Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / SOSOK PEMUDA DESA YANG BERMENTAL BAJA
SOSOK PEMUDA DESA YANG BERMENTAL BAJA
0 Komentar | Dibaca 504 kali
SAHABUDDIN @elsah
03 September 2014

Anak orang kaya yang sukses meraih sarjana itu adalah hal yang biasa. Tapi bila anak orang miskin yang sukses meraih sarjana itu baru luar biasa. Itulah yang dibuktikan oleh Muhammad Jufri, seorang pemuda Desa Palajau Kecamatan Arungkeke yang berhasil membuktikan bahwa kesempatan meraih sarjana menggapai cita-cita bukan hanya milik orang kaya, tetapi siapa saja yang penting ada kemauan. Di mana ada kemauan di situ ada jalan. Ungkapan inilah yang menjadi pegangan alumni Jurusan Biologi Bahasa Inggeris Universitas Negeri (UNM) Makassar tahun 2012.Mudah-mudahan menjadi inspirasi bagi pemuda lainnya yang memiliki cita-cita yang tinggi namun kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan.

Muhammad Jufri lahir dari sebuah keluarga yang tergolong miskin.Ayahnya seorang buruh tani dengan penghasilan yang pas- pasan sehingga untuk menyekolahkan anaknya sampai ke perguruan tinggi tak pernah dimimpikannya.Untuk menyekolahkan anak-anaknya mereka dibantu oleh organisasi nirlaba Plan Internasional, itupun hanya sampai Tsanawiyah. Untuk menyekolahkan anaknya sampai tamat Madrasah Aliyah mereka harus bersusah payah. Ketika tamat di SDN No. 76 Palajau dia melanjutkan pendidikan ke MTs Al Falah Arungkeke,lalu melanjutkan pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri Romanga. Untuk mengatasi masalah trasportnya dia memilih tinggal asrama siswa.
Ketika Muhammad Jufri tamat di MAN Romanga, dia menyampaikan keinginannya untuk melanjutkan kuliah di UNM demi mencapai cita-cita mulianya untuk menjadi guru. Keinginan untuk kuliah tentu saja disambut dengan air mata oleh kedua orang tuanya. Tentu alasannya darimana ambil uang untuk biaya kuliah dan biaya hidup selama di Makassar, sedangkan pihak keluarga ayah dan ibunya tak ada yang siap menanggung biaya kuliah Muhammad Jufri.
Muhammad Jufri bukanlah orang yang mudah menyerah pada nasib.Dia belum berputus asa mengharap Rahmat Allah. Dengan bekal agama yang diperoleh di bangku sekolah dia terus berdoa dan yakin bahwa Allah adalah sebaik-baik penolong. Keinginannya untuk kuliah disampaikan pada seorang gurunya di MAN Romanga dan seorang Tata Usaha UNM.Atas bantuan Allah melalui mereka itulah sehingga Jufri mendaftar dan berhasil lulus di Jurusan Biologi Bahasa Inggeris UNM. Untuk memenuhi biaya hidupnya di Makassar, Muhammad Jufri memilih tinggal di sebuah Masjid di Jl Dg Tata. Di Masjid itulah dia bertugas mengurus masjid antara lain menyapu, mengumadangkan azan dan mengurusi acara Jumat. Dari jalan inilah dia memperoleh rezkinya dari Allah. Selain itu diapun mengajar TKA/TPA dan memberikan les privat kepada anak orang kaya. Karena dia termasuk mahasiswa berprestasi maka untuk biaya kuliahnya tidak menjadi masalah karena dia menerima beamahasiswa.
Rezki Tuhan memang kadang datang tak disangka-sangka. Kemampuannya menghapal beberapa Juz Al Quran dengan suara yang merdu membuatnya selalu dikontrak menjadi imam tarwih di Bulan Ramadhan dengan honor yang cukup menggembirakan karena selain untuk dirinya sebagian dikirim kepada orang tuanya di kampung.Keaktifannya mengikuti pengajian dan ketekunannya membaca buku-buku agama membuatnya selalu tampil berdakwah dan dia masuk mubalig muda Turatea. Sambil kuliah Muhammad Jufri juga mengajar di sekolah swasta yang tentunya semakin menambah isi dompetnya.Muhammad Jufri memiliki banyak aktivitas positif sehingga tidak punya waktu untuk ikut-ikutan aksi demo,apalagi yang namanya tawuran mahasiswa.
Karena termasuk mahasiswa berprestasi maka ketiga KKN pihak kampus menempatkannya di Sekolah Internasonal PT Inco Sorowako Kaupaten Luwu Timur. Biasanya, mahasiswa kalau pulang KKN habis uangnya, tapi tidak dengan Muhammad Jufri, ketika habis masa KKN pihak perusahaan memberinya uang saku dan menyuruhnya kembali ke Sorowako bila selesai wisudah.
Orang-orang di kampung menjadi heran mendengar prestasi Muhammad Jufri, dan lebih heran lagi karena sebelum wisudah Muhammad Jufri membeli motor dan yang sangat mengherankan lagi adalah kemampuannya mengawinkan dirinya sendiri tidak seperti sarjana lainnya yang dikawinkan oleh orang tuanya. Dua bulan setelah wisudah Muhammad Jufri kawin dengan seorang perawat, anak orang yang tergolong kaya di Allu Kecamatan Bangkala. Setelah kawin, Muhammad Jufri kembali ke Sorowako atas panggilan manajemen sekolah untuk mengajar di Sekolah Internasional PT Inco Sorowako.Tentu kita semua bertanya darimana ambil uang untuk kuliah, dari mana ambil uang untuk kawin sebelum dapat pekerjaan ?. Inilah balasan Allah bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh berusaha karena keyakinan yang teguh kepada Allah sebagai penolong dan pemberi rezki.Siapa yang bersungguh-sungguh berusaha pasti akan memperoleh yang diusahakannya.Allahlah yang menyuruh kita untuk berusaha mengejar kenikmatan akhirat dan kenikmatan dunia (QS. Al Qashash:77).
Melalui pemuda ini Allah memberi pelajaran yang berharga bagi kita,antara lain Allahlah yang menjamin rezki makhluk/hamba-Nya dan bukan oleh kedua orang tuanya,Allah akan memberikan apa yang diinginkan dan diusahakan oleh hamba-Nya dengan bersungguh-sungguh,Allah pasti mengabulkan doa hamba-Nya.Allah telah membuktikan janji-Nya untuk memudahkan jalan/urusan bagi hamba-Nya yang bertakwa dan diberinya rezki pada arah yang tidak disangka-sangka.Allah memberi pelajaran pula bahwa jangan mudah putus asa mengejar apa yang dicita-citakan hanya karena melihat kondisi keluarga yang tidak mendukung usaha.Dan bagi orang mampu jangan muda memandang enteng orang yang tidak mampu karena yang menentukan segala-galanya hanyalah Allah.

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

Rini Susdamayanti

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  1
Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0