Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Tips & Trik

Beranda / Tips & Trik / Kisah Nyata Melayani dengan Hati
Kisah Nyata Melayani dengan Hati
0 Komentar | Dibaca 1149 kali
ELINUS WARUWU @elinuswaruwu
07 September 2014

SUKSES MELAYANI DENGAN HATI Oleh Elinus Waruwu, S.Pd.   Sukses adalah keberhasilan mencapai sesuatu harapan dan merupakan dambaan setiap insan manusia. Keinginan manusia selalu berusaha mencari kebahagiaan dengan berupaya menghasilkan kesejahteraan berupa penghasilan dan kedudukan yang tinggi. Menurutku, bila dasar kesuksesan diketahui maka sukses bagi seseorang tidaklah masalah, bahkan sangat memotivasi diri untuk mencapai hal-hal bermanfaat. Sayang, arti sukses dalam realitas kehidupan setiap orang beragam juga. Ada yang positif dan pelbagai hal negatif. Memang benar tidak ada kesuksesan bagai membalikkan telapak tangan, kesuksesan membutuhkan proses yang panjang dan perlu belajar dari pengalaman. Sering dalam mencapai kesuksesan, orang mendefenisikan bahwa kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Aku ingin menceritakan pengalaman sukses itu dengan menuliskannya melalui cerita panjang yang kualami sendiri dalam artikel ini. Dan barangkali ini bisa memotivasi, setidaknya memberikan masukan yang berarti dalam perjalanan hidup, khususnya sebagai anak sekolah dan guru. Aku akan shering tentang pengalaman masa lalu yang pernah dialami dari kecil, masa remaja, hingga setelah berpuluh tahun menjadi guru di tingkat Sekolah Dasar (SD) atau 24 tahun sudah menjalani profesi sebagai guru. Pada saat kelas III SD hingga lulus SMP dan SPG, aku bercita-cita menjadi seorang misionaris yang disebut Pastor. Hidup sebagai Pastor bagiku adalah panggilan yang memberikan kebahagiaan untuk mencapai kesuksesan. Menjadi Pastor ini berarti mengabdikan diri untuk menjalankan nilai-nilai keyakinan dalam keagamaan (katolik), menghayati panggilan Tuhan secara khusus, dan memilih hidup untuk tidak berkeluarga. Sayangnya aku  lahir di tengah keluarga miskin. Ayahku meninggal tahun 1970, dan umurku saat itu masih 1 tahun.  Cita-citaku menjadi Pastor itu tidak terwujud. Justuru aku jatuh cinta kepada anak-anak didikku sendiri tahun 1989 – 1992 dan ingin memiliki anak seperti mereka. Inilah proses yang panjang aku goreskan pengalamanku itu dari masa kecil hingga menjadi seorang guru Sekolah Dasar.   Pengalaman Masa Kecil Ibuku mengurus aku dan kedua saudaraku laki-laki dengan melatih menjadi petani sukses. Sebelum berangkat ke sekolah aku harus menderes karet, dan setelah melihat ketinggian matahari di ufuk timur mencapai tinggi daun tertentu sekian derajat sebagai pengganti menentukan waktu (jam), berarti sudah waktunya menghentika