Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / Cerpen MASJID MENANGIS
Cerpen MASJID MENANGIS
0 Komentar | Dibaca 722 kali
SAHABUDDIN @elsah
07 September 2014

Hatiku bergetar saat kudengar suara tangis yang menggema dan menyayat hati.Suara tangis yang berada di luar rumah.Kutatap jam dinding kamarku.Waktu telah menunjutkan pukul setengah empat dinihari.Sebagaimana biasa akupun meninggalkan mimpi-mimpiku untuk memulai aktivitas hidup sebagai seorang hamba.Hatiku mendengar bisikan bahwa masjid yang ada di kampungku sedang menangis.”Masjid menangis ?”,hatiku bertanya keheranan.”Mengapa masjid bisa menangis ?’. Bisikan itu menjawab “Masjid Kampung Beru menangis karena ditinggalkan oleh jemaahnya”.”Allah sangat kecewa terhadap orang-orang yang mengaku Islam namun sombong terhadap Allah”,lanjut bisikan itu.”Bagaimana kami dibilang sombong terhadap Allah ?’,hatiku bertanya.”Bagaimana tidak sombong,setiap hari lima kali Allah menyeru di masjid memanggil kalian beribadah di rumahnya tapi adakah kalian di kampong ini yang tersentuh hatinya untuk memenuhi panggilan Allah itu ?,kalian semua sombong karena tidak ada lagi orang dewasa di kampung ini yang mau mengumandangkan azan,kalian semua gengsi,yang ada Cuma bocah kecil yang belum tahu apa-apa. Apa yang kalian sombongkan dihadapan Allah,nikmat Tuhan manakah yang kalian dustakan,kalian semua sehat,kuat dan diberi rezki yang melimpah,semua itukah yang membuat kalian tidak mau berkunjung ke rumah-Nya,untuk bersujud di hadapan-Nya ?.Kalian semua musyrik karena lebih menghargai panggilan manusia daripada panggilan Allah,buktinya kalau Allah memanggilmu ke rumah-Nya beribadah dengan balasan pahala yang melimpah kalian semua pada malas dan banyak alasan, tetapi kalau manusia yang memanggil kalian ke rumahnya untuk melakukan barzanji atau mengaji untuk orang mati dengan imbalan sepotong kue dan secangkir kopi,kalian semua berlomba-lomba sampai berdesak-desakan di rumah orang tersebut.Tidakkah kalian pikir bahwa panggilan Allah untuk beribadah di rumah-Nya sangatlah mulia,menenuhinya adalah sangat utama.Allah dan Rasul-Nya telah menjamin balasan yang sempurna bagi tamu-tamu Allah,tetapi undangan sesamamu untuk barzanji di rumahnya adakah jaminan keutamaannya kecuali akan mendatangkan penyesalan bagimu kelak”.Lanjutnya.”Tidakkah kalian mau menjadi tamu Allah,menjadi tamu presiden saja kalian bangga,apalagi bila menjadi tamu Allah,mana akalmu ?”.
Akupun menjadi malu dan bersedih karena sudah lama tidak memenuhi panggilan Allah ke rumah-Nya yang sudah jelas sebagai tempat yang penuh kemenangan.Walau hatiku selalu ada di masjid saat tiba waktu shalat,namun selalu saja menangis karena kutak bisa lagi menjadi tamu Allah,kutak bisa lagi shalat bersama dengan malaikat di rumah Allah, kutak bisa lagi mengumadangkan azan yang disaksikan oleh para malaikat dan seluruh makhluk yang mendengar azan. Fisik tak sanggup lagi membawaku ke masjid.Walau Allah menyuruhku beribadah kepada-Nya sesuai dengan kemampuanku,namun akupun iri pada umat lainnya yang diberi kesehatan dan kekuatan serta pandai bersyukur dengan senantiasa memenuhi panggilan Allah,merekalah orang-orang yang tak mengecewakan Allah,mer