Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Buku

Beranda / Buku / PRO DAN KONTRA SAYONARA Mengingat Masa –masa Dikala SD Sayonara teman, kelas dan sang Guru.
PRO DAN KONTRA SAYONARA Mengingat Masa –masa Dikala SD Sayonara teman, kelas dan sang Guru.
0 Komentar | Dibaca 920 kali

Supaji Alatas M.Pd
Guru SMP N I Tambak-Bawean-Gresik

Teringat ditahun 81–an semasa saya masih duduk di kelas 3 SD, dimana waktu itu masih sulit rasanya kita belajar seperti sekarang, sesuatu masih kurang sepurna dan belum terlengkapi, media pembelajaran, alat tulis sulit kita nikmati, sehingga boleh dikatakan zaman itu, zaman ketinggalan dalam hal pendidikan, belajar kala itu belajara apa adanya, menginjak diusia yang ke-7 tahun dan sudah duduk di kelas 2 Sekolah Dasar, seminggu akan datang, akan memasuki kenaikan kelas, budaya kenaikan kelas dulu lain dengan zaman sekarang yang saya rasakan, dulu ketika saya masih di SD kenaikan kelas dengan membawa sebungkus makanan yang ditata rapi dengan daun pisang didalamnya berisi nasi, telur goreng dan dua buah kue, lalu sang guru memanggi satu persatu siswa dan menukarkan dengan bungkusan makanan siswa lain, kemudian kita makan bersam-sama di dalam kelas, asik rasanya,…..lima menit kemudian Rapor dibagikan oleh sang guru,…. ada rasa sakral ketika siswa yang merasa ketinggalan kelas waktu itu, kenapa? tentu kita merasa kasihan dan ibah terhadap teman yang ketinggal kelas “Sayonara my class, so say good by my friend?” salah satu teman berkata pada mereka, ternyata penerapan kala itu muncul pada penerapan kurikulum 2013 (K-13) pemerintah mengeluarkan regulasi baru terhadap lembaga pendidikan terutama lembaga Sekolah Dasar (SD) untuk tidak menaikkan kelas terhadap siswa, pembelajaran ini mirip dengan pendidikan di Malaysia sekarang, Penulis pernah mengikuti work shop di Singapore dan Thailan yangg diselenggaraka pirex education 2010, semuanya menggunakan sistem serupa yang diterapkan pada kurikulum 2013 (K-13).Kata ketinggalan kelas sudah tidak berlaku bagi sekolah Dasar, kata Sayonara tidak lain menjauhi dari kata–kata minder terhadap siswa yang ketinggalan kelas, kata bodoh terhadap siswa akan berdampak terhadap psikology anak yang ketinggalan, oleh sebab itu sikap saya selaku guru dengan adanya kebijakan baru tentang dihapuskannya sistem tinggal di kelas bagi siswa SD merupakan fenomena dan nuansa baru terhadap guru kelas (untuk SD) fenomena akan menambah beban sang guru jika siswa yang tidak dinaikkan merasa jauh ketinggalan dengan mereka yang smart student artinya apa, mereka akan merasa lebih minde