Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / JANGAN SAMPAI ALLAH MENEGUR KECURANGANMU !
JANGAN SAMPAI ALLAH MENEGUR KECURANGANMU !
0 Komentar | Dibaca 901 kali
SAHABUDDIN @elsah
04 September 2014

Berawal dari tugas yang diberikan oleh pimpinannya di sekolah sebagai bendahara proyek renovasi ruang kelas membuat Pak Budiman mengenal keuntungan mengelola suatu proyek.”Pantas orang berlomba-lomba mendapatkan proyek”,batin Pak Budiman saat mengetahui bahwa biaya yang terpakai dalam proyek itu hanya sekitar 60 %.Pak Budiman hanya mendapat sekitar 5 % sisa proyek.Hal ini yang membuat Pak Budiman merasa tidak puas dari cara pimpinannya membagi-bagi sisa proyek,sehingga membuat Pak Budiman berpikiran untuk menjadi pimpinan,”Enak yang kalau menjadi pimpinan selalu mendapat bagian yang banyak”,pikirnya.Namun demikian Pak Budimanpun bersyukur mendapat bagian karena bisa membeli HP yang waktu itu belum ada yang bisa membeli HP di kampungnya.Pulsa HP waktu itu belum ada yang dibawa 50.000,- dan dikeluarkan oleh Mentari.
Terdorong oleh ambisi menjadi Kepala Sekolah,Pak Budiman terus berusaha melakukan pendekatan dengan penentu kebijakan di daerahnya.Jalanpun terbuka,seorang teman Pak Budiman berusaha membantunya untuk menjadi Kepala Sekolah.Caranya muda,Pak Budiman harus melakukan ritual,yaitu setiap Magrib berada di Masjid kompleks rumah jabatan dengan berpakaian muslim yang meyakinkan.Sampai di masjid harus shalat tahiyatul masjid lalu duduk berzikir sambil menunggu pelaksanaan Shalat Magrib berjamaah.Setelah Shalat Magrib Pak Budiman yang dipandu oleh temannya memasuki rumah jabatan bersilaturrahmi dengan Pak Bijak.Ketika Pak Bijak bertanya tentang maksud kedatangannya maka teman Pak Budimanpun yang bicara meperkenalkan Pak budiman sebagai guru senior yang berprestasi dan layak menjadi kepala sekolah.Pak Bijak lalu mengatakan akan dipertimbangkan.
Melalui temannya,Pak Budiman memperoleh kabar dari Pak Bijak,bahwa Pak Budiman layak menjadi kepala sekolah.Oleh karena itu,Pak Budiman dipersilahkan memenuhi persyaratan yang diminta seperti waktu temannya menjadi kepala sekolah.Beberapa bulan kemudian Pak Budiman diundang ke Sekretariat daerah untuk dilantik menjadi kepala sekolah pada sekolah yang belum memiliki ruang kelas.Itu tidak menjadi masalah bagi Pak Budiman karena tinggal menunggu waktu datangnya Proyek Ruang Sekolah Baru,jadi untuk sementara siswa Pak Budiman belajar di kolom rumah.Gurunya adalah Pak Budiman beserta tetangga dan anaknya sendiri.
Beberapa bulan kemudian proyek yang dipimpin oleh Pak Budiman selesai dan diresmikan oleh Pak Bijak.”Alhamdulillah,kita bisa beli mobil,Bu !”,ujar Pak Budiman pada istrinya usai peresmian gedung sekolahnya.Ketika berencana pergi membeli mobil,Pak Budiman tiba-tiba jatuh sakit dan dibawa ke rumah sakit.Sebagian obat dtanggung askes dan sebagian besar ditanggung sendiri,sampai akhirnya Pak Budiman gagal membeli mobil karena penyakitnya selalu kambuh dan berobat di dokter praktek.
Dua tahun menjadi kepala sekolah Pak Budiman masuk lagi rumah sakit karena kelelahan menyusun LPJ proyek ruang kelas baru dan gedung perpustakaan yang masuk koran karena dianggap terjadi penyimpangan.Sakitnya kali ini membuat Pak Budiman tak sadarkan diri.Ketika sadar Pak Budiman langsung istigfar dan mengucapkan kata taubat kepada Allah.”Memangnya apa yang Bapak lihat di rumah sakit hingga beristigfar waktu sadar ?”,tanya istrinya ketika Pak Budiman kembali ke rumah.”Ternyata aku berada dalam lingkaran setan yang akan menjerumuskanku ke dalam bara api,apa yang kulakukan selama ini ternyata salah dan penuh dosa”,Jawab Pak Budiman.
Bersyukurlah bagi kita yang diberi kesadaran atas kesalahan.Itu lebih baik daripada nanti di akhirat baru Allah mengazab kita dan sadar atas dosa-dosa yang kita lakukan.Ingat Firman Allah:”Sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebagian azab yang dekat (di dunis) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat),mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QS.Al Ahzab:21),”Dan apa saja musibah yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri,dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahnmu).Dan kamu tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di muka bumi dan kamu tidak memperoleh seorang pelindungpun dan tidak penolong selain Allah”(QS.Asy Syuura:30-31).”Sesungguhnya Kami akan menimpa azab dari langit atas penduduk kota ini karena mereka berbuat fasik”(QS.Al Ankabuut:34).Jelasnya apapun musibah yang menimpa kita di bumi itu tidak lepas dari dosa-dosa kita,Allah menurunkannya sebagai peringatan agar kita bisa kembali ke jalan yang benar sebelum merasakan azab yang besar di negeri akhirat (QS.Ar Ruum:41).

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

Roni

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  11
Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0