Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / HIKMAH MENJAGA LISAN
HIKMAH MENJAGA LISAN
1 Komentar | Dibaca 728 kali
JUMRI @jumri1971
07 October 2014

Hikmah Menjaga Lisan

Lisanmu adalah harimaumu.
Salah berucap kena tikam sendiri.
Orang yang suka mengumbar kata berarti menggali lubang untuk dirinya.
Suatu ketika dia bisa terperosok kedalam lubang yang digali.
Maka, diam itu emas, dan banyak bicara itu perak.
Orang bijak, akan berpikir seribu kali sebelum mengeluarkan kata kata.
Dia kunyah kata lumat lumat sambil dirasakan.
Jika terasa tidak pahit bagi orang lain, baru dikeluarkan.
Ingatlah, pesan moral yang dijumpai Nabi Muhammad SAW, ketika Mi’roj.
Nabi menjumpai seekor anak lembu keluar dari lubang batu.
Ia berkeliling mencari lubang tadi hendak masuk kembali.
Sayang dia tidak bisa masuk.
Isyarat apa ini Malaikat Jibril ?, Tanya Nabi.
Malaikat Jibril menjelaskan, “ inilah gambaran orang yang suka mengumbar kata.
Kalau salah berucap, ngeralatnya susahnya bukan main.”
Telinga orang lain terlanjur sakit sehingga sulit menghapusnya.”
Seindah–indah orang adalah mereka yang pandai menjaga lisannya.
Lidah dan Lisan dua hal yang saling melengkapai.
Lidah tidak bertulang, ia bisa saja berbolak balik membuat alasan
Tetapi nurani orang lain jauh lebih tajam untuk percaya atau tidak.
Kita perlu membiasakan diri indah dalam berpakaian.
Tetapi yang jauh lebih penting adalah indah dalam berbicara.
Kalimat yang indah adalah magnit yang sangat kuat untuk menarik simpati.
Penampilan kita yang baik, jangan dirusak oleh kata kata kita yang kasar dan jorok.
Harga diri sendiri tergantung pada lidahnya.
Dengan demikian, apakah masih ada peluang dalam diri ini untuk bermain main.
Dengan kalimat yang bisa menjadi racun bagi diri dan orang lain ?
Jawabannya ada pada murani kita masing masing

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Hanya satu komentar pada "HIKMAH MENJAGA LISAN"

  1. MOHAMAD JUNAIDI ABDILLAH

     |
    December 14, 2014 at 9:52 pm

    Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:
    “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.” (Al-Ahzab: 70)

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
    “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Al-Imam Al-Bukhari hadits no. 6089 dan Al-Imam Muslim hadits no. 46 dari Abu Hurairah)

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
    “Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan satu kalimat yang dibenci oleh Allah yang dia tidak merenungi (akibatnya), maka dia terjatuh dalam neraka Jahannam.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 6092)

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
    “Sesungguhnya seorang hamba apabila berbicara dengan satu kalimat yang tidak benar (baik atau buruk), hal itu menggelincirkan dia ke dalam neraka yang lebih jauh antara timur dan barat.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 6091 dan Muslim no. 6988 dari Abu Hurairah Rad. )

    Al-Imam An-Nawawi mengatakan: “Hadits ini (yakni hadits Abu Hurairah yang dikeluarkan oleh Al-Bukhari dan Muslim) teramat jelas menerangkan bahwa sepantasnya bagi seseorang untuk tidak berbicara kecuali dengan pembicaraaan yang baik, yaitu pembicaraan yang sudah jelas maslahatnya dan kapan saja dia ragu terhadap maslahatnya, janganlah dia berbicara.” (Al-Adzkar hal. 280, Riyadhus Shalihin no. 1011)

    Al-Imam Asy-Syafi’i mengatakan: “Apabila dia ingin berbicara hendaklah berpikir dulu. Bila jelas maslahatnya maka berbicaralah, dan jika dia ragu maka janganlah dia berbicara hingga nampak maslahatnya.” (Al-Adzkar hal. 284)

    Dalam kitab Riyadhus Shalihin, Al-Imam An-Nawawi mengatakan: “Ketahuilah, setiap orang yang telah mendapatkan beban syariat, seharusnya menjaga lisannya dari semua pembicaraan, kecuali pembicaraan yang sudah jelas maslahatnya. Bila keadaan berbicara dan diam sama maslahatnya, maka sunnahnya adalah menahan lisan untuk tidak berbicara. Karena pembicaraan yang mubah bisa menarik kepada pembicaraan yang haram atau dibenci, dan hal seperti ini banyak terjadi. Keselamatan itu tidak bisa dibandingkan dengan apapun.”

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

ASEP SATRIA DWI HANGGARA

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  2
Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0