Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / JANGAN BIARKAN HIDUPMU SEPERTI TIKUS
JANGAN BIARKAN HIDUPMU SEPERTI TIKUS
0 Komentar | Dibaca 903 kali
SAHABUDDIN @elsah
04 September 2014

Pak Budi adalah seorang PNS yang mendapat tugas tambahan sebagai bendaharawan di kantornya,karena dikenal sebagai orang yang pintar lagi bersih atau namanya masih bagus dalam urusan mengelola uang.Awalnya Pak Budi menjalani tugas dengan dasar kejujuran.Namun dalam kenyataannya kejujurannya itu kadang berhadapan dengan masalah karena dianggapnya tidak cakap mengelola administrasi keuangan.Sistemlah yang mengajari Pak Budi mencoba melawan hati nuraninya sampai Pak Budi keasyikan bermain-main kwitansi.Pimpinan yang telah bisa membaca kecakapan pak Budi tidak bisa berbuat apa-apa karena dia merasa memberi contoh kepada Pak Budi.Jadi siapa yang menegur dan yang ditegur sama-sama rusak.”Kiatur saja Pak bagaimana baiknya dan bagaimana amannya”,pesan pimpinan saat menandatangani LPJ.”Beres Pak”,jawab Pak Budi sambil tersenyum pada pimpinan dan pimpinanpun tersenyum.
Tugas Pak Budi sebagai bendaharawan kadang dikerja di rumah,karena di kantor kurang memungkinkan untuk menyusun laporan.Pak Budi menyusun laporan sambil menghitung-hitung sisa kas.”Alhamdulillah,laporan hampir rampun sedangkan kas masih banyak”,batin Pak Budi.Istrinyapun datang tersenyum-senyum yang penuh arti.Matanya biru melihat tumpukan uang.”Mau dibantu,Pak” tanya Bu Tanti istri Pak Budi.”Ndak udah,tiga kali lipat dari ini saya masih bisa mengurusnya”,jawab Pak Budi” Urusi saja tikus-tikus yang ganas makan gabah yang ada di atas palvon itu !” sambung Pak Budi.”Makanya beliki racun Pak supaya tikus-tikus itu mati”,usul istrinya namun tidak ditanggapi lagi oleh Pak Budi dan istrinyapun meninggalkannya.
Ketika asyik menghitung uang,terdengar kembali suara tikus berkejaran dan tiba-tiba seekor jatuh dan tepat di atas meja Pak Budi.”He… kurang ajar ini tikus,sudah puas mencuri gabah, mau hantam lagi kepalaku”,ujar Pak Budi.Tikus itu nampaknya amat kenyang dan jatuh dari ketinggian.Diambilnya ekor tikus itu dan hendak dihempaskan ke lantai lalu berseru lagi,”kurang ajar…. bikin habis gabah,mampus kau !!!”. Ketika mengayungkan tangannya,tiba-tiba hati Pak Budi terdengar mengulangi seruan Pak Budi “Kurang ajar….bikin habis gabah,mampus kau !!!”.Pak Budi terdiam sejenak, matanya tertuju pada tumpukan uang, dan sebagian uang yang telah dipisah untuknya. Hatinya pun lalu bersuara lain,”Kurang ajar….bikin habis uang,mampus kau !!!”.Tiba-tiba rasa malu mengalir dalam diri Pak Budi,malu pada tikus yang hendak dibunuhnya.” Tikus ini suka mencuri gabah orang,sedangkan saya…… ????” batin Pak Budi. Pak Budi pun lalu melepas tikus itu dan membiarkannya pergi,lalu memegang tumpukan uang di atas mejanya, ”Ini uang negara…”. Terasa ada sesuatu yang menyejukkan hati Pak Budi ketika menyebut “ini uang negara…”. Dirapikannya kembali tumpukan uang itu dan dirobeknya nota,faktur atau kwitansi yang palsu lalu masuk ke kamarnya. Usai shalat Pak Budi memohon ampunan Allah karena selama ini telah mengabaikan hati nuraninya, telah mengikuti langkah-langkah setan,telah banyak berdusta. Pak Budi tidak mau mampus seperti yang diucapkannya pada tikus yang suka mencuri gabah itu. ”Pak,sepertinya tugasku sebagai bendaharawan tidak sanggup saya teruskan”, kata Pak Budi pada pimpinannya. ”Kenapa ?”. Pimpinannya kaget mendengarnya dan dengan terpaksa mencarikan penggantinya.
Uang memang kadang membutakan hati kita terhadap kebenaran,membuat kita berani mengabaikan ajaran hati nurani. Manakala kita mencoba melawan hati nurani maka setan akan datang membantu kita memberi kekuatan untuk mengalahkan nurani, sampai kita tidak mendengarnya lagi dan tidak peduli lagi pada peringatan-peringatan Allah. Allah dalam Al Quran telah menyampaikan beberapa peringatan, antara lain:
“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. (QS. Al Baqarah: 168).”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu (QS.Al Nisaa : 29). “Kecelakaan besarlah bagi tiap-tiap orang yang banyak berdusta lagi banyak berdosa” (QS. Al Jaatsiyah:7).
“Melakukan Kesalahan Adalah Kelemahan Manusia, Namun Belajar Dari Kesalahan Adalah Kekuatan Manusia”

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

Nunuk Sri Murni Karyati

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  1
Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0