Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / GURU PROFESONAL HARUS TERDIDIK DAN BISA MENDIDIK
GURU PROFESONAL HARUS TERDIDIK DAN BISA MENDIDIK
2 Komentar | Dibaca 1199 kali
SAHABUDDIN @elsah
03 September 2014

Sahabuddin (Guru SMPN 2 Tarowang,Kab Jeneponto-Sulsel))
Seiring dengan kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK),maka kita semakin muda mengakses informasi yang actual,ilmu pengetahuan dan berbagai macam hiburan,baik melalui media cetak,maupun media elektronik. Bagi yang telah berlangganan internet,maka setiap menit bisa membaca berita terbaru melalui internet,baik pada Koran on-line,website,twiter,maupun melalui facebook.
Melalui TIK,setiap hari kita mendapat informasi tentang kerusakan moral,tindak asusila ataupun tindak kriminal,yang bukan hanya dilakukan oleh orang-orang yang tidak terdidik,melainkan dilakukan pula oleh warga pendidikan,dari kalangan peserta didik mulai dari tingkat SD sampai ke perguruan tinggi.Dan yang sangat mencoreng dunia pendidikan adalah bila pelakunya adalah seorang pendidik yang seharusnya ditiru dan digugu.Nauzubillah,karena kita bukan malaikat,tapi manusia bisa yang senantiasa ditemani oleh setan yang mempunyai visi dan misi untuk menyesatkan manusia.
Guru adalah konteks pendidikan dianggap sebagai manusia dewasa yang bertugas memanusiakan manusia agar menjadi manusia.Manusia telah dinyatakan Allah sebagai makhluk yang diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya (QS. Al Ma’un:4).Manusia bila memperlakukan dirinya sebagai manusia maka bisa menjadi makhluk yang lebih baik dari malaikat dengan dekat dengan Allah (QS. Al Bayyinah:7),Namun,bila manusia memperlakukan dirinya sebagai binatang maka manusia bisa lebih buruk daripada binatang yang terburuk (QS. Al Bayyinah: 6).Manusia memiliki daya cipta,rasa dan karsa.Cipta,rasa dan karsa akan menjadi sempurna bilamana diperkuat dengan keimanan dan ketakwaan.Keimanan dan ketakwaan inilah yang bisa menaikkan derajat manusia melebihi dari malaikat dan bisa pula membuatnya terhina lebih hina dari binatang.
Allah SWT melalui pemerintah memberikan amanah kepada guru untuk memberikan pengajaran atau pendidikan di muka bumi. Guru adalah sosok manusia dewasa yang dipercaya bisa mengembang tugas Negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa (Alinea IV Pembukaan UUD 1945), Untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional,yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”(Paal 3 UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional).
Pasal 3 UU No.20 tahun 2003 tersebut diatas,menyatakan bahwa peserta didik adalah manusia yang telah dianugerahi Allah berbagai potensi, maka tanggung jawab guru adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.Tanggung jawab guru yang dibebankan Negara/pemerintah terhadapnya tidaklah muda.Menjadikan anak didik beriman dan bertakwa serta berakhlak mulia adalah merupakan tugas yang amat berat diantara tugas guru lainnya,makanya tidak seorang bisa menjadi guru.Pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen,telah memberi batasan bahwa guru adalah tugas profesional yang dibuktikan dengan sertifikat professional.
Guru professional adalah guru yang memiliki kompetensi,baik kompetensi personal maupun kompetensi. kemampuan personal mencakup:
1) Penampilan sikap yang positif terhadap keseluruhan tugasnya sebagai guru dan terhadap keseluruhan situasi pendidikan;
2) Pemahaman, penghayatan, dan penampilan nilai-nilai yang seyogianya dimiliki guru; dan
3) Penampilan untuk menjadikan dirinya sebagai anutan dan teladan para siswanya.
Beberapa kemampuan profesional yang harus dimiliki seorang guru, pada garis besarnya;
1) Kemampuan penguasaan materi/ bahan pelajaran;
2) Kemampuan perencanaan program proses belajar-mengajar;
3) Kemampuan pengelolaan program belajar-mengajar;
4) Kemampuan dalam pelaksanaan proses belajar-mengajar;
5) Kemampuan penggunaan media dan sumber pembelajaran;
6) Kemampuan pelaksanaan evaluasi dan penilaian prestasi siswa;
7) Kemampuan program bimbingan dan penyuluhan;
8) Kemampuan dalam pelaksanaan diagnosis kesulitan belajar siswa; dan
9) Kemampuan pelaksanaan administrasi kurikulum atau administrasi guru.

