Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Opini & Ide

Beranda / Opini & Ide / SERTIFIKASI GURU,KESEJAHTERAAN MENINGKAT TETAPI KINERJA TETAP ?
SERTIFIKASI GURU,KESEJAHTERAAN MENINGKAT TETAPI KINERJA TETAP ?
1 Komentar | Dibaca 1980 kali
SAHABUDDIN @elsah
05 September 2014

Undang-Undang No.14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen memberi fasilitas “Sertifikasi” bagi para guru dan dosen untuk meningkatkan kesejahteraannya yang diikuti dengan harapan untuk meningkatkan kinerja dan kualitas pembelajaran menuju peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.Diharapkan peningkatan kesejahteraan berimbang lurus dengan peningkatan kualitas pendidikan,yang karena sebelumnya para guru selalu berteriak meminta peningkatan kesejahteraan dan pemerintah selalu pula berteriak agar para guru meningkatkan kinerjanya demi peningkatan kualitas pendidikan.Sebagai solusi kedua teriakan tersebut maka pemerintah terlebih memenuhi teriakan guru untuk meningkatkan kesejahteraannya tetapi dengan syarat harus memiliki tkiket sertifkat sebagai pendidik.Setelah pemerintah memenuhi permintaan para guru,maka akankah para guru itu bersedia memenuhi permintaan pemerintah untuk meningkatkan kinerjanya dan membuktikannya dengan semakin meningkatnya kualitas Sumber Daya manusia Indonesia yang selama ini masih berada urutan bawah di antara negera-negara di dunia.

Hj.Nurhayati,S.Pd, Guru Bahasa Inggeris SMP Negeri 2 Tarowang usai mengkuti diklat sertifikasi, sepulang ke sekolahnya membawa semangat baru untuk membuktikan keprofesionalannya sebagaimana yang diperolehnya dalam diklat yang telah dikutinya,diawali dengan mengikuti kursus komputer,lalu membentuk “kelas Bahasa Inggeris”.Pihak pimpinan sekolahpun menyambut baik upayanya itu dan membantunya menyediakan meja dan kursi belajar.Kelas Bahasa Inggerispun terbentuk.Di kelas itulah Hj.Nurhayati mengajar Bahasa Inggeris dengan berbasis teknologi,yaitu menggunakan komputer dan LCD,cukup membantu dan menyenangkan bagi peserta didik.”Saya mau mempraktekkan teori-teori yang diperoleh saat diklat,yaitu pembelajaran yang menggunakan LCD”,ungkapnya menjawab pertanyaan penulis.”Mengajar dengan LCD cukup membantu guru dan menyenangkan bagi siswa sehingga siswa lebih tekun memperhatikan pelajaran dan aktif mengikuti proses”,tambahnya.Hj.Nurhayati,S.Pd hendak menunjutkan kepada dirinya bahwa harus ada peningkatan kinerja dan peningkatan kualitas pembelajaran setelah mengikuti sertifikasi.Kini setelah waktu berjalan,aktifivitas mengajar Hj.Nurhayati tak terpantau lagi oleh perwarta karena kelas Bahasa Inggeris binaannya sering tertutup dan suaranya via pengeras suara jarang terdengar lagi.

Meningkatkan kinerja dan kualitas pembelajaran bagi para guru di era sertifikasi ini adalah tuntutan pemerintah dan menjadi imbangan tunjangan sertifikasi.Kalau tidak terjadi perbandingan lurus maka rugilah negara melalui pemerintah mengeluarkan biaya yang besar untuk membayar tunjangan para guru yang telah mengantongi sertifikat.Tetapi,begitulah yang banyak kita temukan di kalangan guru-guru di tanah air ini (maaf,kecuali yang telah berusaha meningkatkan kinerja dan kualitas pembelajarannya).Lihatlah sebagian guru-guru di sekolah-sekolah,cara mengajarnya masih seperti sebelum sertifikasi mengandalkan mulut untuk menjelaskan,atau menyampaikan tugas tanpa dilengkapi media,sumber materinya hanya buku paket melulu itupun hanya satu penerbit.Ada di antaranya yang mengharapkan pihak sekolah untuk menyediakan lap top dan LCD untuk masing-masing guru,mereka menunggu sampai pihak sekolah mampu menyediakannya.Padahal,bagi guru yang telah bersertifikasi,membeli lap top dan LCD adalah masalah yang kecil karena mobil yang harganya ratusan juta saja mampu dibeli dari tunjangan sertifikasinya apalagi kalau hanya lap top dan LCD yang tidak sampai puluhan juta.Itu tandanya bahwa sebagian guru yang telah bersertfikasi lebih memperhatikan peningkatan kesejahteraannya daripada peningkatan kinerja atau kualitas pembelajarannya.

