang besar untuk mempertanggungjawabkan semua baik dimata umum dan kelak diakhirat jika yang dipimpinnya tidak membawa amah yang arif dan bijaksana, tidak pandang bulu, berat sebelah, oh…..itu masih ada kerabat keluarga saya, padahal dia belum menunjukkan prestasi yang baik di lembaga tersebut, karena dia selalu membawa sesuatu demi nama baik didepan pimpinannya, The Leader of Education baik formal maupun non formal, lembaga Sekolah, Madrasah, Kasun, RT, RW bahkan dilembaga kemasyarakat yang lebih luas.
Tidak heran jika jabatan yang merasa dipimpinnya kurang membuat nyaman dan selalu janggal pada diri pemimpin kurang puas karena
tidak sesuai dengan harapan The Leader of The Best.Banyaknya tugas dan jadwal yang ada pada seorang pemimpin membuat dirinya lupa, bahwa dirinya adalah memimpin disalah satu tempat yang menunggu harapan seorang komandan yang arif lan bijaksana.Dalam sebuah buku Jawa banyak diceritakan pemimpin yang selalu berhasil dalam melakukan tugas karena seorang pemimpin selalu membaca alam sekitar yang dipimpinnya bukan sekedar mencari sumber lembaga dari luar.Bermunculnya kerajaan-kerajaan Jawa pada zamannya itu menunjukkan bahwa orang atau pemimpin dahulu jauh lebih baik ketimbang zaman sekarang, hanya saja zaman dahulu tidak adanya sumber media yang disebarkan ketelinga masyarakat bawahannya.
Munculnya wali Songo pada zamannya itu bukti nyata bahwa pemimpin di bidang agama ada sebuah kekompakan bahwa visi dan misi para wali zaman dahulu hanya mengembangkan islam
di tanah Jawa.Bagamana sekarang dengan perkembangan pemimpin yang lebih kompleks?
Bisakah seorang The Leader of Educatin di-Era kurikulum 13, akankah merubah karakter siswa yang yang kurang baik menjadi baik dan membawa kecemerlangan yang dipimpinnya, dalam dunia pendidikan sekarang?,bagamanapula dengan bawahan yang selalui diawasi dengan nilai DP3 pada lembaga pemerintahan, akankah lebih baik atau buruk? semua itu tergantung terhadap pemimmpin yang menyikapi dalam menyajikan sebuah sajian kepada bawahannya. Jika tidak lembaga yang dipimpinnya akan membawa bencana yang luar biasa.
Kenapa dikatakan bencana luar biasa, seorang pemimpin yang sudah tidak dipercaya lagi oleh bawahan akan timbul sebuah kecemburuan sosial satu sama lainnya, tuding sana, tuding sini, itu akibat kurang transparannya the leader of education dalam bertindak memutuskan sesuatu, membuat masalah kecil bisa besar, masalah besar dibuat kecil, menghambat prestasi bawahan yang akan maju lebih baik, karena takut tersaingi dengan ide-ide yang cemerlang, semua sikap di atas merupakan contoh pemimpin yang akan membawa kehancuran dari lembaga yang dipimpinnya, apa lagi yang dipimpinnya di lembaga pendidikan masih keterpihakan dan kurang transparannya keputusan.
Menjadi seorang pemimpin bukanlah perkara mudah, karena selain tanggung jawab yang berat, seorang pemimpin sejati harus memiliki berbagai macam kemampuan tentang kepemimpinan. Selain banyak hal tersebut diatas, hal penting lainnya yang dapat digunakan untuk menunjang kepemimpinan adalah “gengsi kepemimpinan”.
Menurut fakta, semakin tinggi tingkat kepemimpinan seseorang didalam organisasi, maka semakin tinggi-lah gengsi dari pemimpin tersebut. Atau jika menggunakan istilah statistik, tingkat kepemimpinan berbanding lurus dengan gengsi kepemimpinan
Misalnya sebelum menjadi pemimpin, biasanya seseorang tidak memikirkan gengsi-nya untuk bertindak “bebas” (misalkan, duduk lesehan ditempat umum dengan teman-teman untuk merasakan nikmatnya secangkir kopi serasi dengan sepiring kue wingkonya).Tapi setelah menjadi pemimpin, seseorang harus berpikir 1000 kali untuk bertindak “bebas” seperti contoh diatas.Ketika ditanya alasannya, Gengsi/Jaga Image (Jaim) menjadi alasan yang utama.
Tapi hal tersebut tidak berlaku bagi Dr.Y.J Karyantoro,M.BA (Ketua Stikom).Dalam menjalani masa kepemimpinannya Dr.Y.J Karyantoro,M.BA lebih sering “mampir” di tempat/kondisi yang mungkin tidak akan dilakukan para pemimpin lain karena alasan gengsi /jaga image (jaim).
Yang menarik disini adalah, dengan “membunuh rasa gengsi/ja-im nya”,Y.J Karyantoro justru mendapat dukungan yang sangat kuat yang dinamakan “People Power”.Efeknya, jika didalam organisasi, dukungan/loyalitas staf kepada pemimpinnya sangat kuat, bukan tidak mungkin organisasi tersebut akan sangat mudah diarahkan ke arah yang lebih baik sesuai visi misi sang pemimpin. Wow … Fantastis sekali!