Mengingat betapa berat tugas guru,yang bukan hanya mengajar dan melatih tapi yang harus pula diperhatikan adalah aspek mendidik,apalagi sekarang dunia pendidikan ditantang oleh perkembangan TIK yang begitu cepat,sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan prilaku peserta diri.Guru ditantang oleh peserta didik yang telah rusak moralnya,atau yang malas belajar karena waktu belajarnya telah dikuasai oleh Sinetron atau internetan.
Seseorang sebelum terjung ke dunia pendidikan untuk berperan sebagai pendidik maka harus siap dan mampu untuk mendidik,antara lain:
1. Terlebih dahulu harus bisa mendidik dirinya sendiri menjadi manusia dewasa yang beriman dan bertakwa serta berkahlak mulia,agar benar-benar menjadi panutan peserta diri. Bagaimana bisa seorang guru mendidik anak didiknya beriman dan bertakwa kalau dirinya sendiri tidak bisa di didik.bagaimana bisa membuat siswanya disiplin karena dirinya sendiri tidak bisa disiplinkan.
2. Guru harus memiliki bekal mendidik,berupa dasar-dasar kependidikan,psikologi pendidikan,dan ilmu pendukung lainnya,yang tentunya diperoleh melalui pendidikan profesi pada lembaga pendidikan profesi keguruan.Jadi seseorang yang menjadi guru jangan hanya bisa mengejar ijazah keguruan,tetapi yang paling penting adalah ilmu dibalik ijazah itu.
3. Guru jangan hanya melihat pekerjaannya sebagai mata pencaharian yang mudah dan berpenghasilan tinggi,tetapi pandanglah sebagai pekerjaan mulia yang mengembang amanah yang berat.Kalau guru hanya melihatnya sebagai mata pencaharian maka guru akan mengabaikan aspek mendidik,hanya datang ke sekolah kalau ada jam mengajar.Tetapi kalau melihatnya sebagai suatu amanah maka guru akan memperhatikan aspek mendidiknya.
Mungkin di antara kita pernah mendengar atau membaca berita tentang oknum guru yang terpaksa berurusan dengan aparat penegak hukum karena melakukan suatu perbuatan yang tidak layak dilakukan oleh seorang guru,antara lain pelecehan seksual terhadap siswanya,perselingkuhan,pemotongan dana bantuan siswa atau dalam tindak pidana korupsi.Oleh karena itu,kita harus selalu menyadari bahwa guru juga adalah manusia biasa yang tidak bebas dari incaran setan untuk menyesatkannya. Kita harus selalu membentengi diri dengan berusaha meningkatkan keimanan dan ketakwaan kta terhadap Allah.Kepada Allah kita memohon pertolongannya dari gangguan atau tipu daya setan.Kepada-Nyalah kita mengharap petunjuk-Nya.Karena Allahlah yang berkuasa memberi pentujuk dan berkuasa pula menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya.Seorang guru jangan sok suci tap jangan pula menutup diri untuk saling menasehati dalam kebenaran. Banyak membaca adalah cara yang tepat untuk mendidik diri sebelum mendidik anak didik.

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Terdapat 2 Komentar pada "GURU PROFESONAL HARUS TERDIDIK DAN BISA MENDIDIK"

  1. SUCITRO HADI SANTOSO

     |
    September 3, 2014 at 10:18 am

    Lumayanlah pak buat tambahan beli mobil
    he. he.. he..

    salam dari pamekasan madura

  2. SAHABUDDIN

     |
    September 3, 2014 at 3:17 pm

    Salam balik dari SMPN 2 Tarowang,Jeneponto Sulsel

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

santhosh

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  1

Komentar Terbaru

Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0