Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / JABATAN ADALAH AMANAH DAN PENGABDIAN
JABATAN ADALAH AMANAH DAN PENGABDIAN
0 Komentar | Dibaca 1253 kali
SAHABUDDIN @elsah
04 September 2014

Oleh: Sahabuddin (Guru SMPN 2 Tarowang)
Tahun 2014 bagi masyarakat Jeneponto adalah tahun amanah atau musim mutasi,karena di dalamnyalah jabatan-jabatan itu dibagi-bagi.Berawal dari pelantikan Bupati dan Wakil Bupati di akhir tahun 2013,tahun 2014 diisi dengan mutasi.Pejabat lama yang dianggap tidak bisa mengembang amanah “Perubahan” dibebaskan dan digantikan oleh pegawai yang dianggap (oleh pemberi jabatan) bisa mengembang amanah perubahan,ada mengistilahkan ” menyeberangkan yang berseberangan dan berjalan bersama yang sejalan”.Sedih dan gembira tentu mewarnai mutasi itu yang “mau tidak mau” harus diterima,apalagi yang “sudah lama mau”.Dalam artian amanah,penulis mengucapkan “selamat dan sukses” kepada yang secara terhormat dibebaskan amanahnya sedangkan mereka termasuk berhasil dalam mengembang amanah,berarti mereka sukses dalam memikul amanah,mereka adalah makhluk yang lebih kuat daripada bumi dan langit. Bumi dan langit tidak sanggup menerima amanah kala ditawarkan oleh Allah kepadanya.Bagi mereka yang baru dilantik sebagai pejabat yang menggantikan pejabat lama,penulis ucapkan “selamat bertugas semoga sukses” dan semoga bisa selamat mengembang amanah dan lebih sukses dari pejabat sebelumnya yang digantikan.Jangan permalukan pemberi amanah,dan jangan permalukan diri dihadapan orang-orang yang kehilangan jabatan.Kegagalan memajukan instansi yang dipimpimnya adalah kegagalan mengembang amanah dan sesungguhnya amanah itu kelak akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah.Amanah itu berat.Begitulah yang dirasakan penulis yang dalam keterbatasan fisik diberi amanah di sekolah selain sebagai guru PPKN,juga sebagai Kepala Perpustakaan,Humas dan Petugas Bimbingan dan Konseling.
A. Menunaikan Amanah Adalah Wajib
Beberapa ayat dalam Al Quran dan hadis yang menyatakan bahwa menunaikan amanah adalah wajib,artinya bila berhasil maka dapat pahala dan bila gagal maka akan mendapat dosa.“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu untuk menunaikan amanah kepada yang berhak menerimanya” [QS.An-Nisa : 58].Ibnu Katsir berkata dalam tafsir ayat ini, “Allah Ta’ala memberitakan bahwasanya Ia memerintahkan untuk menunaikan amanah-amanah kepada ahlinya.
Di dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda:“ Tunaikan amanah kepada orang yang memberi amanah kepadamu,” [Diriwayatkan oleh Imam Ahmad].memberikan amanah kepada yang bukan ahlinya adalah salah satu tanda akan datangnya hari kiamat: “Apabila amanah telah disia-siakan, maka nantikanlah tibanya hari kiamat. Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan menyia-nyiakan amanah? Beliau menjawab: ‘Apabila perkara itu diserahkan kepada selain ahlinya, maka nantikanlah tibanya hari kiamat”. ” [HR. Al-Bukhari].Rasulullah bersabda saat seorang saat meminta jabatan padanya: “Ya Abu Dzar, sesungguhnya engkau ini lemah dan jabatan itu amanah, pada hari kiamat ia akan menjadi penghinaan dan penyesalan kecuali bagi orang yang mengambilnya dengan haknya dan menunaikan hak jabatan yang menjadi kewajibannya.” (HR. Muslim)
Dalam ayat lain Allah berfirman : “Wahai orang-orang yang beriman janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu sedangkan kamu mengetahui” [Al-Anfal : 27]. “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia, sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh” [Al-Ahzab : 72].Orang yang tidak sanggup mengembang amanah,dalam Islam dianggap sebagai orang munafik: “Dan orang-orang yang memelihara amanah-amanah (yang dipikulnya) dan janji-janji” [Al-Mukminun : 8].Ibnu Katsir berkata, “Yaitu, apabila mereka diberi kepercayaan mereka tidak berkhianat, dan apabila berjanji mereka tidak mungkir, ini adalah sifat-sifat orang mukminin dan lawannya adalah sifat-sifat munafikin, sebagaimana tercantum dalam hadis yang shahih.Rasulullah SAW bersabda:“Tanda munafik ada tiga : apabila berbicara berdusta, apabaila berjanji ia mungkir dan apabila diberi amanat dia berkhianat”(HR.Bukhari-Muslim).“Apabila berbicara ia berdusta, dan apabila berjanji ia mungkir dan apabila bertengkar ia berlaku keji”.
B. Sumpah Jabatan adalah Janji
