Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Opini & Ide

Beranda / Opini & Ide / Haruskah Guru Ikhlas?
Haruskah Guru Ikhlas?
0 Komentar | Dibaca 1266 kali

Tidak asing lagi didengar kalimat “guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa”. Kalimat itu juga berarti guru adalah sosok tanpa pamrih, upah dan menerima apa adanya. Hanya Tuhan yang akan membalas amal kebaikan para guru bahkan dalam Alquran juga disebutkan ….”ikutilah oleh kalian orang2 yang tidak minta upah”….(Yasin:35). Ayat ini juga dijadikan oleh sebagian orang agar guru harus ikhlas sama seperti para ustadz yang menyampaikan kajian untuk umat agar tidak minta upah dalam penyampainnya. ketika ada pertanyaan “Haruskah Guru Ikhlas?” adalah persoalan batin. karena ikhlas itu ada dalam hati dan dimanifestasikan melalui perbuatan.

Ketika hati dan perbuatan tidak sesuai maka itu termasuk sifat hipokrit alias orang munafik. jika guru dalam hatinya ikhlas sementara perbuatannya masih berharap gaji,upah, penghasilan, income, apalah namanya maka guru tersebut adalah munafik. Ikhlas tidak boleh dipermainkan dan dijadikan sebagai kepura-puraan atau pretensi. maka untuk mengantisipasi kemunafikan itu muncul term “guru profesional” yang berarti guru adalah pekerjaan bukan jabatan hibah tapi sebuah jabatan yang bernilai komersil.

Tuntutan guru profesional adalah kompetensi yaitu kemampuan menjual produknya agar laku. sehingga apapun kurikulumnya mau ktps 2006 atau 2013 kalu guru tidak bisa menjual produk itu dengan baik maka ia tidak berhasil menjadi seorang yang profesional analoginya meskipun mobil itu mewah tapi yang mengemudinya supir angkot juga maka mobil mewah itu juga akan seperti angkot.

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....
Tags :  

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

MOCHAMAD RAMDANI

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  1

Komentar Terbaru

Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0