Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Opini & Ide

Beranda / Opini & Ide / Pendidikan Karakter berbasis Pramuka
Pendidikan Karakter berbasis Pramuka
0 Komentar | Dibaca 1269 kali
ARY GUNAWAN @arygunawan
10 September 2014

Hizbul Wathan (Gerakan Kepanduan Muhammadiyah)

Hizbul Wathan (Gerakan Kepanduan Muhammadiyah)

Gambar: Kepanduan Hizbul Wathan, SMP Muhammadiyah 3 Depok (ilustrasi)

 

Kami pramuka Indonesia, manusia pancasila, satyaku kudarmakan, darmaku kubaktikan, agar jaya Indonesia. Indonesia, tanah airku, kami jadi pandumu.           

Gelora pendidikan karakter dan moralitas bangsa masih menjadi topik bahasan menarik. Krisis karakter agaknya menjadi masalah yang cukup serius bagi bangsa ini. Krisis karakter ini tidak hanya menjangkiti para pelajar dan generasi muda saja tetapi juga para pejabat dan petinggi negara. Hal ini sungguh sangat memperihatinkan dan membutuhkan perhatian kita bersama.

Apakah pendidikan kita belum menanamkan pendidikan karakter? Saya rasa jawabannya sudah. Pendidikan karakter ini sebenarnya telah masuk dalam kegiatan intrakurikuler seperti mata pelajaran pendidikan agama maupun kewarnegaraan. Pendidikan karakter berupa penyampaian teori inilah yang nampaknya belum bisa terinternalisasi dalam pribadi peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan upaya penanaman karakter dan budi pekerti luhur melalui praktik nyata dalam kehidupan.

Salah satu upaya internalisasi pendidikan karakter yang dapat dilakukan adalah melalui kegiatan ekstrakurikuler praja muda karana (Pramuka). Pramuka merupakan gerakan kepanduan yang mengajarkan nasionalisme dan budi pekerti luhur. Sebagai kegiatan ekstrakurikuler, pramuka ini telah dikenal sejak jenjang pendidikan dasar sampai perguruan tinggi sehingga telah dikenal dan menjadi bagian dari proses pendidikan secara umum.

Trisatya dan dasa dharma pramuka merupakan karakter positif yang seharusnya dimiliki oleh seluruh masyarakat Indonesia. Lingkup kegiatan pramuka tidak hanya terbatas pada kegiatan lomba baris-berbaris dan tata upacara bendera saja. Lebih dari itu, pramuka seharusnya diarahkan kepada pembentukan kepribadian korsa yang baik sebagai pengamalan dasa dharma. Pendidikan kepramukaan yang baik mampu menghasilkan pramuka sejati yang disiplin, mandiri, dan berbudi pekerti luhur. Inilah generasi penerus yang dinantik