Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / PENGERTIAN PRESTASI BELAJAR
PENGERTIAN PRESTASI BELAJAR
1 Komentar | Dibaca 823 kali

PENGERTIAN PRESTASI BELAJAR

Dalam kamus besar Bahasa Indonesia disebutkan kualitas (dalam bahasa Inggris quality) memiliki arti tingkat baik buruknya sesuatu, kadar, derajat, tarap, atau mutu dari sesuatu. Jadi kualitas adalah tingkatan atau baik buruknya sesuatu baik yang berupa benda atau manusia.
Sedangkan pengertian guru dalam kamus Bahasa Indonesia diartikan sebagai orang yang pekerjaannya (mata pencaharianny) mengajar. Dalam kamus Bahasa Inggris dijumpai kata teacher yang berarti pengajar. Selain itu, terdapat kata tutor yang berarti guru pribadi yang mengajar dirumah, mengajar extra, memberi les tambahan pelajaran. Dan dalam istilah Bahasa Arab banyak kata yang mengacu kepada pengertian guru dan sangatlah beragam mulai dari kata mu’allim (al-a’lim jamaknya ulama) yang berarti orang yang mengetahui dan banyak digunakan para ulama/ahli pendidikan untuk menunjuk kepada hati guru, selain itu ada pula yang menggunakan istilah al – mudarris untuk arti orang yang mengajar atau orang yang memberi pelajaran, dan ada juga yang menggunakan istilah al –muaddib yang meruju’ kepada guru yang secara khusus mengajar di istana.
Pengertian–pengertian di atas masih bersifat umum, dan oleh karenanya dapat mengundang berbagai macam interpretasi dan bahkan juga konotasi. Pertama, kata seseorang (a person) bisa mengacu pada siapa saja asal pekerjaan sehari-harinya (profesinya) mengajar. Dalam hal ini berarti bukan hanya dia (seseorang yang sehari-harinya mengajar di sekolah yang dapat disebut guru, melainkan juga “dia-dia” lainnya yang berposisi sebagai: kyai di pesantren, pendeta di gereja, instruktur di pusat pendidikan dan pelatihan dan bahkan juga sebagai pesilat di padepokan. Kedua, kata mengajar dapat pula ditafsirkan bermacam-macam, misalnya:
a. Menularkan pengetahuan dan keebudayaan kepada orang lain (bersifat kognitif).
b. Melatih keterampilan jasmani kepada orang lain (bersifat psikomotorik.)
c. Menanamkan nilai dan keyakinan kepada orang lain (bersifat afektif).
Akan tetapi, terlepas dari aneka ragam interprestasi di atas, guru yang dimaksud dalam pembahasan ini ialah tenaga pendidik yang pekerjaan utamanya mengajar, hal ini sesuai dengan yang tertera dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional tahun 1989 Bab VII pasal 27 ayat 3. Selanjutnya, kegiatan mengajar yang dilakukan guru tidak hanya berorientasi kepada kecakapan-kecakapan berdimensi ranah cipta saja tetapi yang berorientasi kepada kecakapan yang berdimensi ranah rasa dan karsa.
Departemen Pendidikan