Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / PONDASI-ku
PONDASI-ku
0 Komentar | Dibaca 520 kali

Disini senang, disana senang dimana-mana hatiku senang….

Sedikit petikan lagu yang dari ujung Sabang sampai Merauke anak-anak, guru dan orang tua pun hapal. Tentunya kita tahu bahwa pendidikan dasar adalah sebagai pondasi untuk membangun pendidikan selanjutnya. Seperti pondasi pada umumnya, kualitas sangat berpengaruh kepada apa yang akan diletakkan di atas pondasi tersebut. Penulis sempat membaca sebuah tulisan dari teman yang menceritakan tentang pendidikan dasar di negara Jepang. Beliau mengisahkan bahwa pendidikan dasar di Jepang bersifat Terbuka dan menekankan pada sikap-mental ataupun yang selalu kita sebut sebagai Pendidikan Karakter. Terbuka diartikan bahwa dalam segala proses belajar mengajar disana dibuka akses untuk umum, jadi para orang tua/ wali siswa dapat melihat secara langsung bahkan dibuatkan akses terbuka kapan saja pada semua proses pembelajaran di sekolah tersebut. Penekanan sikap mental dalam keseharian siswa dituntut disiplin dengan ditunjang oleh pendidik yang disiplin pula. Sempat pula disebutkan bahwa kadang nilai-nilai tradisional negara jepang seperti samurai yang mempunyai pendidikan khusus untuk medisiplinkan siswa turut diselipkan dalam rangka mendidik sikap-mental siswa.

Sedikit cuplikan juga dari Dr. Maria Montessori, seorang Doktor di negara italia dengan metode Montessori-nya bahwa pendidikan didasarkan pada teori Perkembangan Anak. Jadi usia siswa sangat mempengaruhi tingkat dan materi pendidikan. Dapat disamakan bahwa semakin tinggi usia siswa, seharusnya materi dan metode serta tingkatan pendidikannya pun berbeda.

Di Indonesia rancangan arah kebijakan pemerintah melalui Kurikulum 2013 untuk pendidikan dasar sepertinya sudah jelas, membagi menjadi beberapa tingkatan dan didasarkan pada kelas ataupun tingkatan. Ini merupakan sebuah penjelasan ataupun penegasan baru pada dunia pendidikan, walaupun kita semua mengetahui bahwa pendidikan dasar adalah pendidikan pondasi.

Untuk melaksanakan pembangunan pondasi ini memang kita harus bekerja keras mewujudkannya, karena apapun juga ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Dengan mengajarkan untuk senang, gembira, riang kepada siswa, diharapkan siswa dapat menemukan kedisiplinan. Bagaimana bisa?, senang; sudah kita ketahui bersama. Saat suasana senang pikiran bawah sadar akan menerima semua informasi maupun kebiasaan yang diterima otak dengan baik. Jadi cukup dengan menyenangkan siswa maka materi apapun pendidik sampaikan pasti akan diterima siswa dengan baik.

Maka, kepada para pendidik selalu membuat senang peserta didik adalah wajib. Cukup dengan bernyanyi, bergembira dan secara terus menerus mekankan kedisiplinan, maka secara otomatis proses mengajar akan semakin mudah. dengan proses belajar-mengajar yang tepat sasaran maka pondasi pendidikan yang baik dan berkualitas pun sudah di depan mata, hanya tinggal menunggu waktu.

Buktikan…..

Bravo, Pendidikan Indonesia…..

<