Pengertian
Definisi pemimpin dan kepemimpinan adalah A leader is an individual who influences others to act toward a particular goal or end-state (Judith R. Gordon) sedangkan menurut Stephen P.Robbins the leadership is the ability to influence a group toward the achievement of goals.
The Great Man Theory, menurut teori ini orang bisa berhasil menjadi pemimpin yang baik, karena memang dilahirkan demikian.Sebab kemunculan the great man theory karena :
1. Anggapan/keyakinan sebagian masyarakat.
2. Sebagai konsekwensi dari anggapan studi awal tentang kepribadian yang diyakini sifat bawaannya.
Anggapan/keyakinan sebagian masyarakat pada umumnya membuat masyarakat percaya dan akan terbawa pengaruh yang besar terhadap yang dipimpinya, ketika seorang pemimpin memutuskan sesuatu yang dianggab tabu namun disisi lain membawa keberuntungan yang besar masyarakat akan segerah sadar bahwa seseorang pemimpin tidak hanya dari segi sikap namun langkah keputusannya akan diambil harus dapat menyesuaikan dengan keadaan yang ada.
Anggapan study awal tentang kepribadian yang diyakini dan dimiliki oleh seorang pemimpin menambah keyakinan pemimpin dimana pemimpin tersebut harus mempunyai :
Ciri – Ciri
1. Intelegensia
Ada 8 macam intelegensia menurut Prof Howard Gardner dari Harvard University menyebutkan bahwa inteligensia manusia meliputi inteligensia linguistik, logis matematis, visual spatial, kinestetik, musikal, naturalis, interpersonal, dan intrapersonal.
Dari kedelapan itelenjensi tersebut membantu seseorang menjadi pemimpin untuk dikalangan lembaga Kedelapan inteligensia ini bisa dan perlu dilatih.
2. Kematangan Sosial
Perkembangan seseorang yang terlihat dari adanya perasaan penilaian diri dan adanya kemampuan untuk membawakan diri secara wajar dalam kelompok atau lingkungan sosial yang berbeda
3. Inner Motivation
Motivasi Batin dalam melakukan sesuatu motifasi utama awal harus dari motivasi bathin, niatan yang akan melakukan sesuatu dengan bathin lebih utama akan muda kita lakukan, apapun itu hambatan, rintangan apa lagi bentuk ujian yang akan datang itu, akan muda diatasi sesuai kemampuan yang bersangkutan.
4. Human Relation Attitude
Sikap yang berkaitan dengan manusia, agama disamping semua kita paparkan di atas, juga menyebutkan bahwa Hablum Minallah (hubungan manuasi dengan Sangpencipta) juga harus di barengi dengan Hablul Mannas (hugungan dengan manusia) juga diutamakan, satu manusia dengan lainnya tentu dan pasti saling berhunungan yang telah di ajarkan dalam kehidupan bersosial.
Kesimpulan
Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. dalam hidup, manusia selalau berinteraksi dengan sesama serta dengan lingkungan.Manusia hidup berkelompok baik dalam kelompok besar maupun dalam kelompok kecil.
Hidup dalam kelompok tentulah tidak mudah. Untuk menciptakan kondisi kehidupan yang harmonis anggota kelompok haruslah saling menghormati dan menghargai, pemimpin harus menghargai bawahan, bawahan sepantasnya harus menghormati atasan, Kepala Sekolah harus arif dan bijaksana kepada guru-gurunya, sebaliknya guru haruslah mentaati atasannya, (terkecuali kepala sekolah yang tebang pilih) agar tercapai The Leader of Educatian dalam kurikulum 13 dengan baik.
Pemimpin yang berhasil hendaknya memiliki beberapa kriteria yang tergantung pada sudut pandang atau pendekatan yang digunakan, apakah itu kepribadiannya, keterampilan, bakat, sifat–sifatnya, atau kewenangannya yang dimiliki yang mana nantinya sangat berpengaruh terhadap teori maupun gaya kepemimpinan yang akan diterapkan.
Fungsi pemimpin dalam suatu organisasi tidak dapat dibantah merupakan sesuatu fungsi yang sangat penting bagi keberadaan dan kemajuan organisasi yang bersangkutan.Pada dasarnya fungsi kepemimpinan memiliki 2 aspek yaitu :
 Fungsi administrasi, yakni mengadakan formulasi kebijaksanakan administrasi dan menyediakan fasilitasnya.
 Fungsi sebagai top manajemen, yakni mengadakan planning, organizing, staffing, directing, commanding, controling, dsb.
Demikian apa yang diterapkan oleh pemimpin bangsa kita, baik dibidang pemerintahan dan pendidikan, semoga bermanfaat baik kepada penulis maupun kepada pembaca terutama kepada GURU INDONESIA.

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

Shafira Aulia

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  1
Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0