Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / HIKMAH MENJAGA LISAN
HIKMAH MENJAGA LISAN
1 Komentar | Dibaca 861 kali
JUMRI @jumri1971
07 October 2014

Hikmah Menjaga Lisan

Lisanmu adalah harimaumu.
Salah berucap kena tikam sendiri.
Orang yang suka mengumbar kata berarti menggali lubang untuk dirinya.
Suatu ketika dia bisa terperosok kedalam lubang yang digali.
Maka, diam itu emas, dan banyak bicara itu perak.
Orang bijak, akan berpikir seribu kali sebelum mengeluarkan kata kata.
Dia kunyah kata lumat lumat sambil dirasakan.
Jika terasa tidak pahit bagi orang lain, baru dikeluarkan.
Ingatlah, pesan moral yang dijumpai Nabi Muhammad SAW, ketika Mi’roj.
Nabi menjumpai seekor anak lembu keluar dari lubang batu.
Ia berkeliling mencari lubang tadi hendak masuk kembali.
Sayang dia tidak bisa masuk.
Isyarat apa ini Malaikat Jibril ?, Tanya Nabi.
Malaikat Jibril menjelaskan, “ inilah gambaran orang yang suka mengumbar kata.
Kalau salah berucap, ngeralatnya susahnya bukan main.”
Telinga orang lain terlanjur sakit sehingga sulit menghapusnya.”
Seindah–indah orang adalah mereka yang pandai menjaga lisannya.
Lidah dan Lisan dua hal yang saling melengkapai.
Lidah tidak bertulang, ia bisa saja berbolak balik membuat alasan
Tetapi nurani orang lain jauh lebih tajam untuk percaya atau tidak.
Kita perlu membiasakan diri indah dalam berpakaian.
Tetapi yang jauh lebih penting adalah indah dalam berbicara.
Kalimat yang indah adalah magnit yang sangat kuat untuk menarik simpati.
Penampilan kita yang baik, jangan dirusak oleh kata kata kita yang kasar dan jorok.
Harga diri sendiri tergantung pada lidahnya.
Dengan demikian, apakah masih ada peluang dalam diri ini untuk bermain main.
Dengan kalimat yang bisa menjadi racun bagi diri dan orang lain ?
Jawabannya ada pada murani kita masing masing