Tutorial DasarSIAP Wacana

Artikel Kategori // Lain-Lain

Beranda / Lain-Lain / Kekerasan dalam permainan di sekolah
Kekerasan dalam permainan di sekolah
2 Komentar | Dibaca 708 kali

Aco sedang bermain perkelahian bersama Baso, seperti kebanyakan anak-anak lain, tidak ada yang mau menjadi tokoh penjahatnya, semua menjadi tokoh jagoan. Alhasil 2 jagoan pun berseteru.
Sebuah serangan laser dilancarkan Aco yang berhasil dielakkan oleh Baso, dengan sigap Baso berhasil merapatkan tubuhnya ke Aco dan melakukan gerakan membanting.
Tidak berhenti di situ, setelah membanting Baso pun melilitkan lengannya di leher Aco. Seperti di film-film yang sering ditontonnya lengan kanan melingkar erat di leher, tangan kiri mendorong kepala Aco ke depan. Aco meronta-ronta sesaat, seperti orang tenggelam, kemudian diam.
Posisi tersebut bertahan beberapa waktu.
Seorang tua datang dan melerai.
Aco tampak kesulitan bernafas, wajahnya pucat pasi. Si orang tua mendudukkannya dan membimbing Aco melancarkan pernafasannya. Baso terkejut dan termangu menyaksikan hasil perbuatannya.

Terlambat sedikit saja, Aco mungkin sudah almarhum.

Aco bisa jadi anak Anda. Sekiranya tidak ada si orang tua, bagaimana Anda akan bersikap?

Baso bisa jadi anak Anda. Bagaimana Anda akan bersikap?

Kita bisa saja melempar kesalahan, tapi kejadian tersebut jelas akibat kelalaian kita dalam mendampingi anak menonton film yang bukan diperuntukkan bagi usianya.

Maka jangan sampai kejadian tersebut menimpa orang lain, lakukanlah hal yang seharusnya ketika anak sedang menyaksikan tontonan yang bertanda BO (bimbingan orang tua), awasi tayangan yang disaksikan anak Anda.

Kita tidak mungkin merubah masa depan untuk generasi muda, tapi kita bisa merubah generasi muda kita untuk masa depan (Murdin Idris, kutipan)

Harap tunggu, laporan sedang dalam proses submit....

Terdapat 2 Komentar pada "Kekerasan dalam permainan di sekolah"

  1. SAHABUDDIN

     |
    December 21, 2014 at 4:40 pm

    Benar Pak,butuh pendampingan dalam aktivitas anak menonton TV/film/sinetron,cuma masalahnya apakah orang tua memiki waktu yang cukup untuk mendampingi anaknya,apalagi kalau orang tuanya sendiri menyukai akting-akting kekerasan.Jadi perlu perhatan pula pemerintah dalam mengawasi sinetron/film yang ditayangkan di TV dan berusaha memanilisir akting-akting kekerasan demi masa depan anak dan pendidikan kita.

  2. Zaid Buri Prahastyo

     |
    December 30, 2014 at 12:34 pm

    Agreed Pak. Terima kasih koment-nya. Bersama semua pihak Indonesia menjadi semakin baik. God bless Indonesia.

Anda harus login untuk berkomentar. Login Sekarang

Penulis Lainnya

oangsena

Penulis ini masih malu-malu menuliskan sedikit tentang Biografinya
Daftar Artikel Terkait :  1
Layanan ini diselenggarakan oleh PT. TELKOM INDONESIA untuk dunia pendidikan di Indonesia.
Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna
pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan
versi 2.0