Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / MEMAKNAI PERINGATAN HUT RI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN DAERAH
MEMAKNAI PERINGATAN HUT RI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN DAERAH
0 Komentar | Dibaca 1144 kali
SAHABUDDIN @elsah
01 September 2014

Sudah menjadi tradisi nasional di tanah air kita bahwa setiap tahunnya,pada tanggal 17 Agustus kita melakukan perayaan peringatan Hari Kemerdekaan Bangsa dan Negara kita.Jauh-jauh sebelum memasuki tanggal tersebut bangsa kita sudah sibuk melakukan langkah persiapan,tentunya yang pertama adalah penyusunan anggaran biaya,disusul dengan pembentukan Panitia Penyelenggara dari tingkat pusat sampai ke tingkat Kecamatan.Dari instansi/organisasi pemerintahan sampai ke instansi/swasta.
Perayaan yang kita banggakan ini tentu bukan hanya seremonial belaka melainkan ada maksud dan tujuan yang diharapkan,antara lain mengingatkan kita kembali kepada semangat perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan.Dan tujuannya adalah untuk menyegarkan kembali semangat nasionalsme dan patriotisme guna pelaksanaan pembangunan sebagai wujud mempertahankan dan mengisi pembangunan.
Pada peringatan HUT Kemerdekaan RI,ibu pertiwi dirias oleh putra-putrinya dengan warna warni umbul-umbul,beragam lomba, warna-warni cat pagar rumah dan kantoran yang sengaja disegarkan kembali serta dimeriahkan oleh berbagai macam lomba.
Tanggal 17 Agustus 2014,kita akan kembali memperingati HUT Pembebasan Ibu Pertiwi dari belunggu penjajah yang telah membuat bangsa kita dalam keterpurukan karena kemiskinan dan kebodohan.Tahun ini kita akan melakukan peringatan yang ke-69.Para pejuang yang kini telah menikmati hidupnya di dalam perut ibu pertiwi tentu akan bangga seandainya mereka tahu bahwa kita masih tetap memperingati hari kemerdekaan RI dan masih mengenang jasa-jasa mereka dalam mengusir para penjajah serta begitu giat melaksanakan pembangunan guna mencapai apa yang mereka cita-citakan.
Tapi bisa kita bayangkan bagaimana perasaan mereka andaikan mereka tahu bahwa setelah perayaan 17 Agustus ,kita akan kembali mengotori kemerdekaan ini dengan berbagai kemaksiatan,kita akan bersama-sama merampok kekayaan tanah air ini untuk kepentingan diri atau golongan kita atau kita akan biarkan ibu pertiwi dinjak-injak dan direndahkan oleh bangsa lain karena kebodohan,keserakahan dan ketertinggalan kita dalam memaknai kemerdekaan serta dalam menyikapi globalisasi.Telah begitu banyak uang rakyat yang kita habiskan untuk ajang tahunan ini.Namun kita kadang lupa dan semakin jauh dari semangat dan cita-cita proklamasi.Para pendiri negara sangat yakin bahwa kemerdekaan bisa kita isi dengan pembangunan dengan menjadikan Pancasila sebagai ideolongi dan tujuan pembangunan.Tapi apa yang terjadi setelah 69 tahun kita merdeka kita semakin jauh dari rel Pancasila.Kita ambil satu contoh yaitu sila Pertama Pancasila.Melalui sila ini kita umumkan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.Namun,kenyataannya ibu pertiwi yang kita cintai dan banggakan sudah kita kotori dengan kemaksiatan,kecurangan atau pertikaian antarumat beragama.Bangsa kita dikenal sebagai bangsa yang terkorup di dunia,Tindak asusila sudah merajalela,penyalahgunaan narkoba sudah meluas,dari rakyat biasa sampai kepada oknum penyelnggara negara,dari pelajar sampai ke oknum pendidik.Pikirkan,mau dibawa kemana nanti bangsa dan negara ini ?.
