Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Informasi Umum

Beranda / Informasi Umum / Bacaan Niat Puasa Arafah dan Keutamaannya
Bacaan Niat Puasa Arafah dan Keutamaannya
0 Komentar | Dibaca 600 kali
Berkomet @berkomet
02 October 2014

Banyak sekali keutamaan yang didapat dari berpuasa terlebih puasa dua hari sebelum Hari Raya Idul Adha. Ya sebentar lagi kita memang akan mengadakan hajat besar dengan mengumandangkan takbir sebagai tanda hari kebesaran umat islam di seluruh dunia.

Puasa arfah adalah dimana seseorang berpuasa untk menghormati dan sekedar merasakan perjuangan ibadah oleh para haji yang tengah melakukan wukug di arafah, untuk niatnya anda bisa baca berikut, Niat Puasa Arafah

Pertama, dapat menghapuskan dosa selama dua tahun yakni satu tahun sebelumnya dan satu tahun ke depan. Sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut:
Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa hari Arafah, beliau menjawab, “Puasa itu menghapus dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun berikutnya.” (HR. Muslim).
Kedua, pembebasan dari api neraka. Sebagian ulama menjelaskan bahwa pembebasan dari neraka pada hari Arafah diberikan Allah bukan hanya kepada jamaah haji yang sedang wukuf, melainkan juga untuk kaum muslimin yang tidak sedang menjalankan haji. Terlimpahkannya ampunan Allah terhadap dosa selama dua tahun melalui puasa Arafah sangat terkait dengan keutamaan kedua ini.
“Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arofah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?”(HR. Muslim).
Ketiga, dikabulkan doa ketika puasa Arafah. Secara umum doa orang yang berpuasa akan dikabulkan oleh Allah. Ditambah lagi dengan keutamaan waktu hari Arafah yang merupakan sebaik-baik doa pada waktu itu, maka semakin kuatlah keutamaan terkabulnya doa orang yang berpuasa Arafah pada hari itu.

“Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arafah. Dan sebaik-baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para Nabi sebelumku adalah ucapan “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadiir (Tidak ada Ilah kecual