Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / SARJANA – SARJANI
SARJANA – SARJANI
0 Komentar | Dibaca 648 kali
BUDI RAHAYU @budi212
07 September 2014

 

 

 

foto-wisuda-555x416

[Sarjana – Sarjani]

Gelar akademik itu setara dengan harta, seharusnya semakin “bergelar” jadi semakin “berguna“, baik untuk diri sendiri juga buat orang lain. Aku gak bisa jadi dosen karena cuma tamatan SMA, sedang kamu punya gelar “seabreg” jadi bisa jadi apa saja, termasuk menjadi dosen. Jadi aku cumah guru TPA, kamu guru PTA, Perguruan Tinggi Ajah.

Jadi ingatlah waktu aku diminta ngisi pelatihan jurnalistik, aku ditolak dan disuruh insaf sama kawan kamu yang dosen itu. Ah semua omongan kamu didengar hingga ke sudut gang karena kamu punya gelar segudang. Jadi manfaatkanlah kawan, jangan disimpan saja di balik kerah kemejamu yang sering dililit dasi.

Ini aku menulis terserah aku, kamu ngerti atau gak itu kamu yang ngerasa.
Kamu Sarjana pendidikan, tapi santai ‘maning‘  lihat anak putus sekolah di kampung. Kamu Sarjana pertanian, tapi santai ‘pocong‘ lihat petani gagal panen. Kamu Sarjana teknik listrik, juga santai ‘maning’ lihat PLN byar preeeeeetttttt, malah ikut ndumel. Kamu Sarjana Pendidikan Agama Islam, tapi kamu santai ‘juragan’ lihat orang – orang pinter bilang Tuhan sudah membusuk. Kamu Sarjana ekonomi, tapi santai doang ngeliat banyak orang kena korban rentenir atau bank nakal. Kamu Sarjana psikologi, tapi kamu santai pengacara “pengangguran banyak acara” lihat anak – anak dibully sama seniornya. Kamu Sarjana Kehutanan, lah kamu santai mamen lihat hutan sehari mengalami “botakisasi” seluas lapangan bola. Kamu Sarjana olah raga, tapi santai otoy lihat timnas gak maju-maju. Kamu Sarjana Hukum, tapi santai lihat ketidakadilan di kampung sendiri. Beneran kalau kamu Sarjana?

Kamu tau, banyak yang tanyain aku. “Aa, ada ndak kerjaan buat lulusan SMA” (dibaca dengan aksen sunda ya). Aku bingung, sebab sekarang kamu Sarjana Hukum malah kerja dibidang pertanian, kamu sarjana pertanian malah kerja diImigrasi*ketawa kayak habis kentut dalam sarung karena inget kawan aku. Kamu Sarjana perikanan malah jadi internet marketing*ketawa lagi inget kawanku.
Emang sih itu soal rezeki, pekerjaan ndak selalu “match” dengan latar belakang akademik. Cumah aku tuh inget apa kata Bang Yun, kalau sudah jadi Sarjana jangan mengerjakan pekerjaan yang seharusnya dikerjakan anak SMA, kasian ntar anak SMA gak kebagian. Aku pikir gitu juga sih, kan Sarjana bagusnya bikin lapa