Kita sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang tinggal dalam suatu ruang otonomi daerah yang diberi amanah atau kewenangan untuk mengurusi kepentingan masyarakat dan wilayah hendaknya kita jadikan ajang tahun sebagai ajang interospeksi diri guna membangun untuk memajukan daerah ini agar bisa bersaing dengan daerah kabupaten lainnya.Kabupaten Jeneponto memiliki potensi yang besar.Kondisi alam dari utara sampai selatan menjanjikan kemakmuran apabila disentuh oleh tangan-tangan yang profesional,dan jiwa pemimpin atau masyarakat yang mewarisi semangat dan sifat-sifat para pahlawan,antara lain rela erkorban untuk kepentingan masyarakat,mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan keluarga atau golongannya,optimis dan pantang menyerah.
Sebagai masyarakat yang menjunjung konsep ‘siri na pacce’ tentu akan malu dan berbelas kasih bila melihat kehidupan daerah kita berada dibawa daerah lain.Maka dengan siri’na pacce mari kita memaknai peringatan HUT Kemerdekaan RI dengan membaca diri dan berfikir untuk mengambil langkah berikutnya.Kita sangat berharap agar praktek-praktek yang mengotori kemerdekaan RI di bumi Turatea ini bisa dibersihkan,seperti korupsi,penyelewenagan dana BOS,prostitusi,perjudian,tempat minum minuman keras dan sebagainya.
Para penyelenggara negara yang diberi tugas dan tanggung jawab di bumi kecintaan kita ini,marilah kita- dengan semangat otonomi daerah-berjuang bersama memajukan daerah ini dengan menggali,mengolah dan memanfaatkan potensi sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM).Kalau daerah lain sanggup membangun daerahnya maka kitapun akan sanggup dan kuncinya ada pada kita semua,yaitu:
1. Terwujudnya persatuan dan kesatuan masyarakat tanpa ada rasa saling mencurigai,saling menghujat atau fanatisme golongan yang berlebihan.Dan kita bersatu membangun daerah.
2. Pemimpin yang berkualitas yaitu yang bisa membaca potensi SDA dan SDM;mampu mengolah hasil bacaannya ke dalam program-program dan kegiatan yang nyata serta menyentuh kepentingan masyarakat dan wilayah;serta mampu memilih pembantu-pembantunya yang berkompeten atau profesional di bidangnya dan mampu menjabar visi dan misi.Buktikan pada rakyat bahwa kita bersih,pintar,peduli atau merakyat,nanti rakyat yang menilai dan menyatakan bahwa pemimpin kita benar-benar bersih,pintar,peduli dan merakyat.
3. Penyelenggara daerah (PNS dan Non PNS),yang memiliki semangat kerja,loyalitas,kompeten,kompetitif,jujur dan bertanggung jawab.Buktikan pada masyarakat bahwa kita profesional layak digaji dari uang rakyat.
4. Masyarakat yang memiliki rasa bangga dan cinta terhadap Bumi Turatea yang dibuktikan dengan semangat bekerja keras,rasa kekeluargaan dan kekerabatan ,daya saing dan mengimplentasikan konsep siri’ ke hal-hal yang positif,serta kemampuan memilih pemimpin pembangunan daerah.
Mengadakan peringatan HUT Kemerdekaan tanpa dibarengi dengan introspeksi diri dan perubahan yang positif maka itu sama halnya menghambur-hamburkan uang rakyat.Setelah upacara peringatan kita kembali disuguh dengan berita-berita kemaksiatan, kecurangan, fanatisme golongan yang berlebihan,dan lain-lain.Ibarat sebuah kemasan,kita hanya memperindah kemasan sedangkan isinya tidak diperhatikan,bukankah yang kita inginkan adalah isi kemerdekaan bukan kemasannya saja ?.Dirgahayu Kemerdekaan RI yang ke-68,semoga Indonesia maju,bersih dan berwibawa.Dan semoga Kabupaten Jeneponto juga maju,bersih dan berwibawa.(Agus

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

JULAN DESCO

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  1

Komentar Terbaru

Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0