Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Acara & Kegiatan

Beranda / Acara & Kegiatan / Perpus Bukan Sekedar Gudang Buku
Perpus Bukan Sekedar Gudang Buku
0 Komentar | Dibaca 747 kali

10400805_589788467814558_3153367854251204438_n

By: Futicha Turisqoh

 

Senin, 1 September 2014 pukul 09.00 WIB beberapa guru TK/PAUD yang merupakan perwakilan dari IGTKI/HIMPAUDI kecamatan berkumpul di aula  Perpusarda (Perpustakaan dan Arsip Daerah) Kabupaten Tegal membahas tentang rencana diadakannya workshop/pelatihan teknik mewarnai bagi guru TK/PAUD bersama Kepala Perpusarda Slawi, Bp. Drs. Waudin, M. Si beserta Bp. Abadi dan Bu Evi.

Menurut Bp. Waudin, banyaknya lembaga TK di Kabupaten Tegal, yaitu sekitar 280 TK, diharapkan mau singgah dan belajar di perpustakaan. Gunakan perpus sebagai fasilitator bagi anak-anak, sebagai bioskop mini dan tempat belajar yang menyenangkan, sebab perpus merupakan milik kita bersama. Gunakan perpus untuk mencerdaskan bangsa, untuk pembentukan karakter anak, apalagi jika melihat fenomena sekarang, dimana anak sekarang lebih pintar dari orangtuanya, bahkan banyak orangtua yang belajar pada anak, terutama masalah IT. Sebagai orangtua, harus cermat, dimana perkembangan IT ibarat pisau bermata dua, bisa positif bisa negatif, tergantung penggunaannya. Sebagai orangtua, harus tahu IT, harus bisa mengikuti perkembangan zaman. Untuk itu, bacalah, carilah ilmu di perpus. Ajak anak ke perpus. Jadikan perpus untuk belajar anak. Dan kita sebagai pendidik, buatlah program yang bermanfaat untuk anak didik. APE (Alat Peraga Edukatif) harus ada di perpus. Ajak guru-guru  TK untuk memotivasi peserta didiknya untuk mendatangi perpus untuk belajar.

Di Kabupaten Tegal banyak lembaga sekolah, ada 743 SD, 100 SMP, 66 MTs, 25 SMA, 68 SMK, namun belum semua guru menjadikan perpus sebagai tempat belajar. Yang lebih parah lagi jika ada guru yang sudah mendapat tunjangan profesi yang sebenarnya untuk peningkatan kualitas dirinya dalam pembelajaran, tapi tidak ada kontribusi untuk itu. ^_^

Tugas guru sebenarnya untuk mengatasi kesulitan belajar anak. Pejabat itu sebenarnya pelayan. Kepsek ditugasi untuk membantu peningkatan sekolah, bukan hanya mengatur-ngatur saja. Dan tugas guru sebagai seorang professional jangan disuruh kerja amatiran. Kepsek itu tugas tambahan, bukan tugas keprofesionalan guru, sehingga selama ini dalam penataannya hanya untuk menguntungkan dirinya sendiri. Baik kepsek maupun guru, dalam bekerja gunakan hati, maka akan selamat. Kerja harus terarah, agar tidak terkena musibah.

Harus kita pahami, bahwa perpus itu bukan sekedar gudangnya buku saja, tapi gudangnya ilmu. Forum pustaka itu untuk membantu guru mengajak anak belajar. Jadi jangan sampai fardlu kifayah didahulukan, fardlu ‘ain-nya malah ditinggalkan, atau sunnahnya didahulukan, wajibnya ditinggalkan. Itu salah, kata beliau.

Beberapa masukan dari hasil rapat koordinasi tersebut:

–          Pengadaan kunjungan (study tour) siswa ke perpus tiap bulannya.

–          APE diperbanyak lagi, plus tempat bermain bagi anak, seperti ayunan, prosotan, dan lain-lain yang menyenangkan anak agar betah belajar di perpus, sebagaimana konsep belajar anak TK: belajar sambil bermain.

–          Pengadaan sanggar belajar, seperti belajar melukis, mewarnai, mendongeng, dll.

–          Perbanyak pengadaan lomba untuk anak dan guru, untuk memotivasi siswa/guru untuk datang ke perpus.

–          Adanya jadwal nonton bioskop mini untuk anak.

–          Dan lain-lain

Rencananya nanti tanggal 17 September 2014 akan diadakan workshop teknik mewarnai di aula perpusarda Slawi, bekerjasama dengan STEDLER. Targetnya maksimal 60 peserta, berhubung tempat yang digunakan tidak begitu luas. Untuk workshop tidak dikenai biaya, tapi untuk lomba mewarnai khusus anak TK/PAUD setelah workshop dikenai biaya. Rencananya nanti akan diadakan Lomba Mendongeng untuk guru TK/PAUD di tahun 2015, juga diadakannya lomba bercerita, menyanyi, cipta lagu untuk anak, cerita bergambar, dan APE.

Bagi peserta workshop nanti akan mendapatkan produk dari STEDLER, sertifikat, dan snack. Peserta workshop yaitu ketua IGTKI/HIMPAUDI kecamatan sekabupaten Tegal dan pengurus IGTKI/HIMPAUDI kabupaten Tegal. Selain mendapatkan materi teknik mewarnai, juga ada materi lain, seperti materi pembentukan karakter anak atau psikologi anak. Insya Allah.

Bagi yang ingin mengunjungi perpusarda kabupaten Tegal, silakan berkunjung di jam kerja:

–          Senin – Kamis: pagi sampai pk. 16.00 WIB

–          Jumat – Sabtu : pagi sampai pk. 14.30 WIB

Kunjungi juga di http://perpusarda.tegalkab.go.id/  atau di https://www.facebook.com/PerpusardaTegalKab

 

10626531_589788384481233_2682669723525118229_n

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....
Tags :  

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

KesiniJa

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  1
Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0