Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / WAKIL RAKYAT DILIHAT DARI HATI DAN LISANNYA
WAKIL RAKYAT DILIHAT DARI HATI DAN LISANNYA
0 Komentar | Dibaca 866 kali
SAHABUDDIN @elsah
03 September 2014

Sebuah kisah yang patut kita renungi maupun bagi wakil rakyat yang telah dilantuk beberapa waktu yang lalu sebagai anggota legislatif.Dikutip dari buku “100 Kisah Islami” Karya Salman Iskandar diceritakan tentang wakil rakyat yang berusia 10 tahun.Dikisahkan bahwa Khalifah Umar bin Abdul Aziz adalah pemipin kaum muslimin masa pemerintahan Bani Umayyah.Suatu hari,wakil dari setiap wilayah kekuasaan Bani Umayyah datang menghadap Khalifah di Damsyik untuk melaporkan keadaan negerinya masing-masing.
Penduduk wilayah Hijaz telah mengutus seorang anak kecil sebagai perwakilan mereka menghadap Khalifah.Setelah Khalifah Umar bin Adul Aziz melihat wakil itu seorang anak kecil maka iapun berkata,”Wahai ananda,biarkanlah orang-orang yang lebih tua berbicara menyampaikan persoalan terlebih dahulu.”
Mendengar teguran Khalifah itu,wakil rakyat yang masih kecil itu lantas menjawab,”Wahai….Amirul Mukminin,manusia sebenarnya dipandang dari dua hal,yaitu hati dan lisannya.Jika Allah telah mengaruniakan lisan yang cakap dan hati yang arif kepada seseorang maka orang itu lebih berhak bersuara.Tetapi jika Amirul Mukminin memandang hanya dari sisi usianya saja maka ketahuilah wahai Amirul Mukminin ! Ada orang yang lebih berhak untuk duduk di atas tahta anda !”
Khalifah amat terkejut mendengar jawaban anak kecil itu.Ternyata kata-katanya luar biasa,sehingga khalifah sadar atas kekeliruannya memandang seseorang,”Benar katamu wahai wakil yang terhormat.Bicaralah bagaimana keadaan negerimu sekarang ?”.
Anak kecil itupun dengan bangga mulai menyampaikan pesan penduduk Hijaz,”Wahai…. Amirul Mukminin,yang kami hormati,kami adalah wakil-wakil yang mendapat kebahagiaan,bukannya kecelakaan.Kami menghadap tuan,bukan karena hendak mengadukan hal negeri kami yang tidak aman,sebaliknya kami telah memperoleh apa yang telah kami harapkan di bawah naungan tuan yang adil.”
Khalifah Umar bin Abdul Aziz merasa heran melihat betapa fasih dan bijaknya anak kecil itu berbicara.lalu Khalifah bertanya,”Berapa usiamu saat ini,wahai wakil yang bijaksana ?”.”Sepuluh tahun,Tuan”.Khalifah segera bertasbih,mengagumi wakil rakyat berusia 10 tahun itu.
Kisah tersebut di atas menjadi pelajaran berharga bagi kita bahwa dalam memilih calon wakil rakyat maka lihatlah dua hal,yaitu:1).lisannya,yaitu lisannya yang mampu menyampaikan asprasi atau kepentingan rakyat kepada pemerintah,lisan yang mampu berbicara menyampaikan kesalahan pemerintah.Kemampuan lisan tentu didukung oleh kecerdasan.Mana mungkin seseorang bisa fasih berbicara dengan wawasan yang luas tanpa kecerdasan.Apalah gunanya wakil rakyat yang tidak bisa menyuarakan aspirasi dan kepentingan rakyat,paling-paling hanya bisa duduk,mengiya atau tidur di ruang sidang, 2).Hatinya yang arif,yaitu hati yang berisi keimanan dan moralitas.Kemampuan lisan tanpa didukung hati yang arif,maka wakil rakyat bisa menghianati kepercayaan rakyat.Mampu bersilat lidah tetapi bukan untuk kepentingan rakyat,melainkan untuk kepentingan diri,keluarga atau golongannya.
Oleh karena itu,sesama wajib pilih,marilah kita memilih calon wakil rakyat yang memiliki kemampuan lisan dan hati yang bersih.Calon wakil rakyat jangan dilihat dari usia,kemampuan dana,atau kepopuleran orang tuanya,melainkan lihatlah dari dua hal di atas,yaitu mampukah menyuarakan aspirasi atau kepentingan rakyat,dan bersihkan hatinya ?.Kebersihan hati tentu dinilai dari kesehariannya sebelum mencalonkan diri,bukan dari pengakuannya sebagai caleg yang bersih.Allah melarang kita untuk menyatakan diri bersih/suci,makanya pengakuan caleg sebagai orang bersih tidak bisa terlalu dipercaya.Wakil rakyat yang hatinya arif akan membuatnya lisannya jujur dan menyuarakan kebenaran.(Els@h,2014).

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

ALI MUNIR

Guru swasta di madrasah swasta
Daftar Artikel Terkait :  3

Komentar Terbaru

Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0