Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Opini & Ide

Beranda / Opini & Ide / PENDIDIKAN KARAKTER ITU DIBIASAKAN, BUKAN DIBACAKAN
PENDIDIKAN KARAKTER ITU DIBIASAKAN, BUKAN DIBACAKAN
0 Komentar | Dibaca 957 kali
USMAN . J @makkiobaji
26 August 2014

I

Isu-isu moral dikalangan remaja seperti tindak kekerasan, kebebasan seksual, penggunaan obat terlarang dan isu-isu moral yang lain tidak boleh lagi dianggap sebagai persoalan yang sederhana. Isu-isu ini sudah cukup serius karena terkait dengan proses regenerasi kepemimpinan nasional dimasa yang akan datang, apalagi isu-isu moral ini sudah menjurus kepada tindakan kriminial yang meresahkan masyarakat. Unjuk kekerasan antar sekolah yang berujung pada kematian adalah fenomena yang sudah lazim kita saksikan baik dalam kehidupan nyata sehari-hari maupun dalam pemberitaan di media sosial.
Menyambut hari guru yang akan jatuh pada tanggal 25 November yang akan datang, maka hendaknya semua guru harus lebih berbenah menghadapi isu-isu ini. Ini bukan berarti bahwa tugas dan tanggungjwab terhadap isu-isu moralitas remaja hanya menjadi tanggungjwab guru semata. Akan tetapi beban sebagai pendidik sangatlah besar yang mengharuskannya bekerja lebih keras guna memiliki langkah-langkah antisipatif. Bukankah menciptakan generasi unggul, cerdas, bermoral, terampil dan berwawasan kebangsaan adalah cita-cita yang hampir semua sekolah mencantumkannya sebagai visi sekolah?. Maka sudah saatnya para guru bergerak cepat mempersiapkan pendidikan karakter, atau kita akan kehilangan generasi unggul yang siap melanjutkan kepemimpinan nasional.

 

II

Lerner, Entwisle dan Mauser dalam Santrock (2003), mengatakan bahwa bahwa banyak remaja yang tidak memperoleh cukup kesempatan dan dukungan untuk menjadi orang dewasa yang lebih kompeten. Padahal masa remaja adalah tahapan transisi menuju kestatus dewasa. Sebagai remaja, akan terus melakukan pencarian dirinya sendiri, mengkritisi sikap hidup yang lama dan mencoba yang baru untuk menjadi dewasa yang lebih menetap. Untuk itu diperlukan pendidikan dan bimbingan yang cukup sehingga para siswa yang umumnya remaja memperoleh beragam pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dibutuhkan dalam hidup dan kehidupannya, mampu melakukan transmisi nilai-nilai dan sistem moral yang menopang struktur sosial masyarakat.
Pada wilayah inilah pendidikan karekter itu penting. Membimbing remaja untuk memahami beragam sistem nilai, adalah tugas utama kita sebagai guru. Menurut Milson & Mehlig dalam Eggen & Kauchak (2004) bahwa pendidikan karakter itu menekankan pada transmisi nilai-nilai moral seperti kejujuran dan prinsip-prinsip bermasyarakat kemudian menerjemahkan nilai-nilai tersebut ke dalam beberapa perilaku. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk menginternalisasi nilai-nilai