Pewarta pernah memperhatikan seorang guru honorer,sebut saja Magfirah,S.Pd,Guru Biologi SMP Negeri 2 Tarowang yang mengajar di ruang laboratorium dengan memakai lap top dan LCD.Nampak siswa bersemangat belajar karena bisa memperoleh materi baru yang tidak didapatkannya di buku paket pegangannya,dan menjelaskan konsep pun akan lebih muda dengan menggunakan lap top dan LCD.Kalau semua guru yang telah bersertifikasi mengajar dengan menggunakan lap top dan LCD seperti Magfirah,S.Pd yang hanya seorang guru honorer yang belum bersertifikasi maka yakinlah kualitas pembelajaran akan meningkat,aktivitas siswa akan meningkat dan kualitas pendidikan tentu akan meningkat.
Mengajar dengan menggunakan teknologi akan memberi banyak keuntungan bagi pembelajaran apalagi bila tersambung dengan internet. Ada beberapa keuntungan bila seorang memiliki komputer/laptop,antara lain:

  1. Dengan memiliki laptop dengan kumpulan informasi yang diperlukan di dalamnya untuk mengajar jelas akan memudahkan guru dalam melakukan persiapan.
  2. Jika semua materi pembelajaran dapat dikemas dalam sebuah laptop maka itu sama dengan menjinjing dunia dalam satu genggaman
  3. Pembelajaran berbasis TI akan mendorong guru untuk dapat menciptakan sendiri materi-materinya dengan berusaha menyempurnakan materi-materi yang telah ada dalam laptopnya.
  4. Pembelajaran jelas akan lebih relevan dengan dunia nyata karena materi yang ada pada laptop tersebut adalah materi-materi yang terbaru dan dapat selalu diupdate.
  5. Pembelajaran jelas akan lebih kontekstual dan bermakna. Guru dan siswa akan saling belajar pada materi-materi yang memiliki hubungan dengan dunia nyata.
  6. Pembelajaran akan lebih menarik sehingga akan dapat menumbuhkan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran dari guru. Visualisasi dan animasi materi pelajaran akan membuat siswa lebih mudah untuk memahami dan lebih tertarik untuk lebih mendalami materi.

Meningkatkan kinerja dan kualitas pembelajaran bagi guru yang telah sertifikasi adalah suatu keharusan,yang bukan hanya dalam kegiatan pembelajaran di kelas,tetapi juga tugas profesi lainnya,antara lain membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler.Rata-rata sekolah menyerahkan kegiatan ekstrakurikuler kepada guru-guru honorer padahal guru PNS yang seniorlah yang memiliki tugas pokok dalam membimbing kegiatan ekstrakurikuler.Begitupun halnya tugas pengembangan profesi yang melakukan penelitian atau membuat karya tulis.Hanya sebagian kecil guru bersertifikasi yang melaksanakan tugas penelitian dan pembuatan karya tulis,padahal tugas ini telah terinci dalam tugas profesi guru.Guru sebenarnya mampu untuk melakukan penelitian tindakan kelas (TPK) atau membuat karya tulis,namun mereka tidak mau mengembangkan kemampuannya atau tidak menganggapnya sebagai tugas seorang guru,sehingga tugas pengembangan profesi ini dilalaikan.

Adalah merupakan ungkapan rasa syukur bagi guru bersertifikasi bilamana berusaha meningkatan kinerja dan kualitas pembelajarannya dan bukan menyibukkan diri dalam kegiatan politik di luar sekolah,seperti yang terjadi beberapa waktu yang lalu di saat jam mengajar beberapa guru malah sibuk ikut kampanye demi mengamankan diri atau untuk mendapatkan jabatan,padahal tanpa jabatanpun guru yang telah sertifikasi itu telah sejahtera.Akibatnya,setelah pilkada banyak diantara mereka yang terkena imbas mutasi.Akibat dari mutasi itu banyak di antaranya yang kecewa melalaikan tugas pokoknya sebagai guru,akibatnya Negara menjadi rugi karena mereka yang melalaikan tugasnya tetap mengambil tunjangan sertifikasinya.(Els@h,2014).

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Hanya satu komentar pada "SERTIFIKASI GURU,KESEJAHTERAAN MENINGKAT TETAPI KINERJA TETAP ?"

  1. Irfan

     |
    September 8, 2014 at 1:16 pm

    tes

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

Yuviter Pradeska

Saya bekerja sebagai Petugas Pendataan pada aplikasi Padamu Negeri dan Dapodikdas serta merangkap tenaga Ad ...
Daftar Artikel Terkait :  266

Komentar Terbaru

Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0