Sebelum melaksanakan tugas,para pejabat terlebih dahulu dilantik oleh pejabat di atasnya. Dalam pelantikan itu para pemangku jabatan mengucapkan “Sumpah jabatan”,yang berisi janji kepada pemberi amanah (dipersaksikan dengan Al quran) untuk melaksanakan amanah (Allah yang disaksikan oleh para malaikat) dengan sebaik-baiknya.Janji adalah utang dan utang itu kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Sudah tentu berat sekali risikonya bila suatu saat nantinya ia mengkhianati sumpahnya. Mungkin inilah satu penyebab banyaknya pejabat yang tidak berkah dalam jabatannya, bahkan menjadi tersangka dan dijebloskan ke dalam penjara,karena tidak bersungguh-sungguh melaksanakan sumpahnya atau hanya menganggap sumpah itu sebagai jalan untuk melaksanakan rencana liciknya.
Dalam kaitan itu, Rasulullah saw bersabda: “Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap kamu akan diminta pertanggungjawaban dari kepemimpanmu”. Maka seorang pejabat yang memimpin orang banyak adalah pemimpin yang akan diminta pertanggungjawabannya atas kepemimpinannya. Dalam konsep Islam, semua orang adalah pemimpin, dan setiap orang harus mempertanggungjawabkan tindakannya kepada sesamanya di dunia dan kepadaTuhan kelak di akhirat.Kita semua adalah pengembang amanah yang kelak akan mempertanggungjawabkan atas amanah yang diberikannya.Mempertanggungjawabkan jabatan/amanah yang diminta jauh lebih berat daripada mempertanggungjawabkan jabatan/amanah yang tidak diminta.
Ada tiga hal (Oleh Imam Ghazali) yang hendaknya dimliki oleh seorang pejabat dalam mengembang amanah,yaitu kepemimpinan, akhlak, dan hokum,yang ktiganya bila telah rusak, maka birokrasi pemerintahan Negara seperti eksekutif, legislatif dan yudikatif juga ikut rusak. Karena bukankah anggota birokrasi itu pada bidangnya masing-masing adalah pemimpin.Birokrasi pemerintahan kita sekarang ini telah berubah menjadi biro jasa dan biro proyek dalam arti yang tidak manusiawi. Tidak ada satu pun kepentingan rakyat yang memerlukan penyelesaian oleh birokrasi yang tidak memakai uang, ada uang ada pelayanan, demikianlah budaya pelayanan birokrasi sekarang. Na’u dzubillahi min dzalik!.Mudah-mudahan para pejabat yang berada dalam “kabinet perubahan bisa mengembang amanah rakyat,melaksanakan sumpah jabatan dan mewujudkan “Jeneponto yang lebih baik”,kita doakan bersama.Ingat pesan Rasulullah SAW: “Sesungguhnya kalian nanti akan sangat berambisi terhadap kepemimpinan, padahal kelak di hari kiamat ia akan menjadi penyesalan. ” [HR. Al-Bukhari].
Pejabat adalah pemangku amanah, maka selayaknya seorang pejabat selaku pimpinan instansi atau suatu organisasi kerja memiliki sifat-sifat pendukung pelaksanaan tugasnya,antara lain:
1. Kuat lagi terpercaya ,baik secara fisik,kuat iman maupun pemikirannya.Pemimpin yang lemah akan mempengaruh kepatuhan dan kinerja bawahan,sebaliknya pemimpin yang kuat dapat menunaikan hak Allah, tidak melampaui batasan-batasannya, dan punya kekuasaan.Rasulullah juga menyatakan kepada Abu Dzar bahwa kepemimpinan itu adalah sebuah amanah. “Sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya. ” [Al-Qashash: 26].
2. Takut kepada Allah,baik di tengah keramaian maupun dalam keadaan sendirian.Takut kepada Allah akan membuat seorang pemimpin berlaku jujur,takut melakukan kecurangan, penyelewengan,pemerasan dan sebagainya.Amanah itu kembalinya kepada rasa takut pada Allah, tidak menjual ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit, dan tidak takut kepada manusia.Allah berfirman: “Maka janganlah kalian takut kepada manusia, tapi takutlah kepada-Ku. ” [QS. Al-Maidah: 44].
Dengan memliki kedua sifat di atas maka seorang pejabat akan bisa menuanaikan amanah yang diberikan padanya oleh rakyat atau oleh Tuhan melalui atasannya.Sebaliknya bila tidak memiliki sifat tersebut maka yakinlah bahwa pejabat itu akan mendatangkan kehancuran,kesengsaraan dan penyesalan.Kita doakan semoga para pejabat yang baru dilantik memiliki sifat yang kuat dan terpercaya,serta takut kepada Allah.Ketika jabatan dia anggap sebagai amanah, maka namanya kerja keras terasa lebih pas dilafalkan dalam satu tarikan nafas.[Referensi: http://www.salaf.web.id/469/jabatan-adalah-amanah-dan-pengabdian-bukan-untuk- mencari-ketenaran; http://krjogja.com/read/222885/jabatan-adalah-amanah-bukan-nikmat; http://motivasi-inspirasi.net/2013/07/23/menjadi-pemimpin-itu-amanah].

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

AngelHutabarat

Bekerja walaupun dibalik layar
Daftar Artikel Terkait :  1

Komentar Terbaru